
“Shanti? Mengapa bukan Sheli? Ah.. benar nama Sandi dan Shanti.. kurasa itu memang takdir.. Jadi ada apa kalian menemuiku?”
“Kau sudah seharusnya tau Wadma..” Ucap Pangeran Wansa yang datang dari belakang.
“Paman? Tunggu.. apa ini?” Tanya Wadma bingung.
“Dia adalah putraku pangeran Wansa hanya saja dia terlahir dari rahim Ratu Sarah..”
“Hah? Wansa? Sarah?” Ucap Wadma dengan membatu bingung.
“Kau adalah gadis yang memiliki kekuatan legenda.. Dengan tambahan kekuatan diriku didalam dirimu… Namun, kekuatan legenda itu sepenuhnya adalah milikmu..” Ucap ratu Rinjani.
“Sebentar.. apa maksud?” Tanya Wadma yang langsung melihat sekelilingnya dan seperti sebuah kisah yang diceritakan Pangeran Wansa pada Cevin. Hingga semua kisah itu selesai sampai tahap Wadma terlahir di dimensi manusia dengan kekuatan itu. Wadma terduduk dan tak habis pikir hidupnya serumit itu. “Jadi.. Pria berjubah itu adalah keturunan dari kembaranmu Ririn? Dan itu sebabnya..”
“Kalian terhubung satu sama lain..” Ucap Pangeran Sandi
“Hal yang harus kau lakukan adalah membuatnya menjadi orang baik seperti saudaraku…” Lanjut Ratu Rinjani.
“Tapi bukankah Saudaramu juga jahat?”
“Dia tidak sejahat itu.. dia hanya suka menjahili masyarakat namun, masyarakat selalu berbuat serius dan jarang menghargai guyonan..” Ucap Shanti.
__ADS_1
“Tunggu.. apa Shanti yang kuselamatkan ibunya itu keturunan kalian berdua?” Tanya Wadma dengan Sandi dan Shanti yang tersenyum dan mengangguk.
“Lalu Sandi?” Tanya Wadma lagi.
“Jangan hawatir.. Sandi adalah manusia biasa yang akan ada selalu di sisimu..” Ucap Ratu Rinjani.
“Kalau begitu ia seharusnya tak ikut campur kan..” Ucap Wadma.
“Dia mungkin manusia biasa.. Namun, Ada aura luar biasa di tubuhnya.. Jangan menyia-nyiakannya..” Ucap Pangeran Sandi
“Bukankah seharusnya Sandi berjodoh dengan Shanti kalau begitu?”
“Jangan membuat kesalahan Wadma.. Jika kau mencintainya maka kau harus menggenggamnya dan jangan pernah lepaskan dia..”
“Gadis itu..” Ucapan Ratu Rinjani terhenti.
“Aku tau!! Karena Wansa menyukainya akan kuberi nama Loosa. Loo nya diambil dari kata Love jadi biar gak kelihatan aku ambil dari kata love yah ku jadi kan gitu aja gimana??” Tanya Wadma melihat ke 4 orang di depannya itu.
“apa tidak bagus?” Tanya Wadma yang kembali berpikir.
“Bagaimana dengan Weraa yang Asli?? Bukankah dia menyukai Wansa?” Tanya Shanti.
__ADS_1
“Tunggu.. Jika Weraa yang asli menyukai Wansa apa dia memiliki niat buruk juga? Sama seperti zaman kalian? Dan siapa yang memiliki Gen dari Putri Weraa si licik itu?” Tanya Wadma.
“Wadma.. jangan karena kau mengetahui kisah legenda dimensi sihir membuatmu lupa cara untuk melihat kebaikan teman-temanmu.. Karena…”
“Mereka bukan teman-temanku.. Dan kedatangan kalian sekarang semakin memperjelas mereka bukan teman-temanku.. mereka adalah masa lalu kalian semua.. dan seharusnya tak ada dikehidupanku.. Jangan menjadikanku senjata mu Yang Mulia Ratu! Maaf tapi aku bertindak sesuai keinginanku dan bukan keinginanmu..”
“Wadma..”
“Maaf paman.. sehormat apapun aku pada paman.. semuanya sudah hilang.. Paman sama mengecewakannya dengan manusia lain.. pantas saja paman menyuruhku untuk berlatih sihir dengan Cevin dengan syarat paman menemani Wansa.. jadi paman sudah tau semua ini dan merupakan bagian keluarga dari orang ini..”
“Kalian mengambil jalan untuk mencintai orang yang kalian sayang.. namun karena kepergian Sandi kerajaan jadi kehilangan pelindung terkuat kerajaan dan berakhir seperti ini.. menyebalkan!” Ucap Wadma ingin pergi.
“benar! Ini semua keegoisan kami.. Tapi bukankah kau juga egois? Benar juga.. kau terlahir karena akibat keegoisan kami kan? Dan..” Ucap Pangeran Sandi yang di hentikan oleh Shanti.
“Aku terlahir itu karena takdir namun, kekuatan ini? Jika kalian tak suka dengan pilihanku.. kalian tinggal mengambil kekuatan ini.. Bukankah dia terhubung denganku? Itu artinya jika aku tak punya kekuatan maka ia juga tak punya kekuatan kan?” Tanya Wadma.
“Itu…”
“Cih.. pada dasarnya aku adalah manusia!” Ucap Wadma terbangun dan menutup matanya dengan tangannya sendiri. Cahaya matahari sudah masuk namun Sandi masih tertidur duduk disebelahnya sementara Sheli masuk kekamar untuk membangunkan Wadma dan Sandi.
“Oh… kau sudah bangun?”
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part71