Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.92


__ADS_3

  "Jelaskan padaku apa yang sebenarnya kalian rencanakan pembunuh berantai? Mengambil banyak nyawa ini untuk apa? Dan.. kenapa kau masih hidup?!" Ucap Wadma dengan jubah hitam menemukan kotak yang terlihat misterius dan memiliki cetakan telapak tangan di bagian atasnya.


  "Jangan sentuh kotak itu!!" Ucap Putri Weraa.


Ep.92


  "Kotak apa itu?" Ucap Wadma mengidentifikasi kotak itu dengan matanya. "Ada tanda telapak tangan.." Ucap Jubah hitam meletakkan tangannya namun tidak terjadi apa-apa. "Ada apa dengan gerhana bulan tahun ini?" Batin Wadma melihat kilasan percakapan Putri weraa dan mirkah menunggu gerhana bulan untuk membuka kotak itu. Wadma yang penasaran mengunci sihirnya dan mendekat ke jubah hitam untuk melihat kotak itu dari dekat.

__ADS_1


  Wadma melihat kilasan paman Wansanya yang menghilang dan bagaimana Wadma dan jubah hitam terlahir di hari yang sama. Serta bayangan aura sihir dari sang ratu Rinjani yang ada pada mereka begitupun ratu Ririn. Kilasan kejadian dimasa lampau itu membuat perasaan Wadma tak beraturan sehingga Putri Weraa segera melepas segel dengan sekuat tenaga dibantu magis milik mirkah dan mereka bebas. Putri Weraa langsung menyerang Wadma yang tengah bingung dengan kilasan kejadian itu.


  "Wadma.. kau tidak apa?" Jubah hitam menangkal sihir Mirkah dan Putri Weraa. Wadma masih terdiam sambil duduk dan masih bingung. Dia mencoba mencari kotak yang terlepas dari tangannya namun, tiba-tiba Wadma seperti mendapat sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Ingatan yang menghilang itu membuat nya sesak nafas dan merasakan sakit yang amat dalam di hatinya. Disisi lain dia melihat Dinda serta teman-teman weraa yang ingin menyusulnya. "Jangan kesini.. aku tidak apa.. tetap disana.." Ucap Wadma melihat Mirkah dengan penuh amarah begitupun putri weraa namun, juga rasa sedih empati yang begitu dalam.


  "Hei.. apa yang terjadi padamu?" Triak jubah hitam yang melemparkan serangan 2 penyihir itu hingga mereka terpental. Namun, kondisi Wadma juga melemahkan sihir jubah hitam. Mirkah melelehkan es yang membekukan Randi sambil mengambil kotak misterius itu. "Kotaknya.." jubah hitam berbalik dari hadapan Wadma hendak mengejar namun, Wadma menangis terisak sambil memeluk lutut serta menyembunyikan wajahnya.


"Hei!! Apa lagi sekarang? Mengapa kau menangis?" Tanya Jubah Hitam. "Hiks.. menyebalkan.. mengapa aku harus mendapat semua ingatan itu diwaktu seperti ini? Huaaa.." Tanya Wadma kesal berteriak membuat cuaca berubah menjadi bergemuruh. "Sial.. ada apa denganmu?" Tanya Jubah Hitam bingung dan mendekat ke Wadma.

__ADS_1


  "Sebanyak apa yang kau ingat hingga kau menangis? Dengar hal dimasa lalu biar menjadi masalalu.. mereka takkan bisa kembali.. aku tidak mengerti apa yang kau tangiskan.. tapi, sebaiknya kau kembali! Aku akan mengejar mereka untuk mengambil kotak itu lagi.." Jubah Hitam hendak pergi dan Wadma melihatnya dengan saksama.


  "Kau tau benar apa yang kuingat!" Ucap Wadma menghapus tangisnya namun jubah hitam tak menghiraukan dan pergi menghilang sementara Sarah muncul dihadapan Wadma.


***


  "Bibik.. bibik mau kemana?" Tanya Cevin menghadang Putri Weraa dihadapannya. "Aura itu.. Kau anak mereka!! Bagaimana kau masih hidup? Aku sudah membunuhmu... Dengan meruntuhkan rumah kalian.. dan ibumu sudah mati!!" Bentaknya kesal.

__ADS_1


  "Ibuku mungkin manusia.. tapi dia punya kekuatan yang lebih besar dari sihir.. Cinta seorang ibu yang menyelamatkan ku dari kebusukan dan kebencian sihirmu itu bik!!" Ucap Cevin dengan kekuatannya langsung menghantam putri weraa. Mirkah dan Randi langsung membantu Putri Weraa yang ada di tubuh kartika itu berdiri.


  "Cevin!! Sakiit!! Jangan sakiti tubuhku!!" Ucap Kartika muncul bersama Sharika, dan Cantika.


__ADS_2