
"Ibuku mungkin manusia.. tapi dia punya kekuatan yang lebih besar dari sihir.. Cinta seorang ibu yang menyelamatkan ku dari kebusukan dan kebencian sihirmu itu bik!!" Ucap Cevin dengan kekuatannya langsung menghantam putri weraa. Mirkah dan Randi langsung membantu Putri Weraa yang ada di tubuh kartika itu berdiri.
"Cevin!! Sakiit!! Jangan sakiti tubuhku!!" Ucap Kartika muncul bersama Sharika, dan Cantika.
EP.93
"Tapi.. kartika.. dia yang telah membunuhmu!!" Ucap Sharika.
"Bunuh lu juga woe!! Bukan cuman Kartika.. aku juga!!" ucap Cantika.
"Iya itu lah!!" Ucap Sharika lagi.
"Setidaknya aku sudah ingat sebelum menghilang aku ingin mencari keluargaku untuk terakhir kalinya.. jangan sakiti dia.." Triak Kartika lagi.
__ADS_1
"Ck! Padahal manusia sama egoisnya dengan para penyihir.. tapi Ayahmu memilih kehancuran untuk kerajaannya sendiri.." Ucap Putri Weraa.
"Kehancuran? Kau penyebab kehancuran dimensi sihir kau juga tau bahkan orang tua mu Ratu Ririn saja sudah mengatakan kau tak pantas menjadi permaisuri Ayahku.. karena itulah kau mendekati pamanku? Cih.. murahan!" Ucap Cevin membuat Weraa terdiam beku dan mulai marah.
"Murahan? Mencintai orang yang entah dari mana asalnya? Ibu mu lebih murahan!!" Ucap Putri Weraa menyerang. Cevin menghindar dengan mudah dan mulai menyerangnya namun, dia kemudian melihat Kartika yang kesakitan dan menghentikan serangannya. Randi melihat peluang dan langsung menyerang Cevin dari belakang.
"Cevin!!" Triak Sharika langsung mengembalikan pisau Randi ke dirinya sendiri. Cevin menambah serangan dan mengelabui pandangan disekitar dengan ilusi kabut asap. Cevin langsung menangkap Putri Weraa dengan borgol sihir sehingga sihirnya tak bisa digunakan.
Dan dengan kabut asapnya dia menekan semua sihir yang ada. Namun, Randi yang tak memiliki sihir berhasil kabur begitupun mirkah yang di tarik oleh Randi. Cevin melihat Putri Weraa dengan kebencian yang mendalam. Cevin membawanya ke rumah tempat Wadma belajar sihir. Dan memasukkanya didalam sangkar sihir.
***
"Dimana kotak itu?" Tanya Jubah hitam atau lebih tepatnya namanya Angga seperti yang dikatakan Wadma. Randi mengeluh karena baru saja dia lolos dari penyihir 1 dia malah bertemu penyihir 2.
__ADS_1
"Kau tidak lihat aku tak membawa apapun! Kotak itu ada di Mirkah!!" Ucap nya membuat Angga kesal dan menyerangnya dengan sangat mudah.. atau, tidak.. itu hanya bayangan bukan Randi yang Asli. "Sial.." keluh Angga teleport ke hadapan Cevin. "Dimana kotak itu?" Tanya Angga dengan Cevin yang langsung mencekik Angga dengan amarah.
"Kotak apa yang kau cari sepupu?" Tanya Cevin kesal mengingat bahwa dari segi penjelmaan sihir Angga, Cevin, dan Wadma terhubung sebagai keluarga dan melepas tangannya yang mencengkik Angga. "Ck! Sangat aneh jika tau kebenaran tentang semua itu muncul dalam ingatan.. Apa kau melihat kotak yang mereka bawa?" Tanya Angga.
"Tanyakan pada moyangmu!!" Ucap Cevin kesal dan duduk membuka majalah. "Aku tau bahwa aku dari garis keturunan Ratu Ririn tapi aku bahkan tidak tau soal penyihir weraa itu.." Ucap Angga.
"Aku bahkan sekarang bingung.. kau dan dia dari garis keturunan sihir yang sama.. haruskah aku memanggilmu paman? Sama seperti aku memanggilnya bibi? Tapi kau dilahirkan sama seperti Wadma.. dan kau sering hampir mencelakainya!!" ucap Cevin kesal tau kalau Angga tak pernah berniat jahat dan membuat senyapnya ruangan.
Angga yang tak mendapat jawaban berniat menanyakan kotak itu pada mirkah dan putri weraa "akan kutanyakan pada mereka.." Ucap Angga baru menarik tuas pintu. "Lukisan waktu itu.." Ucap Cevin membuat Angga berhenti.
"Tempat kau hampir membunuh Wadma karena mencekiknya.." Ucapan Cevin membuat Angga terdiam mengingat. "Waktu itu kau penuh amarah dan berharap agar Weraa berhasil membaca angka di lukisan itu.. kenapa?" Tanya Cevin membuat Angga diam dan melihat kilasan ingatan lagi.
Kilasan ingatan dimana seorang wanita dengan mahkota dan gaun hitam yang menangis sambil menggenggam tangan seorang wanita yang juga memakai mahkota dan gaun putih yang juga menangis.. mereka terluka parah dan berada di sebuah rumah besar. "Wadma.. memiliki kembaran.. mereka kembar tak seiras.." ucap Wanda yang sudah sudah mengingatnya.
__ADS_1
"Kembaran?" Tanya Sandi bingung.