Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.91


__ADS_3

"Ada apa dengan suaramu??" Tanya Randi terkejut sementara wanita itu terlihat tersenyum dan membuka penutup kepalanya membuat Randi semakin terkejut. Sementara Wadma ingat bahwa Randi adalah orang yang waktu itu ia ikuti saat pertama kali di kota tepatnya saat Wadma menyelamatkan seorang anak yang hampir tertabrak mobil. "Kau.. ibu dari anak waktu itu..." ucap Wadma bingung.


Ep.91


"Ck! Ya.. kau benar.. sayang sekali kau tidak menyadari ilmu sihirku.." Ucap wanita itu tersenyum sinis dan membuka peti mati yang berisi mayat penuh darah dan rusak itu. "Sayang sekali kau menyelamatkannya namun, dia sudah menjadi tumbal ku.." Ucap nya lagi.


  "Dan.. ada hadiah atas yang kau lakukan.." Ucap wanita itu.


  "Biarkan aku langsung menghabisinya Wad.." Ucap Jubah hitam.


  "Wah wah.. waktu itu kau juga mengatakan hal yang sama dengan objek berbeda ... Kau bilang kau akan menghabisi dia namun, sekarang au malah ingin menghabisiku?" Tanya wanita itu tertawa.

__ADS_1


  "Waktu itu.. kau.. menyihir anak kecil itu? Agar dia memanggil ku ibu?" Tanya Wadma yang masih tak habis pikir tentang dia yang tak menyadari sihir lain disekitarnya waktu itu.


  "Yah.. kau kira dia benar-benar anakku? Ck.. sebenarnya ia anak adikku yang menyusahkanku.. oh iya.. sebelumnya bagaimana kalau aku memperkenalkan dir-" Tembakan sihir bara api mengenai wanita berjubah hitam itu hingga ia terpenta"-iku hei.. setidaknya biarkan aku menyebut namaku.. dasar bocah tengil.." Ucapnya.


  "Tidak perlu.. aku sudah memberikanmu nama yang cocok Backhell! Kembalilah keneraka!!" Ucap Wadma membentuk bola besar panas dan menembakkannya ke wanita itu dengan amarah.


  "Ck!" Wanita itu menghancurkan serangan Wadma dan tersenyum "Lumayan.. tapi kau perlu yang lebih hebat untuk menghancurkanku.." ucapnya kemudian menghela nafas.


  "Dewi? Dewi siapa yang mereka bicarakan?" Ucap Wadma menanyakan pada jubah hitam.


  "Biarkan dewi kami memulihkan dirinya.. sekarang aku adalah lawanmu!!" Ucapnya menyerang Wadma lebih dulu dengan kekuatan esnya. Membuat Wadma hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat menghindar.

__ADS_1


  "Wuhoooho.. hampir aja.." ucap Wadma menghela nafas yang disusul pergerakan jubah hitam menyerang mirkah. "Sepertinya kekekuatan mereka sepadan.." Ucap Wadma yang mendekat ke tubuh mayat anak laki-laki itu dan menyentuhnya untuk menteleportasikannya ke rumah sakit. Randi pun melayangkan pisaunya ke arah Wadma dengan Wadma yang menghindar.


  "Lawanmu adalah aku!" Ucap Randi percaya diri.


  "Yang benar saja.. apa kau punya magis hingga berkata seperti itu?" Wadma menyerangnya dengan es untuk membekukan Randi. Benar saja Randi beku dengan cepat "Sudah?" Tanya Wadma bingung karena itu terlalu mudah.


  "Bisa jelaskan mengapa kau mengurungkan niat untuk membunuhnya?" tanya Mirkah pada jubah hitam sambil terus menyerang. "Bukan urusanmu!!" Ucap Jubah hitam menepis serangan Mirkah dan memojokkannya. "Wah.. kukira kekuatan kalian sama besar.. namun, sepertinya kalian membagi tingkat kekuatan kalian yah.." Ucap Mirkah menyerang lagi dengan sihir yang lebih besar.


  "Jubah hitam!!" Ucap Wadma mencoba membantu jubah hitam menangkis serangan. Namun, sosok yang dihindari datang dan menyerang. Sosok jasad Kartika yang selama ini dicari-cari keberadaannya. "Kartika.. kau.." Wadma bingung namun masih menahan serangan musuh yang kian membesar. "Bodoh.. dia bukan Kartika.. dia Putri Weraa villain dalam legenda.." Ucap Jubah hitam membuat Wadma terkejut dan mengeluarkan sedikit kekuatannya lagi ke arah lawan. "Sial.. kekuatanku tak cukup.." Ucap Putri Weraa.


  "Dewi, ampun dewi! Biar saya yang melakukan tugas untuk menghancurkan mereka dewi.." Ucap Mirkah. "Jangan bodoh! Kekuatanmu dibawahku dan kekuatan gadis jelek itu diatas ku.. bagaimana kau akan mengatasinya sendirian?" Tanya putri Weraa membuat Wadma langsung menyerangnya dan menyegel mereka berdua dengan ikatan sihirnya tingkat 5. "Jelaskan padaku apa yang sebenarnya kalian rencanakan pembunuh berantai? Mengambil banyak nyawa ini untuk apa? Dan.. kenapa kau masih hidup?!" Ucap Wadma dengan jubah hitam menemukan kotak yang terlihat misterius dan memiliki cetakan telapak tangan di bagian atasnya.

__ADS_1


"Jangan sentuh kotak itu!!" Ucap Putri Weraa.


__ADS_2