Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Jubah Hitam turun-temurun, Wadma mengetahuinya tentu saja!


__ADS_3

  “Kartika.. dia harus kutemukan!! Dia harus dinetralkan kembali!! Jangan sampai ada dendam lagi..” Ucap Wadma yang memegang lehernya sendiri dan menyembuhkan diri sendiri. “Kalian sebaiknya kembali..” Ucap Wadma.


  “Bagaimana denganmu?” Tanya Sandi yang mendekat.


  “aku akan mencarinya.. Dia pasti terlempar disuatu tempat.. Kekuatan itu adalah kekuatan kegelapan.. Jubah hitam bukan orang yang bisa diremehkan.. Kekuatan sihirnya didapat dari jubah itu sendiri..”


  “Jadi maksudmu jika dia tak memakai jubah hitam itu..” Ucap Rinjani dilanjutkan Sheli


  “Sudah jelas.. Dia hanya manusia biasa..” Sambung Rinjani.


  “Tidak juga.. Aku melihat aura pada tubuhnya.. tapi anehnya dia memiliki 2 aura sihir hitam dan putih sama besar..” Ucap Nisa


  “Jubah itu turun temurun.. Dia pewarisnya.. Tapi.. Jubah itu selalu berganti aura pada setiap generasi.. Aura nya akan menjadi putih di generasi selanjutnya..”


  “Bagaimana bisa ada jubah seperti itu?” Tanya Ririn malas.


  “Wadma.. berhenti memikirkan semua itu dan pulanglah untuk istirahat..”


  "Istirahat?” Tanya Wadma yang baru menyadari kedatangan Wansa yang tiba-tiba. “Bagaimana kau bisa disini?” Tanya Wadma sementara Weraa mengingat setiap ia dalam bahaya Wansa selalu datang secara tiba-tiba. “ Dia selalu datang sesukanya dan pergi sesukanya” Ucap Weraa.


  “Aku hanya bertanya.. Dan mengapa kau yang menjawab?!” Ketus Wadma.

__ADS_1


  “Itu kenyataan dia datang dan pergi sesukanya.. mungkin kau juga akan seperti itu? Mengapa? Lagi pula aku pacarnya!”


  “YA! Ada apa denganmu?” Tanya Ririn dengan logat ala korea.


  “Mereka hanya sepupu.. apa bahkan kau juga cemburu saat Wansa peduli pada sepupunya?” Tanya Windy memakan permennya.


  “Tidak..” Ucap Weraa mengubah ekspresinya dengan cepat dan teringat larangan Wadma “owh iya.. Wadma! Mengapa kau melarangku untuk membaca tulisan dilukisan tadi??” Tanya Weraa.


  “aku tak bisa memberitaumu.. Wansa.. awasi dia.. dia itu gadis keras kepala..”


  “aku tau kau pasti tau banyak hal kan?” Tanya Weraa lagi. Namun Wadma hanya berkata “Aku harus mencari Kartika..” Ucap Wadma dengan Shanti yang melihat Kartika di belakang Wadma. Wadma menghadap kebelakang dan melihat wajah seram Kartika. Wadma menatap kartika tajam dengan kartika yang berteriak kesakitan.


  “Jangan membuatku muak.. Lihat wajahmu yang semakin menyeramkan ini? Bagaimana kami akan membantumu bila nantinya kau hanya akan menakuti manusia? Aku akan menangkapnya jadi tunggulah! Jangan berprilaku seperti hanya kau saja korbannya!!”


  “...”


  “sharika, dan Cantika bahkan gadis itu juga korbannya!!”


  “Aku.. hanya ingin membunuhnya..” Ucap Kartika lagi membuat Wadma menatapnya lagi namun Sharika dan Cantika menutupi Kartika dan memohon Wadma menghentikan sihir penenangnya. “Aku hanya menenangkannya!! Jika tidak dia malah akan menghilang..” Ucap Wadma.


  “Tapi sihir penenang yang memaksa hanya menyakiti kami.. Tolong biarkan kami yang menenangkannya..”

__ADS_1


  “Terserah!..” Ucap Wadma berbalik membelakangi para hantu itu dan melihat ponselnya. Namun Sarah teringat kalimat Wadma yang mengatakan korban lain namun tak menyebutkan namanya.


  “Gadis itu?” Tanya Sarah yang membuat semua jadi menatap Wadma.


  “Siapa gadis yang kau maksud? Tadi kau mengatakan korban lain kan?” Tanya Sarah lagi.


  Kartika, Sharika dan Cantika langsung melihat kearah Wadma seperti bertanya-tanya. Sementara Wadma melihat Wansa yang mungkin akan kecewa. “Kalian bertiga hantu yang hilang ingatan?” Tanya Wadma mengubah topik.


  “Ya! Jangan mengubah topik!” Ucap Ririn lagi.


“ Kalian!! Keluarlah sekarang!!!” Bentak Wadma mengeluarkan tali bayangan yang menjulur ke segalah arah sekolah itu dan berubah menjadi cahaya. Seketika Ririn dan anak non indigo pun pinsan karena melihat banyak hantu disana. “Yaampun.. sekolah ini sudah tak benar sejak awal.. Mengapa aku tak datang kemari sejak awal?” Ucap Wadma dengan Sandi yang dibelakang Wadma. Yah.. Sandi tak se manly itu guys.. Dia takut hantu kadang kala apalagi sebanyak itu.


  “Tunggu Ririn.. Bangun..” Ucap Sheli.


  “Nisa juga pinsan..” Ucap Shanti.


  “Wadma… Apa mereka hantu baik?” Tanya Sandi berbisik.


#ME_Mawad


#KSW_Part49

__ADS_1


__ADS_2