
“Baiklah.. kalau begitu lupakan itu.. Dimana kita?” Tanya Wadma.
“Betlan School..” Ucap mobil itu.
“wohoh.. Mengapa Weraa kemari?” Tanya Wadma.
“Sandi.. bisakah kau disini saja?” Ucap Wadma melihat aura yang sangat gelap diatas sana..
“Tidak.. aku akan membantumu kali ini..” Ucap Sandi.
“I say no that’s mean no!! Stay Here!!” Ucap Wadma hendak keluar namun Sandi menarik Wadma sedekat mungkin. “Owh.. Maaf nona hari ini aku dipihaknya..” Ucap mobil membuat Wadma dan Sandi bingung. Dan… Sandi yang bersandar dipintu mobil dengan Wadma yang tangannya di dada Sandi pun terjatuh karena pintunya terbuka namun, Wadma tau posisi Sandi bisa membuat Sandi kehilangan lehernya.
Wadma langsung teleport dan mereka ada di dalam mobil lagi dengan menatap satu sama lain. Wadma yang diatas Sandi langsung menuju kursi supir dan memberikan hukuman pada robot mobil itu. Dengan cara pemrogaman yang bisa membuat mobil itu tak nyaman.
“Baiklah.. kau boleh ikut..”
“Aku keluar duluan..” Ucap Wadma lagi.
__ADS_1
Sandi melihat Wadma yang meninggalkan mobil dan datang di depan gerbang sekolah. Sandi menyusul di samping Wadma yang sedang melihat menggunakan kaca matanya. Teman-teman Weraa terlihat meneriaki nama Weraa. “Mereka sudah berpencar..” Ucap Wadma.
“Kau bilang kau bertemu pembunuhnya didalam mimpi? Apa itu benar?” Tanya Sandi.
“Aku tidak tau.. Sandi.. aku sudah memberi kan perisai perlindungan pada mereka.. Kau bawa mereka keluar dari sekolah Okay?”
“Jangan hawatir.. aku tau benar sekolah ini..” Ucap Sandi.
“Kau.. tau?” Tanya Wadma.
“Aku punya teman disini.. Bisa dibilang kami sering kesini sebelum kami tak berteman lagi?”
“Kenapa?” Tanya Wadma.
***
“Jika aku berhasil menemukan jasadnya.. Kartika akan tenang kan..”
“Jangan sampai ia membalaskan dendamnya..” Ucap Weraa pergi ke gudang dan mencari barang yang jikalau terlihat aneh dan mencurigakan. Sementara teman-temannya berpencar dan mencari kesemua ruangan.
Weraa yang sedang mencari jasad Kartika seketika melihat lukisan yang masih terlihat berwarna padahal ia melihat lukisan itu memiliki tanggal yang sudah lama pekiraan 17 tahun yang lalu. “Bagaimana lukisan ini bisa tetap seperti baru?” Tanya Wadma yang menyentuh lukisan itu sementara ada sosok berjubah hitam yang siap memukulnya.
__ADS_1
“Weraa!!” Ucap Wadma yang membuat Weraa melihatnya.
“Teman-temanmu mencarimu..” Ucap Wadma dengan Weraa yang tak melihat jubah hitam itu. Sementara Wadma berpura-pura tak melihatnya karena jika ia mengatakan melihatnya dia akan bisa bergerak kembali.
“Sebentar.. lihat ini.. Lukisan ini sudah berusia 17 tahun yang lalu.. aku penasaran bagaimana ia bisa bertahan padahal ini di kertas.. yang hanya di tempelkan didinding.. Eh.. Wadma ada namanya..” Ucap Weraa.
“Jangan dibaca..” Batin Wadma menuju Weraa Namun, itu membuat si jubah hitam menjatuhkan tongkat basbaal nya dan melihat Wadma karena ia bisa mendengar batin Wadma.
“Mengapa” Tanya Weraa sementara jubah hitam itu masih menatap Wadma. Wadma bertatapan dengan mata jubah hitam itu yang langsung mencekik Wadma hiingga tergantung didinding. Weraa yang melihat itu langsung berteriak “Wadmaaaa!!!” Triak Weraa yang terdengar oleh Sandi dan yang lain.
***
“Sandi dimana sih? Di Uks udah kagak ada.. dikantin gk ada.. mereka kemana cobak?” Keluh saka kesal.
Wansa datang seketika membuat Adri langsung berdiri dihadapannya. “ada apa?” Tanya Adri ketus. “Gua cuman mau bilang ke Sandi.. Tapi kayaknya dia gk ada di UKS.. Bilang kedia.. Jahui sepupu gua!!” Ucap Wansa.
“Lo baru ngakui dia sepupu lo? Lo tau gk yang peduli sewaktu Wadma sakit tuh siapa dan yang suka nanyai kabar Wadma tuh siapa?” Ucap Saka.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part47