Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Untuk apa bicara pada orang yang tak mempercayaiku?


__ADS_3

“Pria itu benar-benar mengikuti mereka..” Ucap Wadma.


“Bagaimana sekarang?”


“Aku sudah disini.. jika Allah mengizinkan ini akan baik-baik saja..” Ucap Wadma.


“Dia tidak hanya membawa pisau namun, juga pistol..” Ucap Wadma lagi dan menggenggam tangan Sandi untuk Teleportasi. “Mengapa kita dibelakangnya?” Tanya Sandi.


“Dengar.. sepertinya dia mencoba membunuh Weraa..”


“Kenapa?”


“Kartika.. kau tau dia Indigo kan?” Tanya Wadma.


“Iya.. terlihat jelas ia memperhatikan hantu-hantu disini..”


“Jika begitu..” Wadma berhenti dan menarik Sandi menghadap kesebaliknya. “Ada apa?” Tanya Sandi. “Jangan melihat kearah pria itu..” Ucap wadma memegang kedua pipi sandi. “Apa?” Tanya Sandi yang menggenggam pergelangan tangan Wadma. “Jangan menyentuhku! Aku hanya tak ingin kau jadi gila!! Dia punya teman hantu..” Ucap Wadma.

__ADS_1


Kartika menghilang secara tiba-tiba. Sementara Wadma melihat pria itu pergi karena Wansa dan Weraa yang berbalik ingin membeli jus di pinggir jalan. Namun, saat yang sama Wansa melihat Wadma yang masih memegang kedua pipi Sandi. Weraa pun ikut melihat “Oh! Bukankah itu Wadma?” Tanya Weraa.


“Sudah pergi!” Ucap Wadma melepaskan tangannya dan menghela nafas. Wadma melihat pria itu menaiki bis dan menandai kode bis yang dinaiki pria itu.


“Aku yakin dia punya rencana lain..” Ucap Wadma yang berbalik kebelakang dengan Wansa dan Weraa yang berdiri dihadapannya. “Kalian mengikuti kami?” Tanya Wansa.


“Untuk apa aku mengikuti mu? Kami mengikuti orang lain!”


“Siapa?”


“Dia sepertinya ingin membunuh Weraaa.. aku hanya melihat kilasan.. Aku tak tau rencana aslinya..”


“Aku melihat kalian melewati satu gedung dengan tulisan berwarna orange.. Kalian tak melewatinya??” Tanya Wadma.


Weraa terdiam mengingat memang melewati gedung itu.. dengan Wansa yang menghela nafas. “Aku salah? Baiklah.. kalau begitu aku akan pergi..” Ucap Wadma hendak pergi namun Weraa menghentikan langkah wadma karena berkata “Baiklah kau benar.. Tapi mengapa kau tak menelfon kami?” Tanya Weraa.


“Aku punya no kalian.. tapi aku berpikir bagaimana aku akan melakukannya? Masalahnya aku malas untuk memperpanjang pembicaraan pada orang  yang tak mempercayaiku!!” Ucap Wadma dengan mereka yang terdiam. “CK! Menyebalkan! Ayo Sandi..”

__ADS_1


“Mengapa kau kembali?” Tanya Wansa membuat Wadma berbalik dan melihat Weraa dengan Saksama dan berkata “Ketika mereka menemukan barang yang menarik mereka lupa dengan barang yang ada dirumah.. Jangan membuat pemilik toko kesal.. Karena kau hanya pembeli yang tak mengerti apapun..”


“Apa maksudmu?”


“Dia ingat namamu dan kenanganmu kan? Orang-orang juga sudah mulai mengingatmu… walaupun mereka tak ingat namamu..”


“Wadma..” Ucapan Sandi berhenti saat Wadma menoleh kearahnya.


“Siapa yang lebih kau pilih? Apa kau sangat serakah? Seandainya aku tak mengingatmu.. apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya Wadma.


“Aku akan mengingatnya!!” Tegas Weraa.


“Bahkan kau sempat melupakannya.. Bagaimana kalian bertemu? Apa secara kebetulan?  Wansa mengejar burung yang mengambil Kain miliknya.. Lalu Weraa yang sedang kabur dari para hantu yang meminta bantuan..”


“Bagaimana kau tau??” Tanya Weraa terkejut.


“Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar! Tapi ketika aku sudah kesal hal salah dan menyakitkan pun akan kulakukan!!” Ucap Wadma pergi dengan amarah dan Sandi yang melihat punggung Wadma yang menahan emosinya. Angin bertiup seperti akan ada badai “Ada apa ini?” Tanya Wansa.

__ADS_1


ME_Mawad


KSW_Part33


__ADS_2