
“Wow.. aku tak pernah lihat wajah itu..” Ucap Shanti.
“Senyum cerah yang hilang itu kembali yah..” Ucap Windy.
“Aku harap wajah itu akan tertuju pada kita juga..” Ucap Ririn.
“Apa? Tidak! Itu akan lebih seperti psikopat bagiku.. lebih baik wajahnya datar!” Ucap Shanti.
“Aku rasa kalian yang psikopat..” Ucap Ririn.
***
Sementara itu Saka berada di jalur yang sepi namun masih dibagian mall. Baiklah kurasa dia mengambil jalan yang salah karena Hantu lebih leluasa bila suasana sepi dan hening. “Hosh.. Hosh.. Syukurlah kurasa aku selamat..” Ucap Saka sementara dihadapannya adalah Sharika yang menatapnya.
“Berhenti!! Mengapa kau mengikuti ku?” Tanya Saka mundur dengan tangan meminta Sharika stop. “Mengapa kau mengikuti Weraa?” Tanya Sharika berhenti.
“Hei! Dengar itu bukan urusanmu! Mengapa kau ikut campur?” Tanya Saka berlari dengan Sharika menjambak rambut Saka dan mereka mulai bertengkar saling menjambak satu sama lain. “Cekrek!” Begitulah bunyi dari kamera seorang gadis yang melihat kejadian itu.
***
“Ah.. benar! Aku lupa sesuatu..” Ucap Weraa mundur melihat Wansa dari atas sampai bawah.
“Ada apa?” Tanya Wansa.
__ADS_1
“Ayo beli pakaian! Sekalian besok aku akan mendaftarkanmu ke Atlan School..”
“Tapi.. orang tuaku..”
“...” Weraa terdiam termenung sedih mengingat pertama kali bertemu Wansa. Hari itu Weraa sedang sendirian ditaman dan melihat kecelakaan mobil. “Ada apa ini?” Tanya orang-orang berkerumun di depan menyebabkan Weraa tak bisa lewat dan terpaksa turun dari mobil.
“Ada apa ini?” Tanya Weraa dengan mereka semua menyingkir dan Weraa melihat Wajah Wansa pertama kalinya dan sejak saat itu jantungnya memang sudah berdetak kencang.
“Nona.. biar saya yang memeriksanya..” Ucap supir Weraa.
“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Weraa dengan orang-orang yang seketika lupa apa yang telah terjadi. “Kami tidak ingat.. kami juga bingung bagaimana kami bisa tak mengingat apa yang terjadi..”
“?? apa maksud kalian? Jangan bercanda! Tempat ini sangat ramai! Bagaimana kalian bisa tak mengingat yang menabraknya?” Tanya Weraa.
“Ck! Kalau kalian tak tau apa yang terjadi sebaiknya kalian bubar! Menyebalkan! Bagaimana paman?” Tanya Weraa.
“Sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit secepatnya..” Ucap supir pribadi Weraa itu. Sampai dirumah sakit Dokter menangani pasien sementara Weraa membuka ponsel Wansa dan menelfon orang tuanya. “Halo..” Ucap Weraa.
“Halo..” Terdengar suara seorang wanita.
“Halo.. tante saya temannya Wansa.. Dia mengalami kecelakaan..”
“Wansa mana yah??” Tanya sosok wanita itu sementara Weraa mengecek nama kontak dengan nama ibu itu dengan teliti. “Kau bukan ibunya?” Tanya Weraa. “Apa yang kau bicarakan aku hanya punya anak satu dan dia seorang gadis..”
__ADS_1
“Tapi.. di ponselnya jelas namamu adalah ibu..” Ucap Weraa.
“Banarkah? Ah.. itu aneh… tapi tidak mungkin aku melupakan anakku sendiri kan..”
“Kau benar.. tak mungkin seorang ibu melupakan anaknya..” Ucap Weraa mematikan ponselnya.
“Non? Nona disini?” Tanya supir itu.
“Bagaimana cowok itu?” Tanya Weraa.
“Dia belum siuman.. tapi, sepertinya dia bukan manusia biasa..” Ucap supir itu membuat Weraa terkejut menatap supir nya itu. “Tapi, bedanya dengan nona adalah dia memiliki kemampuan yang cukup buruk..” Ucap pak supir itu.
“.. Paman tau apa kekuatannya?” Tanya Weraa.
“Paman tak bisa mengetahuinya.. Kau tau paman hanya bisa melihat kelebihan dari manusia yang memiliki kelebihan dari lahir..” Ucap pak supir itu. “Paman pergi duluan.. aku akan menjaganya..” Ucap Weraa.
***
“Hei!” Ucap Wansa menyadarkan Weraa dari lamunan.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part25