
“Permisi.. maaf, tapi anda membuat lift ini tak bekerja jika anda berdiri disana..”
“Ah.. maaf..” Ucap Weraa mundur dengan tatapan kosong. Weraa melihat lagi ke lift dan melihat pria itu tersenyum dan menghela nafas. Namun, terlihat wajah pria itu yang langsung berubah bingung karena air mata weraa yang terjatuh tanpa sadar.
Weraa mengusap air matanya dengan memandang bingung. “Ini.. apa aku menangis?” Tanya Weraa sementara Nisa datang terengah-engah. “Hei!! apa yang kau lakukan?” Tanya Nisa.
“Hah?” Tanya Weraa yang masih bingung.
“Hei? Kau menangis? Aneh sekali.. kau menangis karena apa?” Tanya Nisa.
“aku tidak tau..”
“Sudahlah.. ayo! Santi sudah menunggu..” Ucap Nisa.
***
“Kau tidak ingat aku.. tapi kau menangis saat aku menjauh.. Weraa.. nama yang bagus..” Ucap nya keluar dari lift dan berpapasan dengan Adri.
“Sebentar..”
“Ya?” Tanya Wansa.
“Apa kau kenal Weraa? Ah.. Atau kau pacarnya?” Tanya Adri.
“Dia..” Wansa melihat Cantika yang seharusnya dengan Weraa.
__ADS_1
“Wow.. kau juga Indigo.. Arwah satu ini ingin aku mengantarnya pada Weraa.. Dia sangat mengganggu ku..” Ucap Adri.
“Hati-hati..”
***
“Eh? Dimana Cantika?” Tanya Santi.
“Dia mengikuti senior satu yang bertemu dengan kita saat dikantin tadi.. Aku tak ingat namanya..” Ucap Weraa.
“Dasar.. Sejak kapan kau akan ingat nama pria?” Tanya Santi.
“Tapi sangat mudah mengingat nama hantu.. Tapi aku yakin dia manusia dan aku hanya ingin mengingat namanya..”
“Hah.. terkadang aku cemburu pada para arwah itu.. Kau lebih peduli pada mereka dari pada manusia..”
Seketika bel berbunyi dan mengejutkan 3 gadis itu. Pasalnya mereka tak memiliki janji dengan yang lain dan itu berarti ada tamu yang tak diundang. “Siapa sih..” Ucap Santi melihat Cantika yang menunjukkan wajah seramnya. “Aaaaaaaaaaaa..” Triak Santi sementara Weraa makan dengan santai.
“Ada apa san??” Tanya Nisa berdiri dan melihat tak ada apa-apa selain Adri senior mereka yang tersenyum. Atau lebih tepatnya diantara 8 gadis itu yang Indigo hanyalah Weraa, Santi, Windy, dan Sheli. Namun, selain Weraa sisanya hidup dengan normal dan tak ikut campur dalam urusan para arwah.
***
“Cantika! Ikut aku..” Ucap Weraa masuk kekamar.
“Apa yang dia lakukan..”
__ADS_1
“Dia.. bisa menyiksa arwah penasaran..” Ucap Santi.
“Hah?”
“Itu karena Weraa tak menyukai pria.. sementara dia membawa pria kemari..” Ucap Nisa.
“Hei!! Aku hanya mengantarnya kemari…” Ucap Adri.
“Huaaaaa!! Weraa kau sangat kejam!! Huaaa!!” Rengek Cantika.
“Kau ingin ku bunuh? Tutup mulutmu!!” Bentak Weraa.
“kenapa? Kenapa kau ingn membunuhku? Aku sudah mati.. Kalian masih bisa menikmati masa remaja.. Jatuh cinta.. kau tau aku selalu membayangkan mencium bibir orang yang kucintai..” Ucap Cantika membuat Santi tersedak. “Kenapa?” Tanya Nisa.
“Cantika ingin mencium bibir gebetannya..” Ucap Weraa santai.
“What?” Tanya Nisa berdiri memukul meja.
“Tapi.. aku dengar kau menyukai temanku kan?” Tanya Adri membuat Weraa langsung menatapnya.
Cantika tak ingat apapun dikehidupan sebelumnya. Yang ia ingat ia meninggal karena di bunuh dengan pisau dan dijatuhkan dari atap sekolah. Dia bahkan tak ingat siapa pembunuhnya.. Bahkan ia tak tau pembunuh itu laki-laki atau perempuan.
“Weraa mengarahkan garpunya kehadapan Adri”
“Bantu aku atau kau akan sengsara..”
__ADS_1
#ME_Mawad
#KSW_Part6