
“Kau tak menceritakan pada temanmu?” Tanya Wadma sambil mengunyah makanannya dan minum.
“Apa itu rahasia?” Tanya Saka.
“Setiap orang punya rahasia jika sahabat kalian tak ingin memberitau kalian.. jangan paksa dia.. Tapi kalian mendapat peringatan pertama ku.. Kalian diam saja ketika penggossip itu menghina temanku!!” Ucap Wadma yang membuat Sandi menatap Wadma. “Mengapa kau kemari?” Tanya sandi.
“Ah.. benar! Berikan tanganmu!!” Ucap Wadma dengan Sandi yang menatap kedua temannya yang menaikkan bahu. Wadma mengambil tangan Sandi dan melingkarkan sebuah gelang berwarna hitam dengan huruf kayu yaitu YML. “Apa ini?” Tanya Sandi.
“Selamat ulang tahun!! Aku rasa aku sudah lama tak bertemu denganmu.. Jadi aku membuat gelang itu.. Jangan menghilangkannya!! Atau kau akan..”
“Mati??” Tanya Sandi.
“Hei! Wadma apa yang kau lakukan dihadapan kami? Kami sedang tak punya pasangan sekarang..” Ucap Saka
“Kalian akan menemukan pasangan.. Dan dalam jangka waktu pendek.. Aku bisa melihat kilasan hahaha..” Ucap Wadma.
__ADS_1
“Wah.. Tapi.. YML?? Apa itu?” Tanya Saka lagi dengan Wadma tersenyum “Pecahkan sendiri dan beri tahu aku jawabanmu di hari ulang tahunku..”
“Haish.. apa ini sulit?” Keluh Sandi.
“Tergantung pada dirimu.. Meskipun kau sudah tau.. akan sangat sulit untuk mengatakannya padaku.. Kau bisa menghancurkan persahabatan kita dalam menjawabnya..” Ucap Wadma.
“YML?? Hei! Bagaimana kalau kau memberi tauku?” Tanya Saka.
“Peringatanmu sudah satu! Apa kau ingin menambahnya?” Tanya Wadma mengancam.
“Adri!” Ucap Wadma membuat Sandi, Adri dan Saka melihat wajahnya yang pucat. “Berapa banyak anak indigo di sekolah ini?” Tanya Wadma. “Aku tidak tau.. Tapi 4 dari 8 gadis itu bisa melihat hantu..” Ucap Adri yang kemudian melihat Wansa.
“Seharusnya..” Ucapan Wadma terhenti karena tawa gila dari seorang gadis dan meronta-ronta. “Apa yang ter..” Ucapan Adri terhenti karena Wadma menggerakkan tangan Sandi untuk membuat Adri tak melihat kebelakang. “Ada apa?” Tanya Adri.
“Wadma?” Tanya Sandi yang sadar tangannya digerakkan sementara Wadma menutup mata membuat semua orang tak menghadap ke arah hantu itu. “Ada apa ini mengapa aku tak bisa bergerak?” Keluh semua orang sementara Wadma menatap mata hantu itu tajam dan mengambil garpu dan melemparkannya.
__ADS_1
“Garpu itu melayang?” Tanya pelayan yang tidak indigo.
Wadma menatap hingga sendok itu menusuk kepala hantu jahat itu dan tertancap di tembok. Seketika ada serpihan pasir yang menumpuk dan menghilang seperti diserap oleh sesuatu.
“Aku.. melewati batasnya..” Ucap Wadma yang kemudian pinsan dan Sandi yang langsung memeluknya dan menepuk-nepuk pipi Wadma. “Wadma?” Ucap Sandi panik sementara semua murid bisa bergerak dan melihat gadis gila tadi pinsan.
“apa yang terjadi?” Tanya Santi.
“Apa dia baik-baik saja?” Tanya Saka.
“Cepat bawa dia ke UKS!! Sepertinya dia melihat sesuatu tadi..” Ucap Adri dengan Sandi yang bergegas menggendong Wadma pergi disusul Saka dan Adri yang sempat terhenti karena melihat gadis yang pinsan itu bangun melihat semua mata menatapnya takut dan ia kabur dari kantin dan dikejar Adri. “aku seharusnya tak menatap mata hantu itu..” Ucap Gadis itu berjalan kesal hingga Adri mengagetkannya.
“Hantu apa yang kau lihat?” Tanya Adri.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part39