Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.107


__ADS_3

*Cevin POV


Setelah membaca pemberitaan aku pergi ke tempat 3 bersaudara itu Mark, Mirkah, dan Randi. Sebenarnya siapa yang melakukan pembunuhan berantai itu? Namun, sebelum pergi kesana aku sempat tertabrak seorang pria yang tengah pergi ke Coffe Shop. Ada kecemasan dalam dirinya dan saat tertabrak tadi aku melihat kilasan wajah Sharika yang tersiksa sekarat. Siapa dia.. mungkinkah? Dia memesan americano dan kemudian duduk menenangkan dirinya. Memakai jubah coklat dan topi ala coboy itu apa yang ia cemaskan.


"Eh.. Cevin.. kau disini?" Tanya Wadma datang dengan Sandi. Apa ini? Ini masih pagi dan mereka sudah berdua. Jika saja Wadma bukan orang yang memiliki sihir ibuku, aku sudah menyatakan perasaanku padanya. "Cev.. penyihir tua ini.. kau memikirkan apa?" Tanyanya dengan aku yang tersadar "kalian dari mana?" Tanyaku.


"Dari rumah.. mau ke galery 3 bersaudara itu.. kau taukan berita yang trending?" Tanyanya dan pria tadi langsung tersedak makanannya. Wadma melihat kearah pria itu dengan curiga. "Lalu mengapa kemari?" Tanyaku dengan Sandi yang menjawab kali ini "lapar.. kau kemari karena apa?" Tanya Sandi.


"Tidak.. aku hanya ingin saja.. kalau begitu aku menyelidiki tempat lain yah.." Ucapku pergi teleportasi ke tempat saat weraa dulu melihat lukisan dan Wadma melarangnya membaca tulisan itu. Bagaimana jika aku yang membacanya? Namun, sampai disana lukisan itu sudah tidak ada. Atau lebih tepatnya lukisan itu telah dirusak ada cat yang tumpah ke lukisan yang jatuh ini. Dan aku bisa melihat bayangan pria berjubah coklat itu yang melakukannya. "Tapi kenapa?" Tanyaku teleportasi ke galeryMI milik 3 bersaudara itu.


Wadma sedang duduk membawakan makanan untuk mereka dan membawa mereka ke suasana hangatnya keluarga. "Cevin! Sini ikut makan ayok!" Ucapnya dengan senyum manisnya itu. Sial, bahaya jika wajahku memerah disini. Saat aku ingin duduk aku melihat lukisan yang terlihat baru diselesaikan itu. "Apa salah satu dari kalian bisa melihat masa depan?" Tanyaku dengan mereka saling menatap namun Randi lanjut menikmati makanannya. "Itu kau Randi? Bisa kau jelaskan arti lukisan baru mu itu?" Tanyaku dengan dia yang minum dan melihat lukisannya.


"Ada hal yang akan terhubung kembali.. sesuatu yang sudah lama hilang akan kembali bangkit.. hal besar akan terjadi namun, tak akan ada manusia yang menyadari hal besar itu.." Ucapnya dengan aku terdiam. Apa mungkin dimensi sihir bisa terhubung kembali ke dunia manusia?


"Sudah lama hilang akan bangkit? Mengapa aku mengingat paman Wansa.. dan para ratu dimensi sihir?" Tanya Wadma padaku yang terdiam masih bingung.


"Ngomong-ngomong apa yang kau bawa tadi Cev?" Tanya Sandi dengan aku menatapnya sinis.


"Lukisan dari Betlan school saat kau mencekik Weraa apa kau ingat Mirkah?" Tanyaku dengan dia yang mengangguk.


"Kau ingin bertanya artinya yah.. aku sudah katakan kemarin pada Wadma alasan aku menghentikan Putri Weraa menyentuhnya karena itu bisa mengembalikan ingatan yang hilang. Aku awalnya tidak tau lukisan itu asalnya dari mana tapi putri weraa pun mengatakan bahwa lukisan itu dilukis oleh pangeran Wansa dan dirinya".

__ADS_1


"Saat iya pernah benar-benar menikmati kebersamaan bersama Wansa.. namun, siapa yang mengira ada yang meletakkan sihir gelap di lukisan itu.." jelasnya.


"Sihir gelap? Jadi.."


"Sihir yang membuat Putri Weraa kembali pada niatnya untuk menghancurkan kerajaan.. Utuhnya Arwah putri Weraa juga masih berhubungan dengan ibunya.." Ucap Mirkah.


