
“Ah.. Adri.. kurasa kau yang benar-benar terlibat..”
“Dengar! Kami tak mengenalmu mengapa kau begitu memaksa kami?” Tanya Rinjani.
“Aku sedang menangani kasus Betlan School! Sekali terlibat maka akan terus terlibat sampai akhir.. sampai para arwah itu kembali dan sudah pasti sampai pembunuhnya ditemukan..”
“Siapa kau??” Tanya Adri.
“Ada apa? Apa aku masuk kemimpimu?” Ucap Wadma tersenyum memanggil pelayan. “Pelayan?” Ucap Wadma. Dengan pelayan memberikan ice cream semangkuk penuh.
“Kalian tak memesan? Aku yang traktir!” Ucap Wadma.
“Tidak! Kami tak mengenalmu! Untuk apa kami mematuhimu!” Ucap Windy berdiri namun berhenti tak bisa menggerakkan kakinya dan langsung menatap Wadma.
“Pergilah.. Untuk apa kau disini?” Tanya Wadma dengan senyum liciknya.
“Ada apa Win?” Tanya Rinjani sementara Weraa dan Wansa menatap tajam Wadma.
“Wohohoho.. Kalian menatapku tajam?” Tanya Wadma.
__ADS_1
“Lepaskan dia!” Ucap Weraa datar.
“Sekali terlibat akan terlibat! Kalian tak bisa melepaskan diri! Kau sejauh ini mencari tau soal Cantika dan masih belum ada perkembangan dan malah berpacaran dengan Wansa.. Dan kau.. Haish” Namun, seketika sandi menelfon. “Sandi telfon.. Duduk lah dan pesan makanan dulu!” Pinta Wadma dengan semua menatapnya kesal dan bingung. “Silahkan nona dan tuan ingin pesan apa?” Tanya Pelayan.
“Halo?” Tanya Wadma meninggalkan meja makan dan melihat pemandangan diluar melalui kaca transparan mall. “Kau dimana?” Tanya Sandi. “Di Mall milik Song arvandita! Kau bisa kemari.. kami dibagian Canteen..” Ucap Wadma yang terdiam melihat sosok pria yang memakai Hodie hitam dan tengah diikuti salah satu hantu yang ada dimimpinya.
“Tetap disana jangan kemana-mana!” Ucap Sandi.
“Tidak bisa!” Ucap Wadma ke meja makan dan membereskan tasnya sambil memutuskan panggilan. “Kalian tetap disini mengerti! Aku akan menangkap pria itu!” Pinta Wadma membebaskan mereka untuk leluasa bergerak.
“Hah?” Tanya sandi berlari masuk namun, tak sengaja menabrak pria yang dilihat Wadma. “Ah.. maaf aku sedang buru-buru..” Ucap Sandi bergegas dan hanya melihat sekilas pria berhodie itu dan pacarnya.
***
“Dimana pria itu??” Keluh Wadma melihat kesana kemari dan melihat Hantu yang sangat mirip dengan Weraa. Namun, Hantu itu sama sekali tak bermaksud menyapa atau menakuti Wadma. Hantu itu kembali mengikuti pria berhodie yang ada dibelakang Wadma.
“Kau ingin makan apa sore ini?” Tanya pria itu.
“Bagaimana kalau kita beli ketoprak biasa saja! Aku bosan hidup mewah denganmu..”
__ADS_1
“Bosan?!” Gumam Wadma melihat pria berhodie itu lagi Dan mengikutinya.
***
“Angkat!! Angkat!!”
“Mengapa kau sangat hawatir? Apa dia pacarmu?” Tanya Adri.
“Dia teman ku! Apa kalian tak mengenalnya?” Tanya Sandi.
“.. Tidak..” Ucap Sheli dengan semua menggeleng.
“Haish.. buka ponsel kalian! Searching nama Wadma Dwijaya..” Ucap Sandi duduk dikursi Wadma dan melihat ice cream yang mencair. “Dia masih suka ice cream ini..” Ucap Sandi yang kembali menelfon Wadma namun tak ada jawaban.
“Wow.. Apa ini.. Ponsel kalian sama? Casing nya juga jelas sekali tanda kalian pacaran..” Ucap Sarah mencoba menyadarkan Adri lagi.
“Benar! Kami berpacaran.. memang kenapa? Jangan urusin kami! Urus dirimu Sarah! Sampai kapan kau akan jomlo?” Tanya Weraa.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part28