Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
"Aku pikir aku salah, namun ternyata dia memang bukan orang yang sama"


__ADS_3

*  “?? Aku menyelamatkan dia? Kapan?” Tanya Weraa yang tiba-tiba merasakan rasa sakit di kepalanya.*


*  Sekilas kilasan kejadian saat ia bertemu Wansa, Weraa dan Wadma datang kepadanya. Dan membuat ia terdiam menatap. “Bagaimana??”*


*  “Nona sudah ingat??”*


*  “Bagaimana orang-orang bisa lupa padamu? Sihir jenis apa itu? Seseorang memberikanmu kekuatan yang aneh..” Ucap Weraa.*


*  “Bagaimana kau bisa ingat?”*


*  “Sebaiknya nak Weraa kembali pulang saja yah..” Ucap Sopir.*


*  “Tapi..”*


*  “Pergilah lebih dulu aku akan menyusul…” Ucap Sopir.*


*  “Baiklah..” Ucap Weraa yang masih bingung dengan kilasan yang ia lihat.*


*  “Paman? Apa dia juga?”*


*  “Dia masih belum jelas.. Namun kau bisa menganggapnya..” Ucap Sopir*


*  “Menganggapnya.?”*


*  “Aku akan pulang.. jaga dirimu baik-baik..” Ucap Sopir pergi.*


*  Satu bulan berlalu dengan Wadma yang sadar dari tidur panjangnya seperti orang yang koma. Wadma melihat sekitar dengan para pelayan, Darga, penyihir Cevin, dan dokter Doni. “Apa yang terjadi??” Tanya Wadma menyadari tubuhnya yang sangat lemas.*

__ADS_1


*  “Duduk saja dengan tenang.. dan coba untuk mengingatnya sendiri..” Ucap Darga.*


*  “Hm.. Dimana ponselku?” Tanya Wadma.*


*  “Sudah satu bulan nona tak sadarkan diri…” Ucap Dokter Doni.*


*  “Aku tau.. aku sudah dapat peringatan.. ini tidur terpanjang ku.. hah.. aku harus olahraga segera..” Ucap Wadma*


*  “Sekarang?” Tanya Cevin.*


*  “Ya! Mengapa?”*


*  “Suasana diluar sedang hujan.. non.. sebaiknya nona tetap disini..”  Ucap Darga.*


*  “Hujan??” Tanya Wadma yang langsung membuka gorden kaca pintu terasnya. Wadma kekuar dan membiarkan dirinya kehujanan dan dengan ia yang melihat ke pemandangan kota saat hujan. “Nona…” Ucap Darga ingin melarang namun Cevin menghentikan nya. “Cevin? Apa dia akan baik-baik saja?”*


*  “Tapi…”*


*  “Apa lagi??”*


*  “Dia bukan Weraa yang kukenal.. apa bisa memasukkan arwah kedalam tubuh manusia yang masih hidup?” Tanya Wadma.*


*  “Berarti benar??” Tanya Wadma karena Cevin yang menghela nafas tanpa sepatah kata.*


Kembali lagi kemasa kini setelah kejadian  di Betlan School semuanya sudah membaca penjelasan Wadma tentang yang ia tau melalui pesannya. Sementara hantu yang mirip weraa itu wadma bawa ke apartemennya. Sedangkan yang lainnya masih tak percaya dan weraa sendiri masih bertanya-tanya siapa dirinya. Mengunci dirinya di kamar adalah hal terbaik baginya.


“Weraa.. buka pintunya..” Ucap teman-temannya namun, weraa tak menjawab.

__ADS_1


“Bagaimana dengan Wansa?” Tanya Nisa.


“Dia.. tak bisa dihubungi sejak kemarin..” Ucap Rinjani


“Dinda? Dia baik-baik saja kan?” Tanya Sarah.


“Jangan hawatir.. Dia sudah bersama Wadma kan?” Tanya Sheli membaca buku dengan Santai.


“Mengapa kau semudah itu percaya pada gadis itu? Dan bagaimana kau bisa menitipkannya pada nya??” Tegas Shanti.


Sheli menutup bukunya dan membantingnya di meja serta melepas kaca matanya. “Lalu kau ingin kita percaya pada gadis didalam? Dia bahkan tak jelas asalnya dari mana? Dan.. dia bahkan tak menyatakan dia dipihak siapa!”


“Sheli…” Ucap Rinjani.


“jangan hentikan aku! Sejak ia pindah kita mulai terbawa ke dalam masalah orang lain! Kalian tau aku paling tak suka ikut campur!! Tapi gadis ini..”


“Tapi.. shel..” Ucap Nisa yang dipandang semuanya karena Nisa tak pernah ikut campur saat temannya sedang Adu mulut.


“ini bukan masalah orang lain lagi… Wansa dan Weraa sudah jadi teman kita kan?” Lanjut Nisa lagi.


“Cih.. kalian masih belum sadar? Dia bukan Weraa dia menumpang ditubuh orang lain!!” Ucap Sheli.


“Tapi..” Ucapan Ririn disela.


“Sebenarnya ini bukan salah dia.. Seharusnya aku sadar sejak kecelakaan itu.. Aku pikir sifatnya berubah karena ia hilang ingatan tapi ternyata dia memang orang lain.. Dan aku tak tau sama sekali..”


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part60


__ADS_2