
“Huaaa~ Maaf.. aku tak bermaksud~ hiks.. hiks.. aku hanya hawatir bahwa kau..”
“Eitsh! Dia ada dan selalu ada!!” Ucap Weraa tersenyum mengambil tisu di tas. “Jangan menangis! Bila 6 teman kita datang mereka juga akan menangis..”
“Benarkah? Karena aku?” Tanya Windy.
“Tidak.. mereka akan menangis karena aku membentak mereka juga!” Ucap Weraa.
“Ih!! Aku jadi ingin bertemu dengan pacarmu itu.. Seperti apa dia? Lihat kau marah karena dia dan ekspresi wajahmu terlihat sampai sekarang..” Ucap Windy.
“Makan ini..” Ucap Weraa memberikan sebungkus roti. “Jangan bertemu dengannya! Dia milikku!” Ucap Weraa tersenyum. “Woah, lihat sebucin apa dirimu untuknya?” Tanya Windy kagum.
Sementara pria diujung sana memperhatikan dan mematung karena mendengar obrolan 2 gadis itu. Dia mematung karena terkena panah kenyataan yang selama ini ia anggap tak pernah bisa ia tangkap.
“Weraa.. dia.. mencintaiku juga?” Tanya Wansa yang langsung menepuk-nepuk wajahnya.
***
Sementara itu Rinjani pergi keruang osis sendirian dan mengirim pesan bahwa ia tak bisa makan siang bersama Adri dikantin. “kak maaf.. aku tak bisa ke kantin..” Send Rinjani.
“Hei! Ada chat masuk tuh!” Ucap Saka dengan Adri yang langsung membuka dan membacanya. “Dari siapa?” Tanya Saka. “Rinjani..” Ucap Adri tak membalasnya.
“Apa katanya?”
“Dia tak bisa datang”
“Kau tak membalasnya?” Tanya Saka.
__ADS_1
“Untuk apa membalasnya? Apa itu perlu?” Tanya Adri dengan Sarah yang kebetulan lewat meja para cowok itu berhenti dan mengehela nafas. “Rinjani ngechat?” Tanya Sheli sedangkan Sarah melihat dari jauh.
“apa yang dia bilang?” Tanya Sheli lagi.
“Dia tak bisa makan siang..” Ucap nya.
“Kau tak membalasnya?” Tanya Sheli dengan ia yang menggeleng.
***
“Kau memanggilku?” Tanya Wansa.
“Apa sebaiknya aku menyerah saja? Bagaimana bila Weraa juga akan jatuh cinta pada kak Adri?” Tanya Rinjani.
“Apa kau pesimis?” Tanya Wansa.
“Benarkah? Kapan?” Tanya Wansa.
“Ck! Memangnya kau sudah ungkapkan perasaanmu pada Weraa? Bertemu saja tidak! Bagaimana ingin memenangkan Weraa?” Tanya Rinjani.
***
Sheli meletakkan makanannya di meja para cowok dan mengambil ponsel Adri. Sheli menyuruh Adri membuka polanya sementara Sheli menchating Rinjani dan menanyakan “Kau dimana?” Send Adri tapi yang ngirim Sheli.
“Ada apa memangnya kak?” Send Rinjani.
“Katakan saja!” Send Sheli sementara Weraa berdiri dan mengambil makanan untuk Rinjani. “Weraa? Kau mau kemana?” Tanya Windy.
__ADS_1
“Tempat ia curhat ada ditempat tenang dan sangat ia kenal dan sering ia kunjungi..” Ucap Weraa pergi. “Dia memiliki banyak tempat yang sering dikunjungi lah.. seingatku..” Ucap Ririn.
“Di ruang osis kak..” Send Rinjani. Sarah mengambil ponsel Adri dan mengembalikannya ke Adri. “Jangan menggunakan identitas orang lain! Itu akan membuat orang yang di chat dan pemilik salah paham!” Ucap Sarah menatap Sheli.
“Hei! Ada apa dengan kalian berdua sejak pagi tadi?” Tanya Santi.
“Aku harus jawab apa?” Tanya Adri.
“Jawab lah senatural mungkin..” Ucap Sarah pergi keluar kantin.
***
“Ada jawaban?” Tanya Wansa.
“Tidak.. Lupakan saja! Dia hanya memastikan mungkin aku berubah pikiran dan memberi taunya lebih banyak soal Weraa.." Ucap Rinjani.
"Kau terlalu pesimis.." Ucap Wansa.
"Hei! Bagaimana jika kau buat ketegasan dan kepastian dengan Weraa agar kak Adri tak … (Melihat pintu yang terbuka oleh Weraa yang terhenti melihat Wansa disana) mengejarnya..” Ucap Rinjani.
“Weraa?!” Ucap Rinjani dan Wansa yang terkejut satu sama lain.
ME_Mawad
KSW_Part19
__ADS_1