Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Cause it's not love, So you are not respect anymore?


__ADS_3

  “Lo baru ngakui dia sepupu lo? Lo tau gk yang peduli sewaktu Wadma sakit tuh siapa dan yang suka nanyai kabar Wadma tuh siapa?” Ucap Saka.


  “Gua cuman gak mau sepupu gua salah percaya sama orang.. Karena gua liat Sandi kalian itu gak pantes buat sepupu gua!!” Ucap Wansa.


  “apa maksud lo?” Tanya Adri mendekat berhadapan dengan Wansa.


  “Lo tau Wadma siapa dan Sandi siapa kan?” Tanya Wansa yang kemudian tersenyum sinis “Sandi tuh cuman bisa jadi  beban!”


  “Beban?? Lo gak sadar sama diri lo sendiri yah??” Tanya Saka membuat Wansa menatapnya tajam. “Wadma dia butuh perhatian dari sepupu lamanya.. Tapi, percuma sih.. lo kan dah jatuh cinta sama sih Weraa.. Dan lo malah nyuruh orang yang merhatiin dia buat ngejauh? Kenapa lo gak bunuh si Wadma aja sekalian?” Ucap Saka pergi.


  “Dasar aneh.. tiba-tiba muncul dan ngurus hidup orang lain.. Mending lo urus weraa aja sana! Gua dah gak peduli lagi.. Soal Wadma dia lebih bahagia bareng Sandi! Mereka bukan barang yang bisa lo ambil keduanya.. kalau gak bisa sebagai kakak sepupu gak usah membuatnya menderita… Cih! Greedy…” Ucap Adri menyusul Saka.

__ADS_1


  “Aku.. membuatnya menderita?” Tanya Wansa bingung dan mendengar suara Weraa yang berteriak nama Wadma. “Weraa??” Tanya Wansa yang langsung datang dan melihat Wadma berusaha lepas dari jubah hitam itu. Wansa mendekat dan membentak “Lepaskan dia!!” Bentak Wansa dengan Jubah hitam itu yang membuat Wansa melayang dan tak bisa lepas seperti ada yang mencengkeramnya didinding.


  “Siapa kau?” Tanya Wadma.


  “Aku? Kau bertanya siapa aku?”


  “Aku tau kau bukan hantu! Kau adalah pembunuh berantai itu kan?” Ucap Wadma membuat Weraa dan Wansa terkejut.


  “Aku kemari bukan untuk menantangmu.. Aku ingin kau sadar perbuatanmu salah! Kembalikan jasad Kartika!!” Ucap Wadma dengan seketika Kartika menyerang Jubah hitam itu dan Wadma yang terlepas sementara Sandi dan yang lainnya baru saja datang.


   Sandi langsung menanyakan keadaan Wadma yang langsung dipeluknya dan melihat bekas cekikan yang merah. “Sandi.. Kau..” Ucapan Wadma terhenti karena Kartika yang menyerang pembunuh itu. “Kartika berhenti..” Ucap Wadma memegangi lehernya. Kartika mencekik Jubah hitam dan menjadi hantu yang mengerikan.. “Kau.. memasukkanku ke peti mana hah? Dimana jasadku??!!” Bentak Kartika dengan jubah hitam yang mengibaskan jubahnya dan membuat Kartika terlempar jauh.

__ADS_1


  “Kartika!!” Triak Wadma yang hendak menyusul kartika namun jubah hitam itu mendorong Wadma ke arah dinding. Untungnya Sandi ada di belakang Wadma entah bagaimana caranya membuat semuanya bingung. Ada yang berbeda dari Sandi.. tapi apa?? lebih tepatnya sejak kapan??


  “bagaimana??” Tanya Wadma sementara Jubah Hitam membuat semua barang-barang disana melayang dan Wadma langsung berada dihadapan barang-barang itu dan mendorong semua barang itu ke arah jubah hitam yang kemudian berpindah ke belakang Wadma hendak menyiku punggung Wadma. Namun, Wadma lebih dulu menyerangnya dengan pisau yang muncul di tangannya.


  “Ck! Sedikit lagi!!” Ucap Wadma yang berhasil menggores pipi jubah hitam itu walau masih menahan rasa sakit dari bekas cekikan Jubah hitam itu. “Sial..” Ucap Jubah hitam itu pergi dan Wadma yang langsung berbalik dengan larinya yang cepat dan mencari Kartika. “Wadma kau mau kemana?” Tanya Windy.


  “Kartika.. dia harus kutemukan!! Dia harus dinetralkan kembali!! Jangan sampai ada dendam lagi..” Ucap Wadma yang memegang lehernya sendiri dan menyembuhkan diri sendiri. “Kalian sebaiknya kembali..” Ucap Wadma.


#ME_Mawad


#KSW_Part48

__ADS_1


__ADS_2