Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.94


__ADS_3

  Kilasan ingatan dimana seorang wanita dengan mahkota dan gaun hitam yang menangis sambil menggenggam tangan seorang wanita yang juga memakai mahkota dan gaun putih yang juga menangis.. mereka terluka parah dan berada di sebuah rumah besar. "Wadma.. memiliki kembaran.. mereka kembar tak seiras.." ucap Wanda yang sudah sudah mengingatnya.


  "Kembaran?" Tanya Sandi bingung.


Ep.94


  "Aduhhh kenapa jadi gini sih.. ini apaan pusing tau!! Sarah hilang, trus Kak Wanda tiba-tiba bilang Wadma punya kembaran.. Rinjani sama kak saka belum ketemu.. apa sih ini?! Apa yang terjadi sebenernya?" Keluh Ririn.


  "Diam dulu Rin!!" Ucap Nisa.


  "Paman.. Segera ke rumah Wadma yang ada didekat sini.." Ucap Wanda menelfon paman Arga.


  "Baik den.." Ucap Arga.

__ADS_1


  "Ingatan itu menghilang karena mereka memberikan sihir dikotak itu.. seharusnya tak ada yang ingat tentang Angga.. jika ingatan ku kembali itu artinya Wadma atau Angga sudah menyentuh kotak itu.." Ucap Wanda yang bingung. Bahkan dia yang menyimpan kotak itu saja tidak ingat dimana kotak itu dan hanya diberi pengaruh agar menyimpan kotak itu dengan baik dan tak membiarkan Wadma menyentuhnya sampai dia bertemu dengan Angga nantinya dan bisa meredam kekuatan jahat didiri Angga.


  "Jadi..." Ucapan Wansa disela Weraa. "Apa mungkin Wadma membuat Wansa dilupakan adalah efek dari Angga yang dilupakan semua orang?" Tanya Weraa dengan penasaran dan membuat semua orang melihat kearahnya sementara Wansa tertegun.


  "Jadi maksudmu Wadma melakukannya karena sengaja?" Tanya Wansa.


  "Tidak juga.. maksudku adalah mungkin karena hubungan batin saudara kembar membuat sihirnya yang kacau jadi tertuju padamu yang dilupakan sama seperti semua orang melupakan Angga.." Jelas Weraa lagi.


  "Dan.. bisa jelaskan bagaimana orang-orang seperti mereka bisa disini? Maksudku.. bagaimana bisa.. Sandi? Kau mengenal orang-orang penting? Wadma sang actress, Wanda si ahli waris keluarga "Pratama Wijaya", Hoshi si Actor sekaligus Ceo perusahaan THe, that's wow.. and yah.. kita emang kenal sama Wansa sebelum ingatan semua orang kembali.." Ucap Nisa bingung.


  "Pamanku adalah pelayan setia keluarga Pratama Wijaya.. dan.." Ucapan Sandi disela. "Paman Darga sudah kami anggap seperti keluarga begitulun Sandi.." Ucap Wanda sementara Adri masih berusaha menelfon Rinjani dan Saka. "Kau menelfon siapa?" Tanya Shanti.


  "Rinjani.. dan Saka.. aku tak tertarik dengan obrolan kalian.. yang lebih membuatku hawatir kedua orang itu masih menghilang.. lagi pula kami tak ada hubungannya dengan keluarga kalian! Atau apapun itu.. kami hanya orang normal yang jauh dari kekayaan kalian serta hal gila yang dibawa adik kalian.." Ucap Adri kesal karena lelah dengan semua kebenaran ang ada.

__ADS_1


  "Cevin? Kau dimana?" Tanya Wanda menelfon.


  "Aku sedang di rumah lama ada apa kak? Oh.. iya.. Angga tengah disini.. bisa kau datang kemari?" Ucap Cevin membuat Wanda bingung menghela nafas. "Dimana Wadma?" Tanya Wanda membuat Cevin menatap Angga dengan sinis. "Dia sedang mengurus Rinjani dan Saka yang menghilang kak.." Ucapnya tegas penuh keyakinan dengan ujung kalimat "mungkin" mengecilkan volume suaranya tidak yakin.


  "Baiklah aku akan kesana.." ucapnya mematikan ponsel dan mulai mentap semua yang ada disana. "Aku tak ingin kalian terbebani apapun begitupun Wadma.. namun, takdir yang menginginkan kalian.." Ucap Wanda dengan Adri tersenyum kesal dan hendak menyela namun Sandi mengode untuk berhenti menyela.


  "Aku yakin pasti ada alasan mengapa tragedi itu terjadi pada keluargamu.. dan kalian semua.. aku yakin kalian sudah pernah bertemu Wadma sebelum pertemuan kalian di sekolah.." Ucap Sandi dengan mereka semua terdiam apalagi Shanti yang tau benar bagaimana dirinya bisa seperti sekarang.


  "Kau benar.. aku selalu ingat masa itu.. Aku tak akan menyadari siapa dia jika aku tak melihat kalungnya.." Ucap Shanti.


  "Kita tunggu saja Wadma kembali.. dan tanyakan apa yang ingin kalian tanyakan nanti saat bertemu dengannya lagi.." Ucap Hoshi. "Aku sarankan kita segera pergi dari sini.." bisik hoshi menyarankan ada Wanda.


  "Kalau begitu kami undur diri dulu.." Ucap Wanda melakukan bow kecil dan pergi dengan Hoshi. "Aku akan tetap disini.. barangkali Wadma teleport kemari.." Ucap Wansa namun Adri menolak. "Aku tak memberi izin kau ada di apartemen kami.. sebaiknya kau pergi saja.." Ucap Adri dengan Wansa yang tertawa dengan nada seorang senior.

__ADS_1


__ADS_2