"Seperti dugaanku.. Ratu Ririn ini... Baik atau jahat sebenarnya.." Ucap Wadma. Dengan aku mengingat "tunggu.. jika kau berbicara seperti itu maksudmu Angga?" Apa dia jahat? Apa mungkin dia yang sekarang diam.


"Rasa sakit karena tidak dirawat orang tuaku.. ada dendam didirinya.. tapi, aku juga lihat aura hangat dia saat kami makan bersama di ruang keluarga.. tidak mungkin dia punya niat jahat kan..." Ucap Wadma bimbang.


Aku kembali mengingat pria tadi itu. Sebaiknya aku melihat dia. "Aku pergi dulu.." ucapku hendak pergi. "Mu belum makan loh.. makan dulu atuh! Mentang mentang awet muda.. perut tetep diisi lah.." Ucapnya dengan aku yang hanya tersenyum dan merasakan sakit karena pernyataan dia sudah cukup menjelaskan perbedaan kami. "Makanlah.. aku nanti makannya.. ada pria yang mau ku cek.." Ucapku dengan Wadma mengisyaratkan menggunakan tangan tanda stop. "Ada apa?" Tanyaku dengan dia menelan makanannya dulu. "Randa? Kau ingin menemui pria yang di coffe shop tadi? Dia sudah pergi.. lebih baik kau makan dulu sini.." pinta Wadma dengan aku yang duduk kembali


"Ah.. benar, kami tidak ada sangkut pautnya dengan Sharika.. namun, dia sepertinya melakukan itu agar dia tak menjadi tersangka.." Ucap Mirkah.


"Oooh.. berarti Sharika yang menyuruh temannya mengirimkan bukti itu ke Utube ya.." Ucap Wadma.


"Tapi.. mengapa Randa melakukannya?" Tanya Sandi.


"Mungkin Dani tau sesuatu?" Tanya Wadma.


"Dani?" Tanyaku.

__ADS_1


"Randa itu bawahan Dani lebih seperti geng dan Dani ketuanya.." Ucap Wadma. Sementara Sandi berfikir keras. Apa jangan-jangan memang dia?


"Tapi ini aneh.. jika memang dia seharusnya tubuh Sharika menghilang atau setidaknya Sharika masih hidup sebagai orang lain.." Ucap Wadma.


"Sebentar apa? Jadi? Randa yang kalian maksud adalah Randa Swadiarma?" Tanya Mirkah dengan Wadma tersenyum dan Sandi mengangguk "Benar"


"Dia yang mengambil tubuh Weraa dan hendak memasukkan arwah gadis bernama Sirah sahabatnya ... Tapi, dia memiliki perasaan pada sahabatnya yang sudah meninggal itu. Karena sahabatnya selalu memimpikan jadi putri dari keluarga kaya dia memohon padaku untuk memasukkan arwahnya ke dalam tubuh Weraa.. namun, karena weraa mirip dengan putri weraa aku pun tak memasukkan Sirah.." Jelas Mirkah.


"Lalu apa yang kalian lakukan pada Sirah?" Tanya wadma.


"Memenjarakannya.. namun, aku kasihan dan melepaskannya.. begitupun Weraa asli.. tapi, berbeda dengan Weraa yang rendah diri, Sirah congkak dan sombong.. jika kami tak memiliki sihir mungkin dia sudah mencekik kami.." Ucap Mirkah.


"Clear sudah kalau begitu.." Ucap Wadma membuat kami menatapnya.


"Dani.. dia tau Randa membunuh orang lain jadi Randa mengancam Dani untuk tutup mulut dan menjadikannya bawahannya.." Ucap Wadma.


"Tapi bukankah biasanya orang seperti randa.." Ucapan Mark disela Sandi.


"Menjadi atasan akan terlalu kelihatan bahwa Dani diancam, sementara dulunya Dani adalah orang yang membully Randa... Aku tak menyadarinya.. pantas saja dia menjadi bagian geng Dani.. tapi apa alasan dia membunuh dan menyiksa Sharika?" Tanya Sandi.


"Sirah.. tadi kau bilang di congkak dan sombong? Sementara satu sekolah Betlan School itu memuji dirinya yang baik hati dan dermawan.. dan Sharika mulai dikatakan seperti bidadari baik hati yang menggantikan Sirah.." Jelas wadma dengan Randi yang menjawab "jadi maksudmu bisa saja Sirah yang menyuruh Randa melakukannya karena dia iri?" tanyanya.

__ADS_1


#KSW107


__ADS_2