
“Cepat bawa dia ke UKS!! Sepertinya dia melihat sesuatu tadi..” Ucap Adri dengan Sandi yang bergegas menggendong Wadma pergi disusul Saka dan Adri yang sempat terhenti karena melihat gadis yang pinsan itu bangun melihat semua mata menatapnya takut dan ia kabur dari kantin dan dikejar Adri. “aku seharusnya tak menatap mata hantu itu..” Ucap Gadis itu berjalan kesal hingga Adri mengagetkannya.
“Hantu apa yang kau lihat?” Tanya Adri.
“Ah kak adri? Dimana gadis yang bersama kakak tadi?”
“Dia pinsan dan dibawa ke UKS memangnya ada apa?” Tanya Adri sementara gadis itu menutup mulutnya terkejut dan lari ke UKS.
***
“wansa? Kau tak menjemputnya?” Tanya Rinjani.
“Rinjani benar! Dia sepupumu! Kau harus memastikan dia baik-baik saja..” Ucap Weraa.
“sudah ada temannya.. aku rasa dia akan baik-baik saja..”
“Jadi?? Bagaimana kalian bisa mengingat nama Wansa?” Tanya Weraa melanjutkan topik yang sempat berhenti.
“Ah.. kami tidak tau..”
__ADS_1
“.. Haish.. yang benar saja..” Ucap Weraa.
“Wadma bukan gadis sembarangan.. dia sejak awal seperti menatap sesuatu dan berkali-kali menatap siswi gila tadi..” Ucap Sheli.
“Aku melihat ada sosok putih sekilas juga..” Ucap Sheli.
“Aku melihat aura kekuatan aneh dari tubuh Wadma.. Wansa? Apa dia pernah menceritakan tentang kekuatannya?” Tanya Sheli lagi.
“Tidak.. mungkin aku juga sudah tidak ingat.. itu cukup lama..”
***
“Hei!! Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Wadma datang merangkul wansa.
Wadma tertegun karena mendengar 3 kalimat “mendapatkan kemampuan buruk?” Gumam Wadma dan langsung berhenti berjalan “Apa kau tak suka saat hanya aku yang mengingatmu?” Tanya Wadma.
“Tidak, bukan begitu.. hanya saja akan lebih menyenangkan bila ada orang lain juga yang mengingatku atau sebaiknya menjadi orang normal saja..” Ucap Wansa.
“Tapi, ada banyak orang diluar sana yang lebih menyenangkan dari pada aku.. Setelah itu kau akan jarang menemuiku atau kau akan membuangku.. Sama seperti manusia pada umumnya..”
__ADS_1
“Tidak mungkin!”
“Bagaimana kau bisa tau??” Tanya Wadma
“Aku tidak tau tapi aku bisa berjanji..” Ucap Wansa menunjukkan jari kelingkingnya.
Wadma melihat tangan wansa namun tak menghiraukan jari kelingking Wansa dan terus berjalan santai. “jangan berjanji bila kau tak bisa menepati..”
“Ayolah.. lagi pula itu jika ada orang lain kan.. Sekarang aku hanya punya kau..” Ucap Wansa.
Wadma melihat dirinya yang dulu berpikir bahwa ia hanya ingin seseorang yang bisa menganggapnya special. “Aku benar-benar Egois.. Apa aku sejahat itu?” Tanya Wadma melihat kenangannya.
Terlihat saat Wansa datang ia dibully teman sekelasnya dan itu karena Wadma yang menyihir mereka. “Itu benar-benar aku?” Tanya Wadma lagi yang kemudian melihat dirinya yang masih kecil menyelamatkan Wansa dari para pembully yang disebabkan oleh dirinya sendiri. Dia juga melatih Wansa bela diri.
Sampai ia melihat kenangan saat ia bersama Wansa melihat bintang di langit dengan Wansa berharap ada orang lain yang bisa mengingatnya selain Wadma. Terlihat Sihir Wadma yang membentuk cahaya itu pergi ke salah seorang gadis yang mirip dengan Weraa. “Aku mengabulkannya.. jadi aku tak sejahat itu kan..” Ucap Wadma yang kemudian melihat semua kenangan itu menghilang karena seorang pria yang memakai topeng putih dengan jubah hitamnya. “Kau.. Sepertinya datang kekota ini menantangku yah?” Tanya pria itu.
“Siapa kau?” Tanya Wadma.
“Ah.. benar.. korbanku yang memanggilmu kan? Dan si Weraa itu akan mendapat masalah karena ia berani ikut campur.. Kalian semua akan kuhancurkan..” Ucap pria itu dengan Wadma terbangun dan duduk menutup matanya menggunakan tangannya. Sandi membuka pintu dan datang sendirian karena Saka harus kembali kekelas.
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part40