Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Sheli fans kebucinan Sandi pada Wadma


__ADS_3

    “Cih.. pada dasarnya aku adalah manusia!” Ucap Wadma terbangun dan menutup matanya dengan tangannya sendiri. Cahaya matahari sudah masuk namun Sandi masih tertidur duduk disebelahnya sementara Sheli masuk kekamar untuk membangunkan Wadma dan Sandi.


    “Siapa yang memasak?” Tanya Wadma mencium aroma makanan yang lezat.


    “ah.. Wansa dan Cevin sedang memasak mengikuti resep Weraa.. namun, mereka tak mendengarkan dengan baik.. Jadi dinda yang menggantikan untuk memasak..”


    “Suruh saja mereka memasak Nasi putih.. Oiyah, Apa Sandi semalaman disini?” Tanya Wadma.


    “Cih.. sepertinya kak Sandi benar-benar jatuh cinta padamu..”


    “..”


    “hei.. apa kau juga mencintainya?” Tanya Sheli yang melihat Wadma tersenyum mengacak rambut Sandi yang terbangun. “Yaampun, kau sudah bangun?”


    “Ya.. aku sudah.. bagaimana denganmu? Kau ingin tidur seharian?” Tanya Wadma.


    “Kau menggangguku semalaman bagaimana aku bisa tidur nyenyak?”


    “Woah.. Daebak.. Apa bahkan Wadma masuk kemimpimu kak? Yaampun pria popular ke 2 benar-benar gila karena seorang gadis satu ini?”


    “Sheli-ah.. sejak kapan kau menggunakan kata-kata korea?” Tanya Wadma


    “Ah.. kau tau? Ririn itu sangat menyukai artis K-pop..”


    “Aku bukan artis kpop..”


    “Tapi kau dekat dengan para oppa tampan itu.. karena itu dia menjadi fansmu juga..” Ucap Sheli.


    “Terserah kau saja! Mengapa kau tidak membantu yang lain menyiapkan Sarapan?” Tanya Wadma.


    “hmmm.. Yalah iya..” Ucap Sheli.


    “Hei sandi..”


    “??”

__ADS_1


    “Keluar sekarang!!”


    “??? Lah? Kenapa?”


    “Aku mau Mandi!! Lo mau ngintip? Keluar sana..” Ucap Wadma dengan Sandi yang langsung berdiri kaget dan keluar dengan cepat. Wadma menutup pintu kamar dan menguncinya namun sosok putih itu berada dibelakangnya dengan rambut panjang  “BWA!” Ucap sosok itu dengan wajahnya yang pucat mayat yaitu Sharika. “Jangan menggangguku… kau ingin jadi debu? Cepat keluar..”


    “Biarkan aku disini menemanimu..”


    “Yaampun.. gile aje gue mau ditemenin setan dan sebangsanya?? Keluar lo! Sebelum gue tendang lu sampai ke neraka JAHANNAM..”


    “Eh.. tapi bukannya orang yang disiksa dan dibunuh tuh masuk surga yah?”


    “Belum masuk surga lu malah selama ini ngagetin plus nakutin orang-orang indigo.. lo kira dosa lo gimana?”


    “.…Iye juga..”


    “Makanya lo nurut dah.. Keluar sono.. ngintip dosa..”


    “Iye iye..”


    “Wansa?”


    “??”


    “Apa kau sudah ke apartemen Loosa?” Tanya Wadma.


    “Loosa? Siapa itu?” Tanya Sheli.


    “Gadis yang ada ditubuh Weraa..”


    “Apa itu namanya?” Tanya Weraa.


    “Bagaimana kau tau itu namanya?” Tanya Sheli.


    “Aku tidak tau siapa nama dia.. siapa dia… dan dari mana asalnya.. Tapi, lebih baik aku panggil dia Loosa dari pada menyebutnya seorang parasit..” Ucap Wadma.

__ADS_1


    “Cih.. kau juga baru menyebutnya tadi malam kan?” Tanya Wansa.


    “Wansa..” Ucap Cevin.


    “Lalu kau ingin aku menyebutnya Weraa? Sementara Weraa yang asli sedang kehilangan tubuhnya dan hidup sebagai hantu selama 10 tahun? Yang benar saja..”


    “Setidaknya kau bisa menyebutnya..”


    “Weraa palsu? Gadis itu? That girl? Atau kekasihmu? Jangan memaksaku.. intinya aku akan memanggilnya loosa mulai sekarang..” Ucap Wadma  segera menghentikan Sandi yang akan mengambil lauk di meja.


    Wadma mengambil tempat bekal dan mengisinya sambil berkata “Aku akan makan diluar bersama Sandi.. Sheli, kau bisa pulang.. Dinda, tetap disini.. aku akan menghubungimu nanti.. Dan kalian trio ghost sebaiknya temui Loosa kau juga.. Weraa.. Cobalah mengenali gadis yang menumpang ditubuhmu itu.. Dan kau Wansa.. aku harap kau tak ke rumah ini lagi!”


                                                                                ***


    “Yaampun.. mereka belum bangun?” Tanya Nisa yang membuka pintu dan melihat sekitar. Dan membangunkan semuanya “Hei.. bangun-bangun!! Cepetan.. Rinjani, Sarah, Windy.. Kalian gk shalat atau gimana?” Tanya Nisa.


    “Yaampun.. Dah jam berapa?” Tanya Windy.


    “Jam 7 Win..”


    “Kok kamu gk bangunin aku sih?”


    “Udah cepetan ambil wudhu langsung sholat.. Kan ketiduran.. nanti aja ngomelnya..” Ucap RInjani.


    “Kamu gk sholat Rin?” Tanya Nisa yang melihat piring kosong yang ia suguhkan pada gadis di tubuh Weraa.


    “Lagi halangan.. Sarah juga?” Tanya Rinjani.


    “Biasalah..” Ucap Sarah sementara Nisa langsung membuka pintu kamar Weraa.


    “Eh? Udah kebuka? Weraa? Kamu…” Ucapan Shanti terdiam melihat tak ada orang dikamarnya.


    “Dimana dia?” Tanya Shanti lagi.


ME_MAwad

__ADS_1


KSW_Part72


__ADS_2