Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Sirah siapa?


__ADS_3

“Satu pertanyaan untuk satu kali terbang..” Ucap Wadma.


“Apa?”


“Kemana Weraa akan pergi?”


“Dia bilang dia akan pergi ke Coffe Shop..”


“Dimana Kartika?”


“Dia ada di dalam apartemen.. Ayo!” Ucap Shanti namun Kartika keluar dengan memegangi bagian jantungnya. “Ada apa?” Tanya Wadma. “Sejak kapan hantu merasakan sakit?” Tanya Shanti.


“Aku juga tidak tau! Aku masih tergolong baru..” Ucap Kartika sementara Wadma mundur terkejut melihat kilasan penglihatannya. “Jasadmu di siksa.. Dia menusuki bagian jantungmu.. aku masih tak bisa melihat wajahnya.. Aku juga tak bisa mendeteksi tempat itu..” Ucap Wadma.


“Kalau kau bisa kami malah bingung…” Ucap Shanti.


“Coffe shop!! Weraa.. dan Sharika! Kau jaga Kartika yah!!” Ucap Wadma berlari dengan Sheli yang baru datang bersama Ririn dari supermarket.


“Eh.. tunggu! Aduh ini gimana sih?” Tanya Shanti sementara Kartika seperti pinsan dan hilang kesadaran. “Sejak kapan hantu bisa pinsan?” Tanya Shanti kesal dan melihat Sheli dan Ririn datang dan menyuruh mereka mengurus hantu satu itu. “Sheli! Kau gadis pintarkan.. Tolong yah.. Dah.. sarangheee!!” Ucap Shanti sementara Kartika dalam posisi duduk menangis seperti anak kecil.

__ADS_1


“Haish! Kau kenapa lagi?” Tanya Sheli.


“Tubuhku disiksa oleh pembunuh bedebah itu!! Ini sakit.. mengapa aku merasakan sakit padahal sudah mati..” Ucap Kartika membuat Sheli bingung harus bagaimana. “Apa yang terjadi?” Tanya Ririn. “Kartika sedang sakit.. Apa kau bisa ke apartemen dulu? Masalahnya jika kita terlalu lama disini aku akan dianggap gila!!” Ucap Sheli.


“Kau memang gila kan?” Ucap Ririn.


“Kau tau aku mendapat sabuk hitam dari 2 perguruan tekwondo..” Ucap Sheli kesal.


“Hehe.. memangnya ada apa sih?” Tanya Ririn.


“Kartika kesakitan..”


“Bukankah dia hantu? Dia sudah mati! Tidak mungkin mati lagi kan?” Tanya Ririn.


“Tapi.. Shanti kenapa lari?” Tanya Ririn.


“Apa kau tak sadar Wadma baru saja lari..”


“Hah? Mengapa aku tak melihatnya?” Tanya Ririn mematung.

__ADS_1


“Carilah di Web.. Fansnya tak akan menyadarinya saat ia sedang ingin menjalani kehidupan normal!!” Ucap Sheli menarik pergelangan tangan Kartika.


***


Coffe shop terlihat ramai dengan para murid betlan School yang suka duduk disana. Weraa masuk dan sempat menjadi perbincangan karena Weraa adalah mantan siswa dari Betlan School yang sekarang pindah ke Atlan school. “Apa dia gadis itu?” bisikan para gadis yang terdengar oleh Weraa.


“Apa kau sudah tau siapa pembunuhnya?” Tanya senior dinda. “Apa yang membuatmu ingin tau?” Tanya Weraa. “Kau tau rahasia Coffe shop ini?” Tanya senior itu dengan Weraa yang terdiam. “Kau diam? Itu artinya kau tau bahwa Coffe shop ini di salurkan untuk betlan School. Pekerjanya dari betlan School lalu pemiliknya adalah seorang gadis dengan nama Sirah.. Gadis itu menghilang setelah Coffe shop mulai ramai..”


“Gadis itu.. memiliki wajah yang sama denganku?” Tanya weraa.


“aku tidak tau.. tapi bagaimana kau tau??”


“Aku sering bermimpi tentangnya.. aku tidak tau hubunganku dengannya itu apa.. Tapi, dia selalu hadir dimimpiku setiap hari ultahku.


“Sejak kapan?”


“Aku juga tidak ingat begitu jelas.. BTW, mengapa para hantu disini tak menyerang pembunuhnya saja?” Tanya Weraa.


“Saat hantu melakukan pembalasan dendam maka hantu akan menjadi abu kan? Dengan kata lain mereka tetap dalam keadaan tidak tenang.. Menurutmu.. apa mereka akan melakukan Hal yang sama?? Menyia-nyiakan waktu hanya untuk membalas dendam..”

__ADS_1


ME_Mawad


KSW_Part36


__ADS_2