
“Yaampun.. Apa kau meninggalkannya sendiri?” Tanya Windi membuat Cevin menghela nafasnya dan berdiri membersihkan pasir ditubuhnya dengan gayanya yang.. membuat para gadis selain mereka terkesima.
“Sudah jelas dia yang meninggalkanku.. mengapa kalian memutar balikkan fakta seperti itu? Apa itu??” Tanya Cevin datar.
Ep.85
“Ah.. camilan..” Ucap Ririn.
“Aku rasa teman kalian satu itu memang bermaksud agar semua makan bersama… -deg” Melihat kilasan kejadian dipasar dengan para geng jalanan yang menyudutkan Dinda. Cevin melihat kearah pasar sebentar namun ia bergumam “Aku sudah memberinya sedikit sihir jadi dia akan baik-baik saja..”
“Feeling gua kagak enak dah.. EH.. lu kagak masuk ke pasar?” Tanya Ririn.
“Cih.. Ogah..” Ucap Cevin teleportasi ke kamar 3 serangkai untuk memulihkan Wadma dengan cepat sementara Ririn dan Windy masuk kepasar.
***
Wansa mendatangi perusahaan dari keluaraga Pratama Wijaya untuk bertemu dengan Wanda yang merupakan kakak dari Wadma. Dia ingin menanyakan tentang apa yang harus dia lakukan soal Wadma yang mengganggu kehidupannya setelah memberikan kekuatan yang sangat merugikan ini.
“Maaf… tuan siapa yah?” Tanya security.
“Saya Jung Wansa.. Dari keluarga…” Ucapan Wansa berhenti karena ia ingat teman-teman Weraa bahkan terkadang masih belum mengingat namanya.
“??? Keluarga??”
__ADS_1
“Srindaya..”
“Tunggu sebentar.. saya tanyakan dulu..”
“Pak..” Panggil Hoshi.
“Eh.. Pak Hoshi?? Mau ketemu sama pak Wanda yah??” Tanya Security.
“Iya pak, biasalah hehe..” Melihat ke Wansa dan memperhatikan dari ujung kaki hingga rambut. “Jung Wansa Srindaya??” Ucap Hoshi terkejut menutup mulutnya. Sementara Wansa hanya terdiam kaku karena ada orang asing yang mengingatnya.
“Kau kenal aku??” Tanya Wansa.
“Pak hoshi kenal pak wansa??” Tanya Security.
“... Maaf pak.. Saya tidak tau.. Maaf kan keteledoran saya, saya mengira pak Wansa adalah orang umum..”
“Owalah.. pak pak.. yuwes.. Kami mau ketemu pak wandanya..”
“oh.. silahkan pak..”
“Lo.. Kenal guaa??” Tanya Wansa melepas rangkulan Hoshi.
“Lo gk tau sejak Wadma ketemu sama lo lagi.. Dia mulai ngembaliin ingatan orang-orang di kota dan di negara soal putra sulung keluarga Srindaya? Emang emak lo blm nelfon suruh lo balik yah?” Tanya Hoshi.
__ADS_1
“Maksud lo…”
“Tunggu aja dah di ruang Wanda..” Ucap Hoshi yang keluar dari lift diikuti Wansa.
Hoshi masuk keruang Wanda yang sedang mengurus banyak berkas. Melihat kedatangan Hoshi senior atau yang seperti sahabatnya itu dia langsung berjabat tangan dan saling menepuk pundak. Yang kemudian disusul Wansa memasuki ruangan.
“Kau… Kau datang?” Tanya Wanda seperti tidak senang dan sangat berbeda dengan dia yang dulu sangat ramah pada Wansa.
“Hei.. Wanda ayolah.. turunkan egomu untuk adikmu..” Ucap Hoshi.
“Aku sudah melakukannya.. apa yang membuatmu datang kemari??”
“Aku.. Hanya.. Ingin menanyakan soal Wadma yang..”
“Mengapa dia kembali kehidupanmu dan mengganggumu… Apa kau benar-benar berpikir dia mengganggumu?” Tanya Wanda yang menahan emosinya sementara Hoshi mengambil telfon kantor. “Hei.. bawakan kami kopi 3 gelas yah..” Ucap Hoshi yang ditatap tajam oleh Wanda.
“Baik, baik.. aku diam..” Ucap Hoshi menutup mulutnya.
“Aku hanya ingin menanyakan apa benar dia kembali karena mengambil kasus betlan school?” Tanya Wansa.
“Iya.. benar.. Lalu?” Tanya Wanda.
“Apa Wadma yakin dia hanya memberikan sihir acak yang seperti itu hanya padaku?? Maksudku dilupakan oleh semua orang? Korbannya tidak ingat mungkin karena mereka saat sekarat tak ingin mengingat hal buruk.. Namun, bagaimana dengan para saksi? Atau mungkin teman-temannya?” Tanya Wansa.
__ADS_1