Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Wadma just curious and feel it's connect with herself


__ADS_3

*  “Mengapa kau melakukan ini semua? Aku bahkan tak mengenalmu!!” Rintih Weraa memegangi pundaknya.*


*  “Tapi kau adalah gadis yang sama yang dibanggakan orang tuamu itu! Kalian bukan keluarga biasa!! Jika sahabatku hidup ditubuhmu dia akan tercukupi dan mendapatkan semuanya..”*


*  “Ck! Apa kau pikir ia akan bahagia? Aku hidup sebagai seorang gadis yang dituntut!!” Ucap Weraa.*


*  “Kau kira aku percaya! Sudahlah.. tidak ada gunanya kau mencoba mempengaruhiku! Aku takkan percaya kau tau?” Ucap pria itu pergi sementara Weraa menangis dengan Wadma  yang teleport menjauh. Wadma pergi ke bandara dan meluncur begitu saja. “aku ingat wajah pria itu.. Kak Wanda pasti bisa membantuku!!” Ucap Wadma ke Turki.*


*  Namun, sebelum ia bertemu kakaknya ia pergi ke pelukis yang bisa menggambarkan apa yang kita bayangkan. Wadma pergi untuk membuat sketsa pria aneh itu dan memberikannya pada kakaknya.*


*  “Kakak mengenalnya?” Tanya Wadma.*


*  “Tidak.. Yaampun.. kakak sedang ada kelas tau!!” Ucap Wanda kesal.*


*  “Aku yakin aku melihatnya di pesta teman kakak.. Kakak ingat saat itu kakak dan aku datang bersama!” Ucap Wadma.*


*  “Ah… benar-benar.. Pesta song Arvandita.. pemilik mall itu kau ingat?” Tanya Wanda.*

__ADS_1


*  “Song Arvandita? Dia bukankah kakaknya Song Weraa?” Tanya Wadma.*


*  “Wanda!!” Panggil senior Wanda yang bernama Hoshi.*


*  “Eh.. Wadma kau disini?” Tanya Hoshi yang kemudian melihat sketsa gambar pria aneh itu. “Eh.. ini bukankah dia.. ah.. aku lupa namanya..”*


*  “Buak!” Begitu lah bunyi pukulan Wadma yang selalu diluncurkan khusus untuk Hoshi putra konglomerat dari jepang. “Au!! Mengapa pukulanmu semakin kuat melebihi pria:v Aku benar tak ingat tapi.. bukannya dia orang itu? Yang membuat keributan dengan Arvan?” Tanya Hoshi.*


*  “Jadi kak Arvan pasti tau soal dia kan?” Tanya Wadma.*


*  “Mungkin.. tak ada yang berteman dengannya.. kau tau Arvan itu memiliki kelainan atau aku lupa itu disebut apa.. tapi yang jelas dia orang yang perfeksionis..”*


*  “Dia akan memelukku jika ia sadar ia akan membuat masalah untukku..” Ucap Wanda dengan wajah putus asa.*


*  “Wow.. that’s good..” Ucap Hoshi yang langsung di pukul dan pinsan.*


*  Sesampainya di indonesia Wadma pergi ke kantor Arvandita dan meminta untuk memanggil anak yang sudah diberi tanggung jawab besar seperti kakaknya Wanda itu. “Dimana Kak Arvan?” Tanya Wadma memakai kaca mata hitamnya.*

__ADS_1


*  “Maaf.. tapi tuan Arvan sedang ada meeting..”*


*  “Dia masih kecil tapi sudah melakukan meeting? Ayolah dia baru berumur 12 tahun.. Ck!” Keluh Wadma mengingat perkataan Weraa yang menyatakan bahwa menjadi anak dikeluarganya memiliki banyak tuntutan. “Haish.. aku harus luangkan waktu menemui kedua orang tua mereka mungkin..” Ucap Wadma bicara pada dirinya sendiri dan menatap penyambut tamu itu.*


*  “Hei! Sebaiknya antarkan aku sekarang atau kau akan menyesal mengerti?” Tanya Wadma.*


*  “Tapi non..”*


*  “Permisi.. maaf saya lancang.. Saya bodyguard pribadinya.. Mohon bawa kami menuju ruang tuan arvan..”*


*  “Tapi tuan..” Ucapan staff itu terhenti karena bodyguard Wadma yang berbisik “Dia putri dari keluarga Pratama Wijaya..” Dan dengan Shok staff itu terkejut dan langsung meminta maaf dan mengantarkan Wadma. “Hei.. Apa yang kau katakan padanya?” Tanya Wadma ke bodyguardnya yang hanya tersenyum.*


*  “Ck! Apa mereka semua begitu takut pada ayah?” Ucap Wadma.*


*  “Mohon tunggu sebentar diruangan ini nona..” Ucap penyambut tamu itu dan pergi sementara Wadma melihat kesana kemari Setelah satu jam menunggu Wadma yang kesal menghentakkan kakinya dan membuat lampu di kantor itu berkedap-kedip selama 5 detik. “Perfeksionis yah?? Hahaha.. lucu sekali.. Hei.. Ayo ke meeting itu!!” Ucap Wadma.*


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part56


__ADS_2