Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Dia tau lebih banyak, namun masih saja merahasiakan seorang diri


__ADS_3

  “Nisa juga pinsan..” Ucap Shanti.


  “Wadma… Apa mereka hantu baik?” Tanya Sandi berbisik.


  “Percayalah.. sejujurnya aku juga tidak tau..” Ucap Wadma dengan semua hantu itu tersenyum. Sementara Sharika, dan Cantika menarik Kartika kebelakang Shanti. Wadma menteleportkan Sandi, Wansa dan Weraa dengan yang lainnya agar pelindung Wansa bisa melindungi mereka sementara Wadma masih diam melihat sekelilingnya.


  “Yaampun..” Ucap Sandi membuat semua melihatnya dan Windy yang bertanya “Ada apa?”


  “Wadma.. Dia baru pulih.. kepribadiannya bisa berubah bila ia melewati batas lagi.. Bisa terlihat seperti orang gila..”


  “Hei! Aku mendengarmu Sandi!” Ucap Wadma yang menghadap kebelakang dengan semua hantu itu hendak menyerang. Namun, Wadma langsung membuat sinar itu menyebar seperti serbuk kuning yang indah membuat para hantu itu berteriak kesakitan.


  “Yaaampun.. Kalian mengerikan sekali.. Untunglah kepribadianku sudah kuatasi..”


  “Hentikan serbuk-serbuk ini..” Triak semua hantu itu.


  “Dendam, kebencian, tidak terima, ingin membunuh, semua itu adalah nafsu para hantu..” Ucap Wadma berjalan ke hadapan salah satu hantu yang sudah hampir mencekiknya. “Berhentilah melakukan itu.. Tenangkan diri kalian dulu .. jika tidak serbuk itu tak akan berhenti..” Ucap Wadma sementara Kartika yang tersadar merasa kasihan dan memohon agar Wadma menghentikannya.


  “Wadma.. kau menyakiti mereka..” Ucap Kartika.

__ADS_1


  “3,2,1..” Ucap Wadma menghilangkan semua serbuk dan semua hantu itu kembali menyerang Wadma. Namun, Wadma memunculkan pedang sinar yang melindunginya. “Jika kalian mendekat kalian akan.. Yah.. menghilang.. aku bilang tenangkan diri kalian!” Ucap Wadma lagi.


  “Diam!! Kau tak tau apapun!!” Bentak suara yang terasa tak asing bagi Wadma dan yang lainnya. Dan mengejutkan Wansa serta Weraa sendiri. Semua hantu langsung bersujud pada gadis hantu itu dan membuat Wadma memunculkan panah sihirnya yang berkilauan. “Kau ingin membunuhku?” Tanya gadis itu lagi.


  “Bagaimana wajahnya??” Tanya Sandi yang ingat foto di ponselnya.


  “Mirip Weraa..” Ucap Shanti.


  “Tak mungkin..” Ucap Ririn yang baru sadar dan pinsan lagi.


  “Kau!!” Ucap Sharika dengan ia yang langsung disamping Wadma disusul Kartika dan Cantika.


  “Jangan menatap mataku!” Ucap Gadis hantu itu.


  “Kau menjadi pemimpin dari semua hantu disini? Kau masih dendam namun kau juga mencintai? Apa yang kau inginkan sebenarnya?” Tanya Wadma.


  “Aku hanya mambantunya.. Aku sedikit beratanya-tanya bagaimana gadis itu bisa ada ditubuhku sementara aku bergentayangan di dunia sebagai hantu?” Tanya gadis hantu itu.


  “Song Weraa apa kau masih tak bisa menerima kematianmu?” Tanya Wadma.

__ADS_1


  “Bagaimana aku bisa menerimanya?!! Kau! Kau memberikanku kemampuan untuk mengingat pria itu?! Lalu kau pergi keluar negeri? Kau lihat apa yang terjadi sekarang? Pria gila si jubah itu membunuhku dan memasukkan arwah gadis itu! Yang disana! Siapa dia?! Mengapa kau membiarkannya?!” Bentak Hantu Weraa itu.


  “Apa ini?” Tanya Weraa terkejut dan hendak keluar dari perlindungan Wansa namun Wadma mendorong Weraa dengan kekuatannya. “Hei!! Kau!! Mengapa kau mendorongnya?!!” Bentak Hantu Weraa namun Cantika malah meneriaki dan menjawab dengan kesal “Mengapa kau tak menghentikannya saja?” Tanya Cantika menatap hantu Weraa.


  “Hei! Jangan berani menatapku! Atau kau akan..” Ucapan hantu weraa disela Wadma.


  “Kau tak bisa!”


  “apa?”


  “Dia tak akan menjadi abu meski kau menatapnya.. Kekuatan itu hanya aku dan aku tak pernah memberikannya pada siapapun.. Hantu yang kau tatap dan berubah menjadi abu itu karena tatapanku.. Aku muak karena para hantu itu memiliki rasa dendam yang kuat..”


  “apa maksudmu?” Tanya gadis hantu itu mencoba menampar Wadma namun tak bisa karena tangannya menembus Wadma.


  “Ck! Tak bisa menampar?” Tanya Wadma.


  “Bagaimana bisa?” Tanya Gadis hantu itu.


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part50


__ADS_2