
"Yaampun.. Aku hawatir tangan kak adri akan dipotong.." Ucap Ririn sementara Adri melepas genggamannya..
“Cie… Adri diam-diam lo suka ama Weraa yah??” Ucap Salah satu teman Adri yang membuat semua mengatakan “Cie” namun mereka semua terdiam saat Weraa melepas genggaman Adri dan menatap teman Adri sangat tajam. “Jika dia arwah dia pasti sudah mati..” Ucap Santi.
“kau benar.. para arwah akan jadi debu bila Weraa menatap seperti itu..” Ucap Windy.
“Menurut KBBI kata CIE memiliki kepanjangan dari bahasa inggris yaitu Cause I’m Envy.. Jika kalian cemburu mengapa kalian tak memeluknya?”
“Dan untuk pacar..
***
“Mengapa kau memanggilku?” Tanya Wansa.
“Aku hanya ingin menginformasikan sesuatu..”
“Apa?”
“Weraa dia mencintai seseorang..” Ucap Rinjani. Membuat Wansa tertegun namun, ia menyembunyikan perasaan sakitnya. “Mengapa tak berkomentar? Kau mencintainya kan?” Tanya Rinjani.
“Tidak.. dia tak pernah mengingatku.. Bagaimana aku bisa jatuh cinta padanya?” Tanya Wansa.
“Aku mengingatmu namun kau sama sekali tak mencintaiku dan masih peduli pada Weraa..”
__ADS_1
“..”
“Mengapa kau tak menyatakan perasaanmu? Kau ingin dia menjadi pacar orang lain?” Tanya Rinjani.
“Siapa?” Tanya Wansa.
“Orang yang kusuka sedang mendekatinya dan dia menjadikan diriku sebagai cara paling ampuh untuk mendekati Weraa..”
“Dia tak akan ingat bila aku mengatakannya..”
“Kalau begitu mengapa kau tak menyerah saja?” Tanya Rinjani.
“Hari itu aku ingin menyerah.. tapi aku melihat kau yang rela kehujanan demi menunggu pria itu.. Kau tetap berjuang dengan perasaanmu..” Ucap Wansa pergi seketika.
“Dia pergi lagi.. Wansa apa kau tak lihat? Weraa mungkin tak ingat namamu.. tapi ia ingat kenangan bersamamu.. Setidaknya kau dan dia memiliki perasaan yang sama.. Sedangkan aku hanya angin lalu bagi orang yang kusuka..”
***
Weraa pulang dan masuk kekamarnya dengan tubuh yang basah kuyub. Santi dan Nisa bertanya-tanya apa yang terjadi pada teman mereka satu itu. Namun, Weraa hanya diam tak berbicara apapun pada temannya dan malah berteriak di kamarnya.
“Weraa?? Ada apa?” Tanya Santi dengan Weraa membuka pintu kamarnya. “Aku ingin membunuh nya!! Mengapa dia membuat gossip di artikel sekolah tentang aku?” Ucap Weraa emosi.
“Hei! Tenanglah!! Ada apa?” Tanya Nisa.
***
__ADS_1
“Hei!! Siapa yang membuat postingan ini?” Bentak Adri di kamarnya.
“Ayolah.. biasanya bila komentarnya bagus.. Gebetan pasti bakalan luluh..” Ucap Sandi.
“Woe! Kampr*t lu! Lu mau gua mati? Dia tuh psikopat yang belum bangkit aja! Hapus gak hapus..”
“Nj*r gk bisa di hapus Dri.. Gua lupa kata sandi nya..”
“Mati gua!!” Ucap Adri pinsan.
“Dri! Dri!! Adeh gimana nih?” Tanya Sandi.
“Lagian elu kurang kerjaan..” Ucap Saka.
***
“Wer! Nah sekarang kan kita semua kan ada disini.. jadi mu gak perlu bunuh Kak Adri.. Sabar! Kamu nangkap pembunuh loh Wer jangan jadi pembunuh dong..” Ucap Santi yang kemudian terdiam saat Weraa menatapnya.
“Kalau gitu kalian yang bunuh dia!!” Ucap Weraa datar.
“Jangan dong! Yaudah kita teror aja mereka gimana?” Tanya Ririn.
“Gimana caranya?” Tanya Sarah.
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part12