Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Rasa sakit saat mencoba mengingatmu.. Bukan aku tapi pikiranku..


__ADS_3

*  “Sebaliknya ia malah tak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan dengan sengaja..” Ucap Bodyguard.*


*  “Hei.. Apakah Sepupu kecilmu sudah kau kenalkan pada nona Wadma?”*


*  “Belum.. Aku ragu..”*


*  “Jangan Hawatir! Aku yakin sepupu kecilmu itu orang yang bisa meredupkan emosi Wadma dimasa mendatang.. Lagi pula mereka sudah ditakdirkan..”*


*  “Kau mengatakannnya lagi.. hah.. aku penasaran bagaimana sihir itu tercipta..”*


*  “Darga.. darga… padahal kau juga punya sihir loh..” Ucap guru sihir itu membuat bodyguard itu bingung. “Bagaimana aku punya? Aku hanya seorang bodyguard..” Ucap Darga.*


*  “Kalian bertemu Shanti kan?”*


*  “Kau kenal gadis itu?”*


*  “Dia mendapatkan kekuatan yang disebut monster oleh orang sekitar.. Padahal Wadma memberikannya karena gadis itu sering dibully sebelumnya..”*


*  “Jadi.. dia mengenalnya?” Tanya Darga.*


*  “Tidak.. dia tak begitu mengenalnya.. ia tipe penyihir yang ceroboh karena asal memberi saat simpaty.. Tanpa memperkirakan perubahan hati manusia yang akan berubah dimasa depan.. Memang benar ada yang tak berubah tapi.. kita manusia tau apa?” Tanya penyihir.*


*  “Penyihir juga berpikir seperti itu yah??”*


*  “Kami juga manusia woe:v”*

__ADS_1


*  Sementara Wansa yang masih berharap Wadma ada disekitar kota masih mencari di malam hari namun, Mobil itu datang dengan kecepatan yang sangat cepat menabrak Wansa yang penuh dengan Darah. Semua orang berdatangan dan sempat mengambil gambar plat no mobil yang menabraknya.*


*  Namun, menit berikutnya mereka hanya mengerumuni Wansa dan kebingungan. Benar ingatan mereka tentang Wansa menjadi aneh. “Ada apa itu?” Tanya Weraa. Itu adalah pertemuan kedua Weraa dan Wansa. Dan saat itulah Weraa tau soal Wansa. Weraa membawa wansa kerumah sakit dan disana lah obrolan mereka berdua dimulai. “Namamu Wansa.. Apa benar ini no ibumu?” Tanya Weraa.*


*  “Jangan membuka ponsel orang sembarangan..”*


*  “Hei.. kalau bukan karena ku kau mungkin sudah mati disana..”*


*  “Kau ingin tau jawabannya?? Keluarlah dari kamar ini dan lihat bagaimana kau akan melupakanku?!” Ucap Wansa.*


*  “Melupakanmu? Bagaimana aku bisa lupa sementara aku membayarkan semua kebutuhan rumah sakitmu? Kau berhutang budi padaku!”*


*  “Ck! Jika kau tak ikhlas mengapa kau membantuku??”*


*  “Wajahmu itu tak asing.. Ah.. bukankah kau pria yang menabrakku?”*


*  “Apa maksudmu? Ah.. apa ini ada hubungannya dengan ibumu? Dia mengatakan tak mengenalmu:v Dan hanya memiliki seorang putri.. Apa dia melupakanmu??” Tanya Weraa.*


*  “Dia bilang begitu?” Tanya Wansa dengan Weraa mengangguk.*


*  Seseorang membuka pintu kamar dan masuk. Dan itu adalah sopir Weraa yang juga seorang penyihir. “Nona sudah waktunya pulang..” Ucap Sopir itu.*


*  “Baiklah.. Kau disini saja.. aku akan kembali besok..” Ucap Weraa.*


*  Weraa keluar dari kamar lebