Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Hanya dengan menyakiti diri sendiri, kau bisa menyakiti orang lain..


__ADS_3

  Namun, karena terlalu kuat Wadma kehilangan keseimbangan dan mereka terjatuh di tepi pantai. “Aduh..” Ucap Wadma yang duduk dan melihat Sandi pinsan. Wadma langsung menteleportkan Sandi ke rumah Wadma dan mencari Sheli sendirian.


  “Dimana gadis itu..” Ucap Wadma melihat kesana kemari.


  Sampai akhirnya Wadma melihat Sheli. Namun si jubah hitam itu sudah ada di belakang Sheli. Wadma langsung melancarkan pukulannya setelah teleportasi. Namun, jubah hitam itu memutar tangan Wadma dan Sheli langsung berdiri menghadap kebelakang.


  “Wadma.. Kau? Lepaskan Wadma!!”


  “Diam disitu gadis kecill..” Ucap jubah hitam mengeluarkan pisaunya dan mengarahkan tepat di leher Wadma.


  “Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau ingin mencelakai nya?” Tanya Wadma berusaha lepas.


  “Siapa kau berani menanyakan identitasku?” Tanya nya dengan Wadma yang terdiam dan memunculkan petir di tangannya membuat pria itu melepaskan genggamannya karena tersetrum.


  “Jangan berani menyentuhku!!” Bentak Wadma.


  “Bagaimana kau?” Tanya jubah hitam itu terkejut dan melihat Wadma yang mengarahkan petirnya ke arah jubah hitam yang mundur dan menghilang. Wadma menghilangkan petirnya dan menggenggam tangannya sendiri. “Sheli kau tidak apa?” Tanya Wadma.


  “Bagaimana kau bisa disini?” Tanya Sheli.


   “Aku melihat kilasan kejadian bahwa kau akan di dorong dan dihisap oleh ombak laut.. karena itu aku datang..” Ucap Wadma.


  “Tanganmu?” Tanya Wadma.


  “Tidak papa.. aku baik-baik saja..” Ucap Wadma yang kemudian pinsan.


  “Wadma?? Wadma?? Yaampun.. aku harus hubungi kak Sandi..” Ucap Sheli.


***


  “Auh..” Ucap Sandi yang terbangun dan terkejut mengapa ia ada dirumah Wadma.

__ADS_1


  “Sudah bangun? Kau ini.. Benar-benar menyulitkan Wadma saja yah..” Ucap Wansa.


  “... Apa dia yang mengirimku kemari?” Tanya Sandi yang langsung memukuli kepalanya dan menghela nafas berulang kali. “Aku harus menjemputnya lagi.. perasaan ku tidak enak..”


  “Kau tau dia di pantai? Mengapa kau bersih keras bagaimana jika phobiamu muncul lagi?” Tanya Wansa.


  “Itu.. Aku mungkin takut pada laut.. tapi aku tak ingin dia berada dalam bahaya lagi karena orang yang bahkan tak percaya padanya..” Ucap Sandi yang langsung mendapat telfon Sheli.


  “Halo..”


  “Kak.. Wadma pinsan kak.. Cepat kemari!! Di pantai dekat restoran tepi pantaia yang terkenal itu yah..”


  “Baik.. kakak akan kesana!!” Ucap Sandi langsung berlari dan berangkat dengan segera meminjam mobil Wadma dari bodyguardnya Darga yang mengecek mobilnya berulang kali.


***


  “Tadi yang dia lakukan..” Pria jubah hitam itu melepas jubahnya dan melihat tangannya yang terasa sakit. Dia ingat bahwa Wadma bukan menyerangnya melainkan melukai dirinya sendiri di bagian pergelangan tangannya. “Mengapa aku juga merasakan rasa sakitnya?” Tanya Pria itu.


  “Ada apa lagi ini?” Tanya pria itu.


  “Aku ingin kau memindahkan dia ke dalam tubuh gadis ini..”


  “Sayang.. kamu ngomong apa? Dia siapa?” Tanya gadis itu.


  “Tenang saja yah.. semuanya akan baik-baik saja..” Ucap pria aneh itu.


  “Urus gadismu dulu ditempat itu.. aku yang akan mengurusnya..”


  “Baiklah..”


***

__ADS_1


  “Yaampun.. apa aku pinsan lagi?” Tanya Wadma yang terbangun di kamar dengan Sandi, dan yang lainnnya yang tertidur di sofa.


  “Kau sudah sadar?” Tanya Cevin di samping Wadma.


  “Yah.. sedang apa kau disini?” Tanya Wadma.


  “Tadi aku menemui Weraa.. atau lebih tepatnya gadis parasit itu.. yang ada di tubuh Weraa..”


  “Ada apa dengannya?” Tanya Wadma.


  “Dia tidak mau bertemu siapapun bahkan teman-temannya..” Ucap Cevin.


  “Apa kau sudah tau siapa dia?” Tanya Wadma.


  “Dia benar-benar tak ingat dan mengira dirinya adalah Weraa sejak kecelakaan itu..” Ucap Cevin.


  “Tapi Weraa yang asli ada disini..” Ucap Wadma memegang kepalanya dan membuat Cevin melihat bekas luka tangannya.


  “Ada apa dengan tanganmu?” Tanya Cevin menggenggam tangan Wadma dan hendak mengomel.


  “Aku tidak papa.. Ini hanya luka kecil…”


  “Kau menyerang dirimu sendiri kan nak Wadma..” Ucap sopir Weraa.


  “Paman? Paman belum tidur?” Tanya Wadma.


  “Apa maksudnya? Kau menyerang dirimu sendiri?” Tanya Cevin menyembuhkan luka bakarnya Wadma.


#ME_Mawad


#KSW_Part64

__ADS_1


__ADS_2