
“SubhanAllah!! Eh itu siapa?? Dia bukan Weraa!!” Ucap Saka kebelakang Adri dan melepaskan genggaman Adri ke tangan Loosa.
Ep. 81
“Kenapa aku disini? Kenapa kalian disini? Dimana Wansa??” Tanya Loosa dengan wajah aslinya yang ternyata adalah putri weraa dimasa lalu.
“Apa ini? Kenapa aku kembali seperti ini?? Dimana tubuhku dimana??” Triak putri Weraa membuat kaca pecah.
“Kau lagi!! Mengapa kau datang dan merusak semuanya??” Ucap Putri Weraa menarik Wadma dari Sandi dan mencekiknya. Namun, Wadma juga membanting Putri Weraa ke bawah dan mengunci tangannya.
“Kau… bagaimana bisa aku melihat nama putri weraa di atas kepalamu? Bagaimana kau bisa Masih hidup? Bagaimana dengan Ratu Rinjani dan Ratu Ririn??!!” Tanya Wadma memunculkan petirnya.
“Wadma bukankah dia sudah mati? Dia adalah arwah kan?” Tanya Saka.
“Apa ini semua?? Kau?! Siapa???!"
“Diam!! Wadma… kau akan membayar nya!! Matilah kau!!!” Ucapnya marah dan hendak mencakar Wadma namun Jubah hitam muncul seketika dan mendorong Putri Weraa.
“Wadma kau tidak papa?” Tanya Sandi yang langsung memeluk Wadma.
“aku tidak papa.. Jubah hitam?”
“Kau!! Minggir!!” Bentak Putri Weraa.
__ADS_1
“Ck! Seharusnya aku membunuh kalian agar tak semakin merepotkan..” Ucap Jubah hitam.
“Aku bilang minggir!! Aku akan membunuhnya.. ah benar.. Kalian terhubungkan?? Jika kau mati dia juga akan mati Hahaha.. baiklah.. bersiaplah untuk kematian kalian berdua..”
“Apa maksudnya.. Wadma?” Tanya Adri sementara Sandi tetap memeluk Wadma yang menyerap energi Sandi.
“Mati? Aku lebih kuat dari dia!!” Ucap si Jubah Hitam yang menyerang putri weraa dengan kecepatan kilat.
“Apa yang terjadi??” Ucap Adri
“Kacanya pecah..” Ucap saka melihat keluar jendela karena 2 makhluk itu keluar dan merusak jendela serta berkelahi di udara “Mereka secepat itu??” Tanya Saka lagi.
“Sandi… Menjauh dariku!!…” Ucap Wadma mendorong Sandi.
“Wadma!!” Ucap Sandi tak mengerti karena didorong terlalu kuat hingga dia terbentur.
“Apa mereka benar-benar terhubung??” Tanya Adri.
“Wadma… bangun.. wadma..” Ucap Sandi kebingungan.
Seketika pintu mereka didobrak oleh Shanti yang datang dengan para gadis. Sheli melihat organ dalam Wadma sementara Nisa memperhatikan saat Sandi mendekat ke Wadma, energi positif Sandi langsung membuat Wadma pulih dengan cepat namun ada aura lain yang mempengaruhi kesadaran Wadma.
“Omo?? Ottoke?? Apa yang terjadi?” Tanya Ririn mendekat dan menyentuh Wadma.
__ADS_1
“Bagaimana kalian bisa kemari..” Tanya Sandi
“Minggir!!!!” Triak putri Weraa yang melihat Cevin melindungi Jubah Hitam.
“Kak Weraa dimana??” Tanya Dinda.
“Benar?! Kemana dia??” Tanya Saka sementara Sandi dibuat pinsan oleh Sheli yang memberi catokan padanya.
“apa yang kau lakukan Sheli??” Tanya Sarah.
“Energi positifnya terus terserap ke Wadma.. sementara Wadma belum sempat memulihkan dirinya namun jubah hitam malah mengambil semua energi positif itu..” Ucap Nisa.
“Maksudmu??” Tanya Rinjani.
“Mereka terhubung…” Ucap Sheli.
“Apa??”
“Siapa gadis itu?” Tanya Shanti dari kaca jendela melihat cevin di pertengahan antara arwah seorang gadis dengan jubah hitam yang terduduk di aspal memegangi bahunya.
“Eh?? siapa lagi cowok itu? Ini sumpah dah.. ini ada apaan sih??” Tanya Adri pusing.
“Dia yang ada ditubuh Weraa selama ini.. sudah jelas dia selama ini hanya berpura-pura menjadi orang baik:v padahal sebenarnya dia itu orang jahat.. atau lebih tepatnya hantu jahat..” Ucap Saka.
__ADS_1
“Minggir Kau!!! Kau hanya penyihir kecil yang terlahir dari seorang manusia!! Sebaiknya orang sepertimu tidak perlu ikut campur!!”
“Kau tidak tau aku keturunan siapa??” Tanya Cevin menaikkan poninya dan menunjukkan bekas luka dikepalanya.