Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ayo bermain Skatting!


__ADS_3

“Seragam ini adalah seragam Betlan School dekade sebelumnya.. Dan aku jelas-jelas mengambil gambar sekolah untuk mengirimkannya pada Wadma..” Ucap Sandi.


“Maksudmu??” Tanya saka.


“Dia tak terlihat oleh ku namun ia tertangkap kamera..”


“Lo bisa gak! Jangan bikin gua merinding??” Tanya Saka.


“Gua serius..”


“Cobak lihat..” Ucap Saka yang melihat ponsel itu dan seperti melihat foto itu dengan wajah yang sedih. Saka reflek melempar ponsel Sandi karena melihat mata gadis itu menatap matanya. “Woe! Hp gua! Gua bukan anak sultan kek lo!” Ucap Sandi.


“Dia natap gua!! Jangan ambil hpnya..” Ucap Saka.


Sandi mengambil ponselnya dan melihat foto itu dan keluar dari galery. Seketika dering special dari ponselnya berdering menandakan panggilan dari Wadma.


***


Wansa duduk di taman kota tempat Adri duduk sebelumnya dan mencoba mengingat kalau pertemuan Wansa dan Weraa memang seperti sebuah kejanggalan. “Apa dia yang melakukannya?” Tanya Wansa namun kemudian menggeleng bingung.


Sementara Adri yang hendak duduk kembali di tempat ia merenung sebelumnya. Lagi pula seharusnya ia masih merenung disana. Hanya saja Wadma datang membuat pikirannya semakin kacau. Ia pun berhenti tak jauh dari Wansa yang menundukkan kepala seperti orang putus asa.

__ADS_1


Mengingat Wansa yang datang seketika dan langsung memacari Weraa ditambah dengan Wadma yang entah dari mana membuatnya merasa kesal. “Sedang apa kau?” Tanya Adri tegas.


“Kau ingat aku?” Tanya Wansa terkejut.


“Apa yang kau katakan? Seakan-akan tak ada yang mengingatmu selain Weraa?” Tanya Adri namun Wansa menjawab “Benar..” Dan jawaban itu malah membuat Adri menjadi kesal dan sudah membayangkan sudah memukul Wansa hingga babak belur. Adri melihat hantu yang menjauh dan ketakutan saat melihat Wansa.


“Ck! Apa bahkan para hantu tak berani mendekatimu?” Tanya Adri.


“Itu kekuatanku.. kekuatan yang tak kuinginkan.. Seandainya aku tak mendapat kekuatan ini..”


“Dari mana kau mendapatkannya?”


“Orang tuaku mengingatku.. namun siapa yang akan bertahan saat kau di olok-olok sebagai seorang pembohong?” Tanya Wansa.


“HEi! Jangan membuatku Iba! Bagaimanapun kau!!” Terhenti saat melihat bayangan Wadma yang mengatakan “Pikirkan sebelum bertindak..”


“Haish.. Gadis itu mulai seperti hantu..” Ucap Adri.


“Gadis itu? Owh.. bukankah kau orang yang mencintai Weraa? Apa kau tidak marah saat aku berpacaran dengannya?” Tanya Wansa membuat Adri menunjukkan wajah datarnya yang benar-benar kesal.


“Rasanya aku ingin membunuhmu..” Ucap Adri.

__ADS_1


“Kau sangat mencintainya?” Tanya Wansa dengan Adri yang langsung menonjoknya dan terjadi perkelahian antar Siswa itu.


***


Wadma pergi hendak bertemu Kartika dan hendak mencari jasadnya. Namun, dari jauh ia melihat Saka yang mengebut karena ketakutan melihat Sharika. “Sharika? Dia sudah kembali?” Ucap Wadma yang melihat Weraa pergi dengan Sharika. “Mereka mau kemana?” Tanya Wadma yang masih dengan Skattingnya mendekati Shanti yang bergumam setelah Rinjani masuk ke apartemen. “Paksaan apanya??”


Saras yang mendengar pembicaraan Shanti dan Rinjani adalah soal cinta pun berkata “Kau tak bisa memungkirinya itulah paksaan.. namun kau tetap diberi pilihan.. meninggalkannya atau memperjuangkannya??” Ucap sosok yang datang dengan sepatu skattingnya. “kau?” Tanya Shanti terkejut.


“Woah.. aku rasa kau benar-benar penyihir.. Apa kau benar-benar nyata?? Lihat ini?” Ucap Shanti menyentuh Es yang tepat di bawah sepatu skatting Wadma. “Wow.. ini benar-benar dingin dan nyata.. Bagaimana kau mendapatkannya?” Tanya Shanti.


“Kau ingin terbang?” Tanya Wadma.


“Tentu saja apa aku bisa?”


“Satu pertanyaan untuk satu kali terbang..” Ucap Wadma.


“Apa?”


ME_Mawad


KSW_Part35

__ADS_1


__ADS_2