
“Kau tidak tau aku keturunan siapa??” Tanya Cevin menaikkan poninya dan menunjukkan bekas luka dikepalanya.
Ep.82
“Kau…”
“Hei… Aku tak mengerti kalian saling mengenal atau bagaimana.. tapi yang jelas aku akan menghabisi gadis itu sendirian!!!” Ucap Jubah hitam itu menyerang dengan pedang bayangnya yang berwarna hitam namun, terhenti di dekat gadis itu.
“Apa yang??” Tanya Adri lagi bingung.
“Jangan berlagak sok hebat pecundang!” Ucap Putri Weraa yang memetikkan jarinya dan membuat jubah hitam terlempar lagi ke bawah dengan bahunya yang tertusuk oleh besi. Sementara semua tercengang dan menutup wajahnya tak kuasa melihat kejadian itu. Cevin menatap ke arah Wadma yang masih tak sadar namun semakin melemah.
“Gawat..” Ucap Nisa.
“Ada apa??” Tanya Rinjani
“Wadma semakin melemah.. Kita harus menyelamatkan jubah hitam dan menyembuhkannya shel..”
“Tapi kita tau kan Kartika bilang yang membunuhnya adalah Jubah hitam.. apa kita akan membantu seorang pembunuh??” Tanya Sheli.
“Tapi.. Wadma..” Ucap ririn hawatir pada idolanya.
__ADS_1
“Selamatkan dia..” Ucap Sharika datang.
“Yaampun!! Mengapa hantu ini datang lagi" triak saka.
“Dimana kartika?” Tanya Dinda.
“Kartika sedang kesakitan dan dia bersama Sharika. Jika benar jubah hitam yang menyembunyikan jasadnya.. pasti jubah hitam sekarang sedang menyiksa jasadnya..” Ucap Sharika.
“Tapi..”
“Kartika dan kami sudah mengenal Wadma lebih dulu sebelum kami menemui Weraa.. Aku.. tergolong baru? Aku tau.. tapi sebelum aku mati aku ingat gadis ini mencoba mencari keberadaanku dan terus mengatakan omong kosong soal mimpinya yang melihat aku menjadi korban pembunuhan itu.. hanya saja aku tak menghiraukannya.. setidaknya dia mencoba menyelamatkan kami dan mencari tau kebenarannya.. meski aku berbuat buruk padanya.”
“Owh… jadi.. kau masih hidup??” Tanya Putri Weraa.
“Ck.. Lama tak bertemu yah… Bibik..” Ucap Cevin.
“Aku kira aku berhasil membunuhmu dan orang tuamu itu.. ternyata bayi waktu itu masih hidup?! Tapi, tak masalah aku bisa menghabisimu kali ini karena kau yang menyerahkan dirimu yah..”
“Ck! Aku bukan bayi kecil lagi bibik.. aku sudah dewasa..” Ucap Cevin tersenyum.
“Diary waktu itu…” batin Dinda
__ADS_1
***
“Yang benar saja.. pertama di tempat kak weraa sekarang aku harus di sini.. walaupun dia artis tetap saja.. apa yang bisa aku lakukan??” Keluh Dinda berkeliling di villa Wadma dan masuk ke kamar wadma diam-diam..
“Buku apa ini?” Tanya Dinda yang membuka-buka halaman diary Wadma.
“Ternyata dia dulu memang cukup tertekan.. hmm.. ternyata jadi penyihir itu juga sulit yah..” Ucapnya membalik lembaran lagi dan menemukan halaman yang bertuliskan ‘Hari ini aku bertemu dengan seorang pangeran penyihir dia bilang namanya cevin.. Dia akan mengajariku berbagai macam sihir hingga aku menjadi penyihir yang berbakat.. hehe..’ Pangeran penyihir??” Tanya Dinda dalam hati.
***
“Jadi…” Ucap Dinda yang sadar hal yang menyakitkan.
“Manusia tetap manusia!! aku takkan membiarkan manusia yang menguasai alam sihir!!” Triak Putri Weraa yang langsung menyerangnya dan perkelahian kilat itu terjadi lagi.
Sementara di lantai dasar tidak ada manusia yang menyadari keberadaan Jubah hitam. Jubah hitam menyihir agar tak ada yang bisa melihatnya dan darahnya. “Haish.. sial.. bagai- argh..” Ucapnya kesakitan karena bergerak.
“Jangan bergerak lagi..” Ucap Sheli datang bersama Shanti, Sarah, dan Saka.
“Sarah.. dia manusia kan?? Tadi aku bisa melihatnya.. tapi kenapa sekarang tidak??” Tanya Saka.
“Kakak kira sekarang aku bisa melihatnya? Aku hanya bisa melihat auranya..” Ucap sarah dengan Batin “Auranya jelas sedang hawatir.. apa dia hawatir pada Wadma? Tapi mengapa dia mencekik wadma di betlan school hari itu??”
__ADS_1