
“.. Paman tau apa kekuatannya?” Tanya Weraa.
“Paman tak bisa mengetahuinya.. Kau tau paman hanya bisa melihat kelebihan dari manusia yang memiliki kelebihan dari lahir..” Ucap pak supir itu. “Paman pergi duluan.. aku akan menjaganya..” Ucap Weraa.
***
“Hei!” Ucap Wansa menyadarkan Weraa dari lamunan.
“Ah.. iya.. yasudah aku mahir dalam urusan mendaftarkan secara illegal..” Ucap Weraa yang langsung disentil Wansa “Jangan melakukan hal seperti itu! Bagaimana jika kau jadi waliku?” Tanya Wansa.
“Aku?” Tanya Weraa menunjuk.
“Yah.. kau cukup kaya, kurasa kau bisa menjadi ibu resmi ku..”
“Ibu resmi?” Tanya Weraa mendapat ide.
***
__ADS_1
“Hentikan itu!!” Ucap gadis yang membawa kamera. Sharika mencoba menakuti gadis itu namun gadis itu malah memotret wajah Sharika dengan kameranya.. “Cekrek! Wah.. lihat wajahmu sangat menakutkan dan cocok untuk dijual bagi pecinta horor.. Bisa katakan mengapa kalian bertengkar ditempat ini?” Tanya gadis itu namun yang ditanya hanya diam memandang dendam seperti siap menerkam satu sama lain.
“Jika kalian tak menjawab foto kalian akan kusebarkan dengan sangat cepat keseluruh dunia! Aku punya teman seorang fotografer terkenal:v” Ucap gadis itu.
“Siapa kau?” Bentak Sharika dan Saka.
“Bisakah kalian berbicara dengan SOPAN??” Ucap gadis itu berbicara dengan nada pelan namun perlahan meningkat dan berteriak membentak. “aku awalnya ingin memotret pemandangan jalur ini yang sepi dan bersiap mengambil rekaman video dengan staff ku dan kalian malah mengacaukan IMAGINASIKU!! kalian menyebalkan sekali KAU TAU!!” Ucap gadis itu lagi.
“Haish! Masih tak menjawab?” Tanya gadis itu terlihat amarah dan Saka malah berpelukan ketakutan dengan Sharika sambil berteriak “Aaaaaaaaaa!!” .
***
“Lo beneran cinta banget yah sama dia?” Tanya Sandi.
“Menurut lo?” Tanya Adri.
“Aneh aja.. lo masa suka ama psikopat gitu?” Tanya Sandi dengan Adri terdiam mengingat sewaktu ia masuk ke apartemen Weraa yang tinggal dengan Nisa dan Santi. Ada foto Weraa yang sangat bahagia sewaktu kecil. Lalu, banyak foto yang lebih berekspresi di sana seakan-akan menunjukkan bahwa kepribadian yang berbeda itu benar-benar ada.. atau.. Weraa hanya menyembunyikan ekspresinya.
__ADS_1
“Apa yang membuatnya menyembunyikan senyum cerahnya?” Tanya Adri merenung.
“Hah? Weraa itu gadis datar dan tak ada yang pernah melihat ia tersenyum normal.. Saat ia tersenyum itu malah membuat semua orang merinding karena ia seperti psikopat..” Ucap Sandi.
“Tidak.. Senyumnya itu sangat indah..” Ucap Adri lagi seketika ponsel adri berdering menunjukkan nama Rinjani. “Kok gak lu angkat?” Tanya Sandi.
“Gua kira Weraa ternyata Rinjani..” Ucap Adri.
“Hei! Lu kok pilih kasih sih? Padahal Rinjani tertarik tuh sama lo kelihatannya..” Ucap Sandi.
“GK! Mungkin! Dia tuh tipenya suka yang rajin, ketos dll anak tauladan deh pokoknya..”
“Yeh.. Elu.. Kalau Rinjani aja gitu.. Terus sih Weraa tipenya kek elu gitu? Plek! Gk akan mungkin..” Ucap Sandi.
“Lo kok jadi ngerendahin gua sih San?!” Tanya Adri.
“Bukan gitu.. lagi pula nih lihat Saka ngirim foto.. weraa bareng cowok dan pegangan tangan.. emang kalau bukan pacar apalagi cobak?” Tanya Sandi dengan Adri yang langsung melihat ponsel Sandi. “Cowok ini..” Ucap Adri yang mengingat kejadian di aula perlombaan. “Lo kenal cowok ini?” Tanya Sandi.
__ADS_1
ME_Mawad
KSW_Part26