Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Rinjani dan Wansa


__ADS_3

“Aku akan habisi mereka yang menyentuh buku harianku!” Ucap Weraa lagi. Namun, ada seseorang yang mengikuti Weraa dengan gerak gerik mencurigakan dan membawa pisau.


“2 tangga lagi..” Ucap Weraa mendengar pengumuman lift sudah bisa digunakan.


“Baguslah!” Ucap Weraa masuk kedalam Lift bersama pria itu. Pria itu berada di belakang Weraa dan bersiap melancarkan serangan namun, seketika Wansa muncul dan mengejutkan Weraa dan orang itu berpura-pura tak melihat.


“Yaampun!! Kau??” Tanya Weraa dan melihat orang itu yang berdiri di pojokan menjahui Wansa. Weraa yang melihat itu menarik Wansa namun posisi Weraa malah bersandar didinding dengan Wansa yang menahan jarak tubuhnya dengan tangan di samping Weraa. Weraa bisa merasakan nafas Wansa menuju kepalanya. Dan ia yang memandang dada Wansa dengan diam kemudian menutup mata.


Pintu lift terbuka dengan orang itu yang keluar dan membuat Weraa hendak keluar lift “Pintunya terbuka!” Ucap Weraa bergegas namun Wansa menarik tangan Weraa dan posisi berbalik dengan Weraa yang mendongak menatap mata Wansa. “Aku mencintaimu..” Ucap Wansa.


“..” Weraa diam masih terpaku dan  melepaskan tangannya keluar lift dan berlari menuju kamarnya. Saat ia membuka pintu semua temannya menatapnya dengan penuh tanda tanya. Semantara Weraa bingung dengan ekspresinya saat ini. Wansa muncul dari belakang Weraa dan berkata “Hi!” Ucap Wansa.


***


“Lo beneran gak balas chat si Rinjani?” Tanya Saka.


“Gak.. Kan senatural mungkin.. Gua jarang balas kalau gk penting bagi gua!” Ucap Adri.


“Egois lu! Orang bahkan bisa sampai larut malam karena mikirin yang dichat udah balas belum!! awas nyesel lu!” Ucap Saka.


“WOE!! Lo pada bisa diam gak sih? Gua mau tidur! Gara Weraa gua kagak bisa tidur! Tuh cewek dukun atau apaan sih? Sampai ngirim hantu buat neror kita! Malah cewek dari pembunuhan betlan school lagi!” Keluh Sandi.

__ADS_1


“Cantika..” Gumam Saka.


“Iya! Siapa lagi! Si cewek cakep yang di gebetin sama..”


“Sama siapa?” Tanya Adri.


“Lo bilang Weraa yang ngirim? Lo pada tau dari mana?” Tanya Saka.


“Dia anak indigo dan 7 temannya itu bukan cewek biasa.. pokoknya 8 cewek itu bukan cewek biasa mereka punya keistimewaan masing-masing..” Ucap Adri.


“...”


“Dan lagi.. Weraa selalu ngebantuin hantu yang minta bantuan sama dia.. Tapi, dia bantuinnya satu persatu sih..” Ucap Adri lagi.


***


“karena itu Wansa sering ketemu sama Rinjani.. Yah wajar sih..” Ucap Nisa.


“Tapi kenapa kami gak bisa ingat namamu atau wajahmu?” Tanya Sheli.


“Itu..” Ucapan Sheli membuat keadaan menjadi tegang sementara Weraa menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


“Untunglah.. Tak ada barangku yang hilang.. jika ada yang hilang kalian semua akan dapat masalah..”


“Tapi.. bagaimana kau bisa membunuh hantu? Hantu itu sudah mati kan?” Ucap Sharika.


“Menjadikan kalian abu.. sangat mudah melakukannya jika aku sudah tak bisa menjaga emosiku kau paham..”


“Kau mau kemana?” Tanya Rinjani.


“Aku hanya ingin kedapur ada apa?” Tanya Weraa.


“Ah.. tidak…”


“Kau ingin mengatakan sesuatu? Senior itu menghubungiku lagi.. aku tak tau cara menghindarinya.. bisa kalian ikut?” Ucap Weraa meminum jusnya.


“Kemana?” Tanya semua serentak.


“Membeli ponsel baru.. Kalian para hantu juga ingin?” Tanya Weraa.


“Bagaimana caranya?” Tanya Sharika dan Kartika.


ME_Mawad

__ADS_1


KSW_Part22


__ADS_2