Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Love Triangle or ....???


__ADS_3

“Mimpi itu datang.. Sekilas namun bisa kupahami.. aku seakan tau hal yang sudah kalian ketahui.. Tapi, para pelayan disini masih tak bisa percaya padaku..” Ucap Wadma.


“Cantika mengatakan mereka seperti itu karena..”


“Wansa? Dia sudah tau semuanya namun ia tak bisa melakukan apa-apa..” Ucap Wadma.


“Kau juga tau soal itu?”


“Wadma? Apa yang tengah kau bicarakan?” Bisik Sandi yang langsung ditampol oleh Kartika.


“Apa itu tadi? Apa kau menggunakan kekuatanmu lagi?” Tanya Sandi memegang pipinya.


“Bukan.. Kartika korban ke 2 menamparmu barusan..”


“Maksudmu hantu? Yaampun.. Mengapa kasusmu kali ini harus horror?”


“Kau juga tau soal itu.. lalu..”


“Wansa dia sepupuku.. aku memiliki kekuatan tersendiri karena itu aku bisa mengingatnya.. Namun, percuma jika yang kau lakukan tak terlalu special atau yah.. kurasa aku bukan apa-apa baginya..” Ucap Wadma.


“Mengapa kau berpikir seperti itu?” Tanya Sandi.


“Bagaimana perasaanmu saat kau mencintai seorang gadis.. lalu gadis itu mengatakan padamu dia ingin ada orang lain diluar sana yang mencintai dirinya.. Orang lain dan bukan kau.. Bukankah itu artinya cintamu tak berarti untuknya..”

__ADS_1


“Tapi..”


“Lupakan.. aku harus mencari gadis ini sekarang..” Ucap Wadma menunjukkan youtube yang ditonton Weraa hari itu.


“Kemana? Dan.. bagaimana dengan yang kau lihat tadi..” Tanya Sandi mengingatkan.


***


“Ada apa ini?” Tanya Rinjani lagi.


“Kami.. hanya..” Ucapan Saka di sela Adri.


“Kami hanya tengah latihan debat..” Ucap Adri.


“Debat? Soal apa?” Tanya Rinjani.


“Soal aku dan dirinya..” Ucap Saka membuat wajah Rinjani datar.


“Bucin:v” Ucap Rinjani mendekat dan memberikan 3 bungkus makanan berupa nasi padang. Saka dengan cepat mengambil miliknya dan Sandi. “Wah.. Thanks yah Rinjani.. Yang buat Sandi kakak makan aja yah.. Dia udah makan palingan..”


“Emang Kak Sandi masih sama Wadma yah kak?” Tanya Rinjani.


“Iya.. Kurasa dia punya perasaan sama Wadma tuh..”

__ADS_1


“Ah..”


“Kamu sendirian?” Tanya Adri melihat kebelakang sedangakan Saka mengumpat dalam hatinya “Dasar Blo’on lu Dri! Cinta sejati dihadapan malah nyari cinta sejati orang! Serasa ragu ngakui lo itu temen gue:v”


“Ah.. Weraa lagi sama Wansa keknya kak.. Oiyah.. sebelum kakak nanya Rinjani ada ngirim chat tentang Wansa itu siapa.. Jadi.. Rinjani sekalian mau ngasih tau aja biar kakak baca..”


“Kenapa gk langsung aja? Mumpung kamunya disini?” Tanya Adri sementara Rinjani tertegun karena ia merasa Adri malas membaca chatnya.


“Apaan sih Dri.. Kan dia udah ngirim di chat lu! Ngapain lu suruh dia ngomong langsung?” Tanya Saka.


“Gak papa kak.. Kak adri kan orangnya memang gitu.. Suka banget ngomongin semuanya secara langsung dari pada di chat.. Apa lagi soal Weraa..” Ucap Rinjani tersenyum.


“Tersenyum memang membantu, tapi terkadang pasti sangat sakit yah..” Ucap Saka.


“Hah?” Tanya Rinjani bingung sementara Adri melepas sarung tangannya dan duduk melihat Rinjani dan bertanya-tanya apa benar Rinjani mencintainya. “Haish.. tidak mungkin..” Keluh Adri menggelengkan kepalanya.


“Yaudah kak.. Rinjani balik yah..”


“Diantar adri aja Rin..” Ucap saka.


“Eh??” Ucap Rinjani yang langsung terkejut saling berpandangan dengan Adri. “Aku?” Tanya Adri menunjuk dirinya. “Emang siapa lagi namanya Adri disini kalau bukan lu? Gua mau ngerjain tugas bareng ketos.. Lumayan kan Si Dika kan otaknya 11:12 Sama Rinjani ya kan Ni? Gua duluan bye!!” Ucap Saka.


ME_Mawad

__ADS_1


KSW_Part31


__ADS_2