
“Saat hantu melakukan pembalasan dendam maka hantu akan menjadi abu kan? Dengan kata lain mereka tetap dalam keadaan tidak tenang.. Menurutmu.. apa mereka akan melakukan Hal yang sama?? Menyia-nyiakan waktu hanya untuk membalas dendam..”
“Karena itu mereka meminta bantuan pada orang-orang indigo..” Ucap Weraa lagi seketika melihat Wadma yang datang ke Coffe Shop dan melihat sekeliling.
“Wadma?”
***
Keesokan harinya Wansa mengejutkan semua orang sebagai siswa popular yang bersaing menempati posisi pertama Adri. Tingkat kepopularan Wansa tidak biasa karena semua murid bahkan sudah tau siapa Wansa di hari pertama. Namun, tidak dengan status hubungannya dengan Weraa.
“Adri.. Kau baik-baik saja? Kursimu akan diambil!” Ucap Dani yang mencoba mencari masalah membuat Sandi merasa jijik karena yang Dani lakukan sangat kekanak-kanakan.
“Kenapa? Kalian diam?? Menurutmu apa yang akan terjadi yah.. Aku juga dengar gossip Weraa sang pewaris keluarganya itu.. mengantar Wansa kekantor dengan menjadikan sopirnya sebagai Walinya.. Rasanya tidak mungkin jika ia tak punya hubungan special dengan Weraa..”
Terlihat Adri yang mengepalkan tangan sementara Saka langsung menepuk pundak Adri dan mengajak Adri pergi meninggalkan Dani dan gangnya. “Ayo.. sepertinya aku merasa ada Syaiton.. soalnya aku merasa merinding nih! Ayo Adri..”
__ADS_1
“Omong-omong.. aku dengar kalian bertiga pernah diteror dengan hantu korban dari Betlan School.. Jangan-jangan kalian yang membunuhnya??” Ucap Dani membuat langkah Adri dan Saka terhenti sementara Sandi yang memainkan ponselnya menatap tajam Dani.
“Apa?? Mengapa kau menatapku seperti itu??” Tanya Dani.
“Kau tau sesuatu tentangmu??” Tanya Sandi yang meletakkan ponselnya di saku.
“Apa maksudmu?” Tanya Dani.
“Penggossip..”
“HEi!!!” Ucapnya dengan pukulan yang terhenti karena Wadma yang datang dengan stylenya. “Berhentilah Penggossip!!” Ucap Wadma membuat tangan Dani terhenti dangan sihirnya dan datang ke arah 2 orang siswa yang hampir membuat keributan itu. Wadma membuka kaca matanya dan berkata “Kau berhenti memukulnya saat aku mengatakan kau Penggossip.. Apa kau benar-benar seorang penggossip?” Tanya Wadma sementara semuanya tertawa kecil.
“Peringatan pertama!” Ucap Wadma dengan mata yang menatap tajam Dani.
“Ck! Kau pikir aku takut pada gadis? Lihat dirimu! Seorang gadis yang terlihat lemah..” Ucapan Dani disela Sandi “HEi! Jaga perkataanmu saat bicara dengan gadis ini.. Kau akan menyesalinya nanti jika terus memakinya..” Ucap Sandi.
__ADS_1
“Sandi:v kau membuatnya mendapat peringatan ke 2! Kartu kuning..” Ucap Wadma menunjukkan kartu dan membolak balikkannya.
“Kau kira ini permainan bola? Owh.. sandi? Apa dia pacarmu? Ternyata seorang pria yang pernah bermalam dengan wanita bar bisa mendapat wanita baik-baik sepertinya?? Wah.. kukira kau akan jadi lebih buruk saat berteman dengan Adri si..” Terhenti saat Wadma menunjukkan kartu kuningnya dan memutar kartu itu yang kemudian berubah menjadi warna merah membuat semua orang terkejut dengan Dani yang tertawa mengambil kartu yang dikiranya bukan hanya satu kartu.
“Hahaha.. kau ingin menipuku? Aku tau benar ini ada dua! Kalian semua lihat ini!” Ucapnya mencoba mencari helai kartu lain namun tak menemukannya. “Bagaimana? Ada satu atau dua?” Tanya Sandi tertawa sinis. “Bagaimana bisa? Siapa wanita ini? Owh!!.. Atau Jangan-jangan Wanita ini juga sudah tidur dengan kau Sandi..” Tanya Dani yang langsung mendapat pukulan oleh Sandi.
Semua terkejut karena Sandi tak pernah terpancing emosi sebelumnya. “Kau..” Ucap Dani geram karena darah dari bibirnya dan hendak memukul Sandi namun Wadma menarik Sandi kebelakangnya dan menangkis pukulan Dani yang kemudian di dorong hingga Dani terjatuh terlentang. “Apa dia sekuat itu?” Tanya Saka.
“Wadma.. biarkan aku yang..” Ucapan Sandi terhenti saat Wadma mulai menunjuk kartu yang ada di depan Dani yang sudah duduk memegangi dadanya.
“Kau lihat kartu merah itu? Saat aku menghitung mundur maka secara perlahan kartu itu akan berubah menjadi hitam.. Sebaiknya minta maaf sekarang atau kau akan mendapat Sengatan yang luar biasa ganasnya setelah kartu itu hitam sepenuhnya..”
“Apa maksudmu? Siapa kau sebenarnya?!!” Bentak Dani.
“Jangan hawatir karena kau tak akan mati… Mungkin kau bisa menyebut ini sebagai hadiah kejutan karena sudah menyakiti perasaan orang lain.. mungkin yang kau lakukan hanya kata-kata tapi, Jika sudah hati dan perasaan.. Kau bisa benar-benar dalam bahaya..”
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part37