Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Misteri baru selalu datang, bahkan saat misteri lama belum diselesaikan..


__ADS_3

  “Sebenarnya ini bukan salah dia.. Seharusnya aku sadar sejak kecelakaan itu.. Aku pikir sifatnya berubah karena ia hilang ingatan tapi ternyata dia memang orang lain.. Dan aku tak tau sama sekali..”


  “Tapi, bukankah seharusnya weraa yang asli mendatangimu dan menceritakan kebenarannya??” Tanya Shanti.


  “Dia..”


  “Jika dia memang menganggapmu teman? Bukankah seharusnya ia datang padamu untuk memberitau kebenaran semua ini?” Tanya Shanti lagi.


  “itu…”


  “Tidak kan??”


  “Terserah kalian saja!” Ucap Sheli pergi.


  Weraa hanya memandang pintu kamarnya yang disisi lain tempat temannya beradu mulut karena nya. “Memiliki emosi seperti ini membuat ku kesal..” Ucap Weraa mengingat ia meredupkan emosinya secara dalam setelah kejadian hari itu.


  Sheli pergi ke pantai dan memandang lautan. Duduk di tepi pantai adalah hal yang bisa membuatnya tenang. Sementara itu Wadma sedang di rumahnya bersama Sandi, Wansa, Dinda dan 3 hantu. Ups, lebih tepatnya 4 hantu. “Mereka berkelahi..” Ucap Wadma.


  “Siapa?” Tanya Sandi.


  “Sheli.. dan yang lain.. untungnya perkelahian perempuan hanya adu mulut..” Ucap Wadma duduk memainkan ponselnya.


  “Sheli?” Tanya Weraa.


  “Kau sering mengawasi tubuhmu.. lalu mengapa kau tak memberi taunya?” Tanya Wadma.

__ADS_1


  “Gadis itu hilang ingatan.. tak hanya itu saat aku mencoba mendekatinya dia malah lari.. kau ingat hari itu kan?” Tanya Hantu Weraa.


  “Haish.. kau benar.. jika dia lupa namanya bagaimana kita akan memanggil kalian secara berbeda?” Tanya Wadma.


  “Apa maksudmu?” Tanya Wansa.


  “Kita harus mengganti nama gadis yang ada ditubuh Weraa!! Bagaimana kau bisa menyebutnya Weraa sementara Weraa yang asli ada di tempat yang sama?” Tanya Wadma.


  “Tapi.. itu akan menyakiti perasaannya..” Ucap Weraa menatap kosong.


  “Cih! Dia bahkan sama sekali tak berpikir kau butuh bantuan.. mengapa dia lari saat melihatmu? Aku tidak yakin dia sepenuhnya tak mengerti apapun..” Ucap Wadma.


  “Wadma!! Jangan memprovokasiku!!” Ucap Wansa.


  “Kenapa? Kau marah karena aku meragukan orang yang kau suka itu?” Tanya Wadma.


  “Aku pikir dia tidak salah Wadma.. Dilihat bagaimana cara dia ingin membongkar kebenaran kami.. dia sangat tulus..” Ucap kartika namun Wadma tertawa.


  “Haha.. Tulus.. Ya! Kau sudah mati beberapa tahun lalu.. Bagaimana kau menilai orang yang lebih muda darimu? Mereka semua sangat mudah melakukan sandiwara..” Ucap Wadma.


  “Wadma hentikan..” Ucap Wansa.


  “Kenapa? Semakin banyak yang sudah mengingatmu.. kau semakin mengesalkan.. hah.. benar.. kau tak memerlukanku lagi sebagai orang satu-satunya yang mengingatmu.. untuk apa kau percaya padaku..”


   “...”

__ADS_1


  “Pria jubah hitam kemarin.. apa kau tak mengenalinya?” Tanya Sharika mengalihkan topik. Wadma langsung bersandar disofa dengan kesal dan menatap mereka semua..


  “Cevin!!” Ucap Wadma dengan Cevin yang datang disampingnya Wadma membuat semua terkejut.


  “Aku bertanya pada kakakmu.. dan menemukan beribu pria yang memiliki bekas luka di wajah mereka.. Dan mencari data kemungkinan mereka yang memiliki jubah hitam itu..”


  “Aku tidak yakin.. bukankah dia penyihir?” Tanya Wadma yang menatap Cevin sementara Cevin tersenyum dan mengatakan “Kau sendiri mengatakan ia mendapat kekuatan itu karena jubah hitam itu kan?”


  “Jubah itu.. pasti dibuat oleh penyihir.. Dan aku yakin dia adalah penyihir legenda.. Jadi.. karena kau adalah seniorku.. apa kau tau sesuatu?” Tanya Wadma.


  Cevin diam dan tersenyum dengan kepala yang menggeleng. Wadma menghela nafas dan melihat semua dokument foto itu. “Dia tak ada disini..”


  “Bagaimana kau tau?” Tanya Cantika.


  “Dia memberiku pengaruh.. Saat aku melihat matanya aku sedikit merasa aneh..”


  “Itulah mengapa kau tak melukainya dengan berat?” Tanya Cevin.


  “Dia punya pengaruh yang kuat.. aku mencoba menyakitinya.. namun, sepertinya ada penghalang yang sangat kuat..” Ucap Wadma ingat saat ia melukai pria berjubah.. dirinya juga merasa sakit di pipinya.


  “Bagaimana dengan tubuhku?” Tanya Kartika.


  “Aku bisa melindungi jasadmu.. tapi aku tak bisa menemukannya dimana.. aku sendiri bingung bagaimana bisa seperti itu..” Ucap Wadma.


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part61


__ADS_2