Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Flashback Wansa & Wadma


__ADS_3

“Benarkah? Bayarannya?” Ucap Wadma dengan semua orang mulai berbincang buruk.


“Bayaran?” Tanya ibu itu.


“Kau bilang kau sangat berterimakasih.. apa kau pikir nyawa anakmu bisa dibayar atau cukup perkataan? Tidak bisakah kau menjaga anakmu baik-baik? Dan kau supir truk.. kluar!” Ucap Wadma dengan supir truk itu yang langsung menangkup tangan. “Aku minta maaf..” Ucap nya.


“Ada yang menyabotase mobilmu.. Priksalah mobilmu lebih sering saat akan menggunakannya..” Ucap Wadma.


“Kau tidak menangkapku?” Tanya Supir truk itu.


“Aku yang menyelamatkan anak ini.. lagi pula ada yang menyabotase mesinmu.. Untuk apa aku menangkapmu?”


“Trimakasih.. nak.. trimakasih..” Ucap supir itu dengan semua orang yang bertepuk tangan. “Ck! Menyebalkan..” Ucap Wadma berjalan meninggalkan mereka semua.


“Kau!” Ucap Sandi menunjuk Wadma dengan emosi dan Wadma mencoba untuk kabur namun tangannya ditarik Sandi. Namun, dengan cepat Wadma memutar tangan Sandi. “Yayaya!! HEi! Itu sakit!” Triak Sandi dan Wadma langsung melepaskannya.


***


“Hua!!!” Ucap Ririn membuat semua pelanggan pergi dan teman-temannya hanya menutup telinga mereka.


“Ada apa ini?” Tanya Wadma.

__ADS_1


“Dia menangis karena baru tau nona adalah Wadma idola kesukaannya..” Ucap Pelayan.


“Hei! Berhenti menangis! Wadma sudah datang:v” Ucap Weraa.


“Jadi.. Kapan kalian menikah?” Tanya Wadma duduk melihat Weraa dan Wansa dengan semua yang tersedak.


“Hah?”


“Aku dengar kalian sudah berpacaran.. Kapan kalian akan menikah..” Ucap Wadma dengan semua menatapnya tak percaya. “Baik lupakan soal itu! Cantika, Sharika, dan Kartika.. Kalian mengaku sebagai korban pembunuhan Betlan school? Cantika dinyatakan sebagai korban pertama tapi kenyataannya korban pertama bukan kau..” Ucap Wadma.


“Apa kau tau siapa korban pertama?” Tanya Weraa yang membuat Wadma mengingat bagaimana arwah yang mengikuti pria itu sangat mirip dengan Weraa. “Tidak.. maksudku aku belum tau tapi.. aku akan segera mengetahuinya..” Ucap Wadma menatap balik Wansa.


“Kalian bukan manusia biasa yah.. Cukup menarik dari mana kalian dapat kekuatan itu sangat menarik..” Ucap Wadma membuat mereka semua bingung.


“Sandi! Kau disuruh menggantikan Mingyu?” Tanya Wadma.


“Ah.. itu..”


“Aku mau ke Betlan School kau ikut?” Tanya Wadma.


“Kak Weraa!! Aku beli semua ini..” Ucap Dinda datang membuat Wadma menatapnya dari atas sampai bawah dan memutarinya..

__ADS_1


“Namamu Dinda? Bekerja di Coffeshop? Ah.. benar! Aku lupa Coffeshopnya..” Ucap Wadma memakai kacamatanya dan pergi meninggalkan mereka semua.


“Dia tau tentang Coffeshop??” Tanya Weraa.


Sandi pergi menyusul Wadma sementara Adri baru kembali dari toilet dan mengajak Saka pulang. Semuanya bubar dengan Weraa dan Wansa yang berjalan berdua sambil memikirkan tentang Wadma. “Apa kau yakin dia bukan adikmu? Lalu mengapa ibumu berkata seperti itu saat di Rumah sakit?” Tanya Weraa.


“Dia.. mencoba meyakinkanmu agar kau tak menelfonnya lagi..” Ucap Wansa.


“Kenapa?”


“ayahku selalu dibuat repot karena pekerja di rumah kami selalu melupakanku dan tak ada berita tv manapun yang mengingat namaku.. Tak ada yang ingat dan itu membuat ayahku stress.. jadi ibuku menyuruhku keluar dari rumah dan hidup sendiri..”


“.… Jadi,”


“Semua itu agar semuanya tak merasa tersakiti.. Ibuku dan ayahku sering dikatakan gila oleh tetangga karena mereka berbicara tentangku.. Guru disekolah tak ada yang mengingat namaku.. Satupun tanpa kecuali.. Wadma..” Ucap Wansa.


“Pamanku datang dari jauh dengan ketiga anaknya lalu diakhir saat itu Wadma meminta izin agar aku tinggal di rumahnya dan memindahkanku kesekolahnya agar ia memiliki teman disekolahnya.. Saat itu ayah dan ibu berpikir mungkin Wadma adalah orang yang akan mengubah takdirku yang tak bisa disadari keberadaannya.. Namun, walau Wadma mengingatku tak ada dampak apapun.. karena hanya dia yang mengingatku..” Ucap Wansa.


ME_Mawad


KSW_Part28

__ADS_1


__ADS_2