Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
So That's why Wadma always feel Sorry..


__ADS_3

*  “Aku juga menyesalinya..” Ucap Wadma membuat Wanda terkejut sementara Wansa bingung.*


*  “Apa maksudmu?” Tanya Wansa.*


*  “Aku sering melakukan kesalahan dan sekarang aku menyesalinya.. Jika aku membuat kesalahan padamu apa kau mau memaafkanku?” Tanya Wadma dengan kakaknya yang merasa adiknya tak sepenuhnya bersalah.*


*  “Ya! Tentu saja aku akan memaafkanmu.. kau teman pertamaku.. Kak Wanda juga.. meski kakak tak ingat namaku..”*


*  “Mungkin kau juga akan lupa suatu hari nanti..” Ucap Wanda.*


*  “Lupa bagaimana?”*


*  “saat kau melupakan orang lain kau akan mengerti bahwa orang yang melupakanmu tak sepenuhnya bersalah..”*


*  “Haish.. apapun itu aku ingin memperbaikinya.. Tapi.. apa aku bisa?” Tanya Wadma.*


*  “Kau pasti bisa.. tapi memang kadang kita butuh waktu..” Ucap Wansa.*


*  “Terbiasa menerima atau berubah.. Selagi menunggu aku bisa memperbaikinya.. kita harus tau.. kau menerimanya atau berubah..” Ucap Wadma.*


*  “Aku tak mengerti maksudmu tapi.. sepertinya kau membicarakan sesuatu yang menyenangkan..”*


*  “Hhaaha..” Tawa 3 anak itu meski Wadma dan Wanda ragu itu menyenangkan.*


***

__ADS_1


*  Wanda sudah hidup terpisah karena menuntut ilmu di luar negeri sedangkan Wadma dan Wansa hidup dengan penuh kebingungan dimata semua orang. Wadma terus mengatakan Wansa adalah teman barunya setiap Wansa datang. Sampai puncak masalah dimana Ayah Wadma mengira anaknya sudah hampir terkena penyakit yang membuatnya menghayal terlalu jauh tentang anak pertama Paman dan Bibi yang setiap hari ia ceritakan.*


*  Wadma yang sudah mempelajari sihirnya lebih dalam itu lah yang kemudian mencari kandidat yang tepat untuk menjadi orang special untuk Wansa karena Wansa yang terus berbicara tentang harapan agar orang lain mengingatnya juga.*


*  Hari itu, Wadma pergi ke mall milik seorang teman kakaknya Wanda yang sudah menjalankan perusahaan ayahnya. Wadma pun menyentuh sepatu yang sebelahnya di sentuh Weraa. “sedang apa kau? Berikan yang satunya..” Ucap Weraa meninggi..*


*  Wadma menatapnya dan melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Hei! Kau mau apa melihatku seperti itu?” Ketus Weraa. “Kau bisa melihat hantu yah?” Tanya Wadma membuatnya terkejut.*


*  “Bagaimana kau tau?” Tanya Weraa.*


*  “Menurutmu?”*


*  “Kau yang memberikannya?” Tanya Weraa.*


*  “Apa maksudmu?” Tanya Weraa.*


*  “Aku hanya memperkuatnya.. Tapi ternyata kau yah orangnya.. jika aku tak memperkuatnya kau juga tak akan bisa mengingat namanya seperti kakakku..” Ucap Wadma yang memberikan Sepatu yang ia pegang dengan Weraa menaikkan alis dan mengambilnya.*


*  “Kau akan bertemu pangeranmu.. mungkin.. aku sedikit iri karena pangeranku belum datang…  Tapi, jaga pangeranmu.. masalahnya hubungannya denganku itu sangat dekat..” Ucap Wadma pergi melambai.*


*  “Gadis aneh..” Ucap Weraa.*


*  Malampun tiba, Wadma sampai di depan rumah Wansa.  Bodyguardnya menjemput Wansa dan Wansa yang masuk bingung mau dibawa kemana. “Kita akan melihat meteor.. dan ada berita yang entah baik atau buruk untukmu..”*


*  “Apa yang kau maksud?” Tanya Wansa.*

__ADS_1


*  “Jalan..” Ucap Wadma dengan bodyguarnya mengantar dibukit.*


*  Meteorpun berjatuhan menghiasi langit malam yang gelap. “Indahkan? Padahal jika meteor itu tak habis dan jatuh ke tanah bisa menghancurkan permukaan bumi.. bagaimana jika jatuh di sebuah rumah.. Tapi, Manusia lebih memikirkan keindahannya..” Ucap Wadma.*


*  “Jangan hawatir.. atmosfer pasti menjaga bumi .. aku yakin semuanya akan habis dibakar..” Ucap Wansa.*


*  “Keyakinan saja tidak cukup.. semua harus sesuai fakta..”*


*  “Ah.. terserah padamu.. Oh yah.. apa yang ingin kau kabarkan?”*


*  “Sebelum itu.. apa kau senang hanya aku yang mengingatmu?” Tanya Wadma.*


*  “Yah.. Cukup menyenangkan walau aku masih berharap ada orang lain diluar sana yang mengingatku juga..”*


*  “10 tahun..”*


*  “??”*


*  “Umur kita masih 10 .. 4 tahun mengenalmu.. aku pikir aku akan pergi keluar negeri juga.. Ini malam terakhir.. Aku harap kau tak melupakanku.. tapi, Cahayaku sudah sampai pada gadis lain.. Berharap harapanmu bisa terkabul..”*


*  “Apa maksudmu? Kau bilang kau akan jadi temanku? Mengapa kau juga meninggalkanku? Aku akan sendirian?”*


#ME_Mawad


#KSW_Part53

__ADS_1


__ADS_2