Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Problem is never end..


__ADS_3

  “Bagaimana dengan tubuhku?” Tanya Kartika.


  “Aku bisa melindungi jasadmu.. tapi aku tak bisa menemukannya dimana.. aku sendiri bingung bagaimana bisa seperti itu..” Ucap Wadma.


  “Dia sengaja membiarkanmu melindungi jasadnya tapi tak membiarkanmu menemukannya..” Ucap Cevin membuat Wadma terdiam.


  “Mengapa?” Tanya Dinda.


  “Entahlah..” Ucap Cevin hendak pergi namun Wadma menarik pergelangan tangan Cevin.


  “Kau mau kemana?” Tanya Wadma.


  “Aku mau istirahat..” Ucap nya menghilang.


  “Cih! Datang dan pergi seketika..” Ucap Wadma.


  “Sama sepertimu kan?” Ucap Wansa.


  “??”


  “Kau pergi meninggalkanku sendirian?”


  “Wansa.. Wadma punya alasan sendiri..” Ucap Sandi.


  “alasan? Soal apa? Dia pergi saat tidak ada satupun yang mengingat tentangku..”


  “Tidak perlu membahas yang telah lalu! Kita harus menyelidiki tentang pembunuhan ini dan soal Weraa..”


  “Untuk apa kau peduli?” Tanya Wansa membuat Wadma menatap tajam.


  “hah?” Tanya Wadma sementara Sandi mengerti Wadma mulai emosi.

__ADS_1


  “Untuk apa kau kembali lagi kehidupku dan Dia?? Mengapa kau ingin menghancurkan semuanya???!!!” Tanya Wansa.


  Wadma mengambil gelas dihadapannya dan minum dengan tenang dan berdiri lalu membanting gelas itu ke arah lain. “Menghancurkan semuanya? Aku mencoba memperbaikinya..” Ucap Wadma mengutip serpihan pecahan gelas namun Sandi menggenggam tangan Wadma.


  “Duduklah.. biarkan aku yang mengutipnya..” Ucap Sandi.


  “Aku adalah tipe orang yang berani berbuat dan berani bertanggung jawab.. jangan hentikan aku San..” Ucap Wadma


  “Bertanggung jawab? Lalu mangapa kau diam saja selama ini? Kemana saja kau selama ini??” Bentak Wansa dengan Wadma yang mengeluarkan sihirnya dan membuat gelas itu kembali seperti semula.


  “Gelasnya utuh..” Ucap Dinda.


  “Wadma?”


  “Kau bisa menggunakan sihirmu.. kau pasti bisa mengembalikan Weraa kan?”


  “Kemana aku selama ini?” Ucap Wadma yang duduk memegang gelas yang utuh itu.


  “Sandi! Jangan ikut campur.. Aku tau gadis ini yang membuat semua orang melupakanku.. Sihirnya tanpa sengaja membuatku mendapat kutukan ini..”


  “Wansa!!!” Bentak Sandi yang berhenti karena Wadma berpindah membelakangi Sandi.


  “Wadma..”


  “Tenangkan dirimu San..” Ucap Wadma.


  “...Maaf..”


  “Tanpa sengaja..” Ucap Wadma meletakkan gelasnya di meja.


  “??”

__ADS_1


  “Kau tau tanpa sengaja sihirku menyihirmu? Tanpa sengaja? Kau sendiri yang mengatakan itu kan? Lalu mengapa kau marah seakan aku melakukan kesengajaan?” Tanya Wadma


  “...” Wansa terdiam dan menyadari dirinya yang selalu emosi saat melihat wajah Wadma.


  “Kau.. Bertanya kemana aku? Jika aku disini apa kau pikir kau akan bertemu Weraa dan orang-orang itu? Atau.. Sopir di belakangmu itu?” Tanya Wadma dengan sopir Weraa yang merupakan penyihir yang sudah mengurangi penggunaan sihirnya sendiri.


  “Paman kenal dia?” Tanya Wansa.


  “Paman?” Tanya Weraa langsung memeluk sopirnya itu.


  “Nak.. Weraa.. kau sudah semakin dewasa yah.. Bagaimana kabarmu..”


  “Tunggu.. Paman tau bahwa Weraa yang disana..”


  “Waktu kau masih tinggal dengan paman.. paman masih belum tau bagaimana keadaan Weraa yang sebenarnya.. paman ragu melihat aura aneh itu.. Jadi paman hanya diam dan mengawasi.. namun, seiring waktu Weraa yang asli sudah benar-benar tak dikenali sampai akhirnya paman melihat sendiri perbedaan Weraa yang paman kenal dengan gadis itu hingga paman memutuskan untuk bertemu Wadma..”


  “Aku yang memberi tau bahwa Weraa yang asli menghilang..” Ucap Wadma.


  “JAdi kau..”


  “Weraa?? Kau sebelumnya sering digunakan oleh si pria aneh itu kan?" Tanya Wadma.


  “Digunakan?”


  “Menakuti orang-orang dan mendapat uang.. Bagitu cara ia hidup.. Hingga saat hari dimana para hantu mengira bahwa Weraa bisa membuat para hantu menjadi abu.. Mereka semua takut pada weraa dan Weraa membuat para hantu menakuti pria itu..”


  “satu yang aku pikirkan.. Dia benar-benar takut pada hantu.. jadi bagaimana cara dia memindahkan arwah seseorang itu sangat tak masuk akal jika ia melakukannya..” Ucap Wadma.


#ME_Mawad


#KSW_Part62

__ADS_1


__ADS_2