Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.88


__ADS_3

  "Kau anak yang baik.. terkadang niat baik memang butuh pengorbanan.. trimakasih.. aku mewakili pasar ini nak.. dan.. bertahanlah pada hati yang kuat.." Ucap nenek itu.


Ep.88


  "Nenek jangan hawatir nek.. kalian juga semua yang ada disini jangan hawatir.. aku yang akan mengganti semua kerugian kalian cash.. hitung saja total pendapatan kalian hari ini bahkan sayur yang tidak rusak.." ucap Windy dengan Ririn berkata "Sultan memang beda". Para pedagang langsung menghitung pendapatan mereka hari ini tanpa mengatakan terimakasih.


  "Lihat nak.. sebenarnya sifat mereka ini yang membuat para preman itu sering kemari merusak segalanya" ucap nenek itu.


  "Memang apa yang terjadi nek?" tanya Dinda.


  "Para preman itu adalah sekumpulan para pengemis yang meminta minta dulunya dipasar ini.. mereka selalu diusir dan di pandang buruk seakan pengemis adalah manusia paling hina di mata para pedagang sini.. Sampai salah satu dari mereka berjanji akan membalas perlakuan mereka"


  "Tapi..." Ucapan Ririn di sela Windy.


  "Sudahlah rin.. itu Paman Darga dah datang.."

__ADS_1


  "Ini uangnya non.." Ucap Darga.


  "Bagiin aja sebanyak yang mereka hitung.. perkirakan juga kemungkinan mereka ada yang berbohong.." Ucap Windy.


  "Baik non.." Ucap Darga dengan memerintahkan bodyguard lain sesuai instruksi.


  Ririn yang baru kali ini melihat Darga bingung dan sepertinya Darga adalah ketua bodyguard yang baru. "Om itu baru yah?" Tanya Ririn. Darga yang mendengar pertanyaan itu menanyakan kembali apa yang dilakukan Windy di pasar tradisional.


  "Nona.. nona tak biasanya berbelanja sendiri apalagi di pasar seperti ini.. apa ada sesuatu yang terjadi??"


  Mereka bertiga pergi ke area lain dari pasar untuk mencari barang yang kurang. "Kau belum beritahu dia siapa kau?" Tanya nenek itu membuat Darga tertegun kaget. "Hidup kalian sungguh rumit.. entah apa yang maha kuasa takdirkan untuk akhir dari legenda dan kehidupan sekitar gadis bernama wadma itu.." Ucap nenek yang kemudian mengambil sayur-sayuranya.


  "... Sepertinya kau salah satu penyihir seperti si Cevin itu.. berapa usiamu hingga fisikmu sampai setua ini?" Tanya Darga.


  "Katakan pada gadis itu.. bahwa aku mulai sekarang akan mendukungnya.. aku akan mulai mengembalikan ingatan wadma kalian agar ia menemukan titik terang, sebagai gantinya aku akan memiliki nasib seperti dongeng ariel... Sihir ku bekerja lebih lambat karena aku sudah tua.. lalu katakan pada Wadma sampaikan pesanku sebelum daun itu gugur.. dan katakan padanya aku meminta maaf atas daun itu.." Ucap nenek itu yang kemudian meminta bodyguard lain mencatat ganti ruginya.

__ADS_1


  "Paman?! Apa ada masalah?" Tanya Windy.


  "Tidak non.. semua baik-baik saja.. nona ingin kemana biar saya antar?" Ucap Darga dengan Windy yang memandang kedua gadis disebelahnya yaitu Ririn dan Dinda. "Yaudah deh.. tpi.. paman harus nyimpan rahasia yah dari mama.." Ucap Windy dengan Darga mengangguk.


***


  “Itu.. karena.. dari awal Wadma memberi pelindung khusus pada orang yang hubungannya dekat dengannya.." Ucap Wansa.


  "Kau sudah tau itu lalu mengapa kau membencinya?" Tanya Hoshi.


  "Aku tak memintanya.. dia melakukan semua seperti yang ia inginkan tanpa bertanya apa orang yang bersangkutan senang dengan hal itu atau tidak.. termasuk sihir acak ini didorong karena dia ingin aku selalu menjadi temannya yang akan selalu mensosialisasikannya.." Ucap Wansa.


  "Kau tau waktu itu dia hanya seorang anak kecil.." ucap Hoshi.


  "Tidak ... Mungkin benar dia anak kecil tapi ia lebih dewasa dan sudah menyadari kemampuannya ..."

__ADS_1


  "Kau ingin bilang bahwa Wadma sengaja?" Tanya Wanda.


__ADS_2