Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Baiklah ada berapa banyak?


__ADS_3

    "Tapi..  Bagaimana kau tau mereka sedang bertengkar??"


    "Aku mengawasi mereka.. Tadi aku juga memberi Sarah kekuatan baru saat kau sedang kesal dan menyebalkan.."


    “Hah?!”


    "Loosa mengikuti pria jubah hitam..  Aku masih blm mengerti apa tujuan mereka tapi..  Kita masih bisa berharap mereka orang baik.." Lanjut Wadma.


    "Mengalah… kau tidak berubah dari dulu?  Selalu berharap semua orang adalah orang baik?” Ucap Sandi kagum namun sedikit hawatir.


    "Seseorang mengatakan aku terlahir karena keegoisan orang lain..  Karena itu aku memiliki keegoisan mereka juga..  Tapi,  sebenarnya aku hanya melakukan semua sesuai keinginanku..  Aku tak ingin orang lain menyuruh atau meminta bahkan memaksaku.." Ucap wadma lagi membuat Sandi melihatnya dengan serius.


    "Apa seseorang memaksamu untuk tidak menjadi egois?" Tanya Sandi.


    "Aku butuh keegoisan untuk bertahan didunia ini..  Karena setiap orang memilikinya kan?" Tanya Wadma.


    "Yah baiklah kau benar!  Sekarang kau mau makan dimana?  Kau merusak rencana kita makan di restoran tadi!" Ucap Sandi lagi.


    "Ke apartemenmu saja!!" Ucap Wadma membuat Sandi terkejut.


    "hah?"


                                                                                        ***


    Sementara itu 4 arwah itu sedang berada di depan apartemen para siswa.  Mereka berencana menakuti para siswa mesum disana.  Ini semua adalah ide Sharika yang sejak awal paling tak menyukai ataupun toleran dengan yang namanya cowok.


    "Apa kau yakin sharika??" Tanya Cantika.


    "Intinya kalian serahkan saja Saka dan Adri padaku!!" Ucap Sharika.


    "Baiklah.   Tapi aku tak terbiasa menakuti orang lain kecuali Wadma ataupun..  Lu lu..  Lu apa sih nama weraa palsu tuh?" Ucap Kartika.


    "Lusa aja.." Ucap Cantika.


    "Lusa??  Kan gua nanyanya sekarang.." Ucap Kartika lemot.


    "Loosa loh tika.." Ucap Weraa yang ditatap Cantika juga.

__ADS_1


    "Nama gua ada tikanya juga Wer.." Ucap Cantika.


    "Ya amplop dahlah... " Kesal Sharika.


    "Jadi gimana nih??" Tanya Kartika.


    "Yaudah ayuk.." Ucap Cantika.


                                                                                                ***


    "Mengapa kita kesini??" Tanya Wansa pada Loosa.


    "Hari pertama kita bertemu adalah saat aku bertabrakan denganmu disini..  Hari itu aku tak menyadarinya..  Bahwa gadis yang seharusnya menemuimu bukan aku tapi Weraa.." Ucap Loosa.


    "Kau membahasnya lagi..  Dengar.." Wansa mencoba menjelaskan namun\, *You know that every woman always say ‘stop’ when other people wanna explain their reason*


    "Kau yang dengarkan..  75% manusia mencintai seseorang hanya saat pandangan pertama..  Lalu 25% nya adalah kepribadiannya.. Lalu..  Jika itu benar..  Bukankah kau akan menyukainya dari pada aku?" Jelas Loosa.


    "Weraa jangan berbicara yang bukan-bukan lagi.." Ucap Wansa meyakinkan lagi.


    "Sudah jelas bahwa aku bukan dia namun kau masih menyebutkan nama itu untukku.." Keluh Loosa membuat Wansa bingung.


    "Apa kau akan menjadi jahat pada weraa yang asli hanya untuk ku??  Bagaimana perasaan Weraa jika tau hal ini? Itu pasti akan menyakitinya..  Dilihat bagaimana pun ia juga mencintaimu.." Ucap Loosa *but what she want exactly? She love him but she support her rival?*


    "Untuk apa dia melakukan itu..  Dia tau aku bahkan tak pernah bertemu dengannya!!" Ucap Wansa lagi.


    "Kau melihat ku sekarang..  Itu berarti kau sedang melihat fisiknya..  Dan..  Jika kau berkata untuk apa dia mencintaimu meski kau tak pernah bertemu dia..  Apa bedanya dengan dirimu yang mencintaiku bahkan saat kau tak pernah bertemu dengan fisik asliku?" Tanya Loosa.


    "Cih..  Weraa!  Hentikan semua omong kosong ini!  Berhenti menyamakan diriku dengan dirinya!!"


    "Cinta manusia selalu berubah Wansa..  Apa kau yakin kau bisa bertahan untuk mencintaiku??" Tanya Loosa.


                                                     *Every woman really make man confuse right?*


                                                                                            ***


    Wadma sampai di asrama para siswa.  Dan terlihat sangat tenang dan silent. Mereka masuk dan melihat bagian penerima tamu agak kaget. "Woah... Bukankah kau artis itu??"

__ADS_1


    "Wadma?  Bagaimana dia??" Tanya Sandi bingung karena Wadma selalu menggunakan manipulasi ingatan orang-orang saat ia sedang diluar.


    "Keluar dari tubuhnya!!" Ucap Wadma dengan tubuh penerima tamu itu terjatuh tak sadarkan diri.


    "Apa lagi ini??" Ucap Sandi dibelakang Wadma sambil memegang bahu wadma.


    "Sepertinya temannya loosa sedang melakukan hal yang entah baik atau buruk.." Ucap Wadma menyadari kelakuan 4 arwah kenalannya itu.


    "Apa maksudmu??" Tanya Sandi lagi.


    "Sandi?  Diantara kalian bertiga siapa yang paling mesum??" Tanya Wadma dengan wajah datar.


    "Mengapa kau menanyakan itu??" Tanya Sandi dengan Batin “Bagaimana gadis ini menanyakan hal memalukan seperti itu dengan wajahnya yang datar.


    "Jawab saja!!" Ucap Wadma.


    "Aku kurang tau tapi Saka..  ah.. tidak itu akan sangat memalukan untuknya..” Ucap Sandi.


    "Ayo keatas…” Pinta Wadma.


    "Kenapa kelantai paling atas??" Tanya Sandi melihat Wadma menekan no lantai paling atas.


    "Saka dan Adri diatas.." Ucap Wadma masih datar.


    Sesampainya di atas wadma melihat kolam renang dengan para tamu yang berteriak minta tolong. "Apa yang.." Ucapan Sandi bingung karena tak mengerti bagaimana para pria itu berteriak minta tolong padahal kolam renang itu hanya berisi setengahnya.


    "Haruskah aku menambah airnya??" Tanya Wadma.


    "Saka, Adri!!  Apa yang kalian lakukan?? tegak saja!!  Mengapa kalian jadi gila seperti ini?" Keluh Sandi.


    "apa maksdumu..  Hei!!  Selamatkan kami!!  Kami sedang dikejar hiu huaaa!!" Triak Saka.


    "Mereka gila.." Ucap Wadma menyentuh air dengan jari telunjuknya dan air itu menjadi berombak seperti dipantai.


    "Wadma apa yang kau lakukan??" Tanya Sandi sedikit membentak.


ME_Mawad

__ADS_1


KSW_Part77


__ADS_2