Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Bayaran atas perbuatan


__ADS_3

“Benar! Kami berpacaran.. memang kenapa? Jangan urusin kami! Urus dirimu Sarah! Sampai kapan kau akan jomlo?” Tanya Weraa.


“Aku pikir Sarah akan menemukan pasangannya sebentar lagi…” Ucap Wansa tersenyum membuat Weraa ikut tersenyum sambil berkata “Benarkah.. kau mencoba meramal lagi? Sarah kau harus bersiap Wansa selalu tepat sasaran saat meramal..” Ucap Weraa.


“Wow.. lihat senyuman mu itu.. Aku lupa nama pacarmu tapi.. Kau hebat.. Kau berhasil mengembalikan senyumnya..” Ucap Nisa.


“Kau benar!” Ucap Saka memotret wajah Weraa yang tersenyum melihat Wansa yang tersenyum juga. “Aku kira adri berbohong.. ternyata kau memang memiliki senyum malaikat juga..”


“Hei! Apa yang kau lakukan tadi?” Tanya Weraa datar menatap tajam.


“Why? Aku akan mengunggahnya ke web sekolah.. aku akan mendapat banyak like dan bisa menjualnya.. aku butuh uang untuk membayar uang sekolah..” Ucap Saka membuat alasan.


“Weraa.. Lihat ini..” Ucap Wansa dan mereka melihat ponsel dengan jarak wajah yang sangat dekat membuat Adri memanas dan pergi ke toilet.


“Wadma adalah artis terkenal? Lalu bagaiman bisa kami tak mengenalinya?” Tanya Sheli yang kemudian mereka semua memandang kearah dimana Sandi duduk sebelumnya. Benar.. sandi menghilang. “Kemana dia?” Tanya Weraa yang kemudian melihat film yang dimainkan Wadma kebanyakan adalah fantasi, action, dan horor.


“Apa semua film ini nyata..”

__ADS_1


“Dia mengatakan padaku dia akan mengubahku menjadi abu jika aku tak membawanya padamu Wer..” Ucap Sharika.


“Wansa?” Tanya Weraa sementara Rinjani melihat data Wadma secara keseluruhan. “Wer.. Lihat ini..” Ucap Rinjani menunjukkan ponselnya yang menunjukkan bahwa Wadma memiliki hubungan dengan keluarga Wansa. “Ada apa?” Tanya Shanti.


“Lihat video ini.. dia bilang dia memiliki saudara yang selalu bermain dengannya semasa kecil.. Namanya Wansa..” Ucap Sheli.


“Apa dia adikmu?” Tanya Weraa mengingat perkataan ibu Wansa yang memiliki anak perempuan. “..”


“Sandi! Kau dimana?” Ucapan saka membuat semua memandangnya.


“Aku? Mencari Wadma.. tadi aku melihatnya mengikuti seorang pria berhodie.. sepertinya pria yang kutabrak tadi..” Ucap Sandi.


“Wadmaaaaaaaa!!” Triak Sandi membuat Saka melemparkan ponselnya.


“Ada apa?” Tanya Sharika.


“Dia.. berteriak memanggil nama Wadma…”

__ADS_1


“Sesuatu terjadi?” Tanya Nisa.


***


Wadma mengikuti pria itu hingga sampai ditempat yang lumayan ramai. Pria itu menyebrang bersama pacarnya dan Wadma yang baru melangkahkan kaki kanannya ke jalan melihat di kirinya Di sisi lain perempatan jalan itu anak kecil itu mengikuti seekor kucing hitam.


Sementara Sandi yang baru menetralkan nafasnya yang terengah-engah bisa melihat kebimbangan Wadma yang menyelamatkan anak itu atau menangkap pria yang diikutinya sejak tadi. Wadma melihat sekilas potongan kejadian tabrakan dalam menit tepat ia akan menangkap pria itu. “Ck! Itu sebabnya aku benci anak kecil..” Ucap Wadma teleportasi dan menghentikan menyentuh mobil truk yang hilang kendali itu.


“Siapa dia?” Tanya semua orang langsung terpukau sementara Wadma memakai kacamata hitamnya. “Yaampun.. anakku.. trimakasih nak.. aku harus berterimakasih banyak padamu!!” Ucap Wanita yang mengaku ibunya.


“Benarkah? Bayarannya?” Ucap Wadma dengan semua orang mulai berbincang buruk.


“Bayaran?” Tanya ibu itu.


“Kau bilang kau sangat berterimakasih.. apa kau pikir nyawa anakmu bisa dibayar atau cukup perkataan? Tidak bisakah kau menjaga anakmu baik-baik? Dan kau supir truk.. kluar!” Ucap Wadma dengan supir truk itu yang langsung menangkup tangan. “Aku minta maaf..” Ucap nya.


 

__ADS_1


ME_Mawad


KSW_Part27


__ADS_2