Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Kau Masih tak sadar aku mengemas pernyataan perasaanku lewat perkataan itu?


__ADS_3

  “satu yang aku pikirkan.. Dia benar-benar takut pada hantu.. jadi bagaimana cara dia memindahkan arwah seseorang itu sangat tak masuk akal jika ia melakukannya..” Ucap Wadma.


  “Jadi maksudmu.. bukan dia yang melakukannya?” Tanya Cantika.


  “Karena itu aku membantu si menyebalkan mengambil kasus kalian.. Aku pikir pembunuh kalian berhubungan dengan orang yang memindahkan arwah Weraa..” Ucap Wadma.


  “Menurut paman juga begitu..”


  Kilasan Sheli yang akan di dorong seseorang dan akan ditelan ombak terlihat oleh Wadma yang langsung mengambil tasnya. “Ada apa nak Wadma?”


  “Sheli.. dalam bahaya…” Ucap Wadma.


  “Sheli?” Tanya Weraa yang langsung terkejut “Apa yang terjadi? Boleh aku ikut?” Tanya Weraa lagi.


  “Sebaiknya kau disini jika ingin tetap bersama kami!” Ucap Wadma.


  “Aku ikut..” Ucap Sandi.


  “Hei.. kalian benar-benar.. cih!”


  “Aku disini karena sahabatmu si detektif menyuruhku mengawasimu..”


  “.. Baiklah.. Kami pergi..” Ucap Wadma yang menggenggam tangan Sandi dan teleportasi ke pantai.


  “Mereka benar-benar..”

__ADS_1


  “Wansa? Apa kau menyukai weraa? Atau Wadma?” Tanya Weraa.


  “Apa maksdmu?”


  “GAdis itu bukan weraa.. mengapa kau tak mengganti namanya saja? Semua sudah cukup menyakitkan saat tubuh dan takdirku direbut..”


  “Lalu kau ingin mengambil semuanya kembali? Apa yang akan terjadi pada Dia?”


  “Dia bukan Weraa.. aku adalah Weraa.. Biarkan dia kembali ketubuhnya..”


  “Sebaiknya jangan coba kau menyentuh Weraa ku mengerti?” Ucap Wansa pergi ke arah pintu namun terhenti.


  “Weraa mu? Ck benar.. Jika kau sudah jatuh cinta hanya kau yang tak bisa ku ambil kembali.. Jika kau ingat kau takdir weraa yang mana? Weraa yang asli atau Weraa yang palsu? Dari Awal Wadma sudah merencanakan aku yang bertemu denganmu.. namun gadis itu..”


  “..” Wansa kembali tak menghiraukan Weraa dan melanjutkan langkahnya dan mencoba membuka pintunya. “TIdak bisa dibuka..”


  “Tapi Paman… Ini semua sudah membuatku gila…”


  “Cih.. menyebalkan…” Ucap Weraa duduk di kursi dengan jarak terjauh dari Wansa.


  “Benar juga bukankah kalian tak bisa mendekati kak Wansa?” Tanya Dinda.


  “Kami? Kami berbeda.. Wadma membuat agar kami bisa berada dekat di sekitar Wansa..” Ucap Kartika.


  “Tunggu itu berarti..” Ucapan Sharika di potong cantika.

__ADS_1


  “Alasan Weraa tak bertemu Wansa adalah karena pengaruh itu?” Tanya Cantika.


  “Lupakan.. aku punya alasan lain..”


  “Apa alasan lainmu?”


  “Di pandang dari segi manapun.. manusia jatuh cinta karena pandangan pertama mereka tak pernah salah.. Kau sudah bertemu dia lebih dulu.. Meski itu tubuhku yang sama dengan wajah ini sekarang.. Sifat kami.. Berbeda..” Ucap Weraa.


  “Lalu kau membiarkan nya?” Tanya Wansa.


   “Bagaimana cara aku memberi taunya jika kau selalu mengawasinya?? Dari melihatmu yang mengawasinya walau dilupakan itu sudah membuatku menyerah.. Rasanya kalaupun aku hidup dan kembali ketubuh itu.. Siapa 7 gadis itu? Sheli bahkan tak menghiraukanku? Lalu, Orang tuaku.. yang mereka inginkan dari dulu hanyalah anak yang patuh pada apa yang mereka katakan.. dan Kakakku.. dia tak peduli denganku..”


***


  “Dimana dia?” Tanya Wadma yang melihat sekeliling.


  “Hei!!! Mengapa kau tak mengatakan bahwa kita akan kepantai?!” Bentak Sandi yang langsung menjauh dari ombak yang membuat Wadma tertawa kecil “Hei.. ada apa ini? Kau masih takut pada ombak?” Tanya Wadma.


  “Wadma.. kau tau aku takut?”


  “Yah.. aku tau semuanya tentangmu.. ayo cepat!!” Ucap Wadma mengulurkan tangannya Namun, Sandi tak menerima itu karena terlalu takut. Wadma menghela nafas dan menarik tangan Sandi untuk berdiri.


  Namun, karena terlalu kuat Wadma kehilangan keseimbangan dan mereka terjatuh di tepi pantai. “Aduh..” Ucap Wadma yang duduk dan melihat Sandi pinsan. Wadma langsung menteleportkan Sandi ke rumah Wadma dan mencari Sheli sendirian.


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part63


__ADS_2