Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Cara melihat perasaan adalah dari perlakuannya.


__ADS_3

“Ah.. benar.. korbanku yang memanggilmu kan? Dan si Weraa itu akan mendapat masalah karena ia berani ikut campur.. Kalian semua akan kuhancurkan..” Ucap pria itu dengan Wadma terbangun dan duduk menutup matanya menggunakan tangannya. Sandi membuka pintu dan datang sendirian karena Saka harus kembali kekelas.


Sandi melihat Wadma yang bersandar di dinding mengehela nafas untuk menenangkan dirinya sendiri. “Ada apa?” Tanya Sandi duduk dan memeriksa kening Wadma yang sempat menatap Sandi dan memegang tangan Sandi yang hangat. “Aku bermimpi ada yang menggunakan kekuatan kegelapan di kota ini.. Dia adalah pembunuh berantai itu.. Dia berniat mencelakai Weraa dan teman-temannya..” Ucap Wadma.


***


Sementara Adri sedang bersama gadis yang sebelumnya sempat gila di ruang BK. “Bu.. gadis ini indigo seperti saya dan tanpa sengaja ia menatap sesuatu yang menyihirnya menjadi gila..”


“Bagaimana ibu bisa percaya pada kalian berdua?” Tanya guru itu.


“Wadma ada disana.. dia yang membuatku tersadar kembali dari sihir itu.. bu..” Ucap gadis itu membuat Adri bingung.


“Wadma??” Tanya ibu guru itu mengangguk. “Baiklah.. kalau begitu kalian boleh pergi..” Ucap guru itu sementara adri bingung dan menanyakan apakah ia sudah cukup lama mengenal Wadma. “kau kenal Wadma sejak kapan?” Tanya Adri.


“Baru saja.. Namun sebelum aku bertatapan dengan  hantu itu Wadma sempat mengatakan lewat batin.. jika guru menanyakan mu katakan Wadma ada disini juga oKay!” Jelas gadis itu.


“Baiklah.. Kembalilah kekelas mungkin kau akan di bully teman-temanmu karena kau bertingkah gila.. Berusahalah bertahan yah..” Ucap Adri.


“Haish.. mereka membullyku bukan karena aku gila tapi karena kakak bicara padaku.. Kak Adri cukup popular di kelasku..”

__ADS_1


“Bagaimana dengan Wansa?”


“Ah.. Kak Wansa? Dia sudah berpacaran dengan Weraa jadi tak ada yang menyukainya.. Bisa dibilang mereka takut pada Weraa.. Tapi, aku sempat bingung kenapa kakak harus jatuh cinta pada Weraa dan bukannya..”


“Hei! Apa kau akan menyebut Rinjani lagi?” Tanya Adri.


“Oh! Kakak sudah tau? Rinjani itu tipe yang setia walau kakak menyakitinya.. tapii hati-hati saat ia sudah benar-benar kecewa cinta pun bisa redup seiring berjalannya waktu..”


“Mengapa kalian semua mengansumsikan Rinjani mencintaiku?”


“Dari sikapnya, cara memandangnya dan cara ia tersenyum.. Dia menunjukkan nya pada kami.. aku sudah lama tak jatuh cinta tapi aku pernah merasakan apa yang dirasakan Rinjani.. Mungkin ini sedikit tak adil bila aku membuatmu jatuh cinta pada Rinjani.. tapi, Rinjani sangat tulus padamu kak.. Entah kau akan merubah sikapmu karena kasihan ataupun cinta.. aku hanya minta padamu setidaknya jangan membahas Weraa dengannya.. Itu akan sangat terasa sakit saat kau melakukannya..”


“Tidak.. Itu bukan salahmu.. Kau hanya berlari mengejar cintamu dan tanpa sengaja menjatuhkan serpihan kaca di belakangmu padahal Rinjani juga mengejarmu… Serpihan kaca akan berasa sangat sakit saat kau menginjaknya dengan kaki yang tak menggunakan sandal.. Itu sama seperti Rinjani yang menahan rasa sakit dalam diam dan tetap berjalan mengejarmu tanpa harapan yang memungkinkan..”


“...”


“Tapi.. ada slogan Tak ada yang tak mungkin.. Kalimat itu membuat manusia melakukan hal yang bagi manusia lain tak mungkin terwujud..”


“aku masuk kelas yah kak.. Hati-hati kelas di depan sana sangat maniak padamu..” Ucap gadis itu.

__ADS_1


***


“Saka? Dimana Sandi?” Tanya anak buah dari Dani.


“Ck! Ada perlu apa mencarinya? Apa kalian ingin dibuat seperti Dani?” Tanya Saka.


“Kau tau Dani punya anak buah yang hebat kan?”


“Ah.. kalian tau? Dani dulu itu teman kami dan kami tau benar siapa yang kalian maksud hebat itu..”


“Kalau begitu kau harus tau yang temanmu lakukan itu salah..”


“Dani, bos kalian itu hanya seorang pecundang yang hanya bisa mengganggu kehidupan orang lain kau tau??”


“Hei! Jaga omonganmu tentang temanku..” Ucap seorang yang terkenal kuat bernama Randa.


“Temanmu?” Tanya Saka yang kemudian tertawa dan berkata “Yah.. kau benar.. seandainya kami tak menghentikan si Dani itu mungkin sekarang kau sudah habis dibully olehnya..” Ucap Saka.


ME_Mawad

__ADS_1


KSW_Part41


__ADS_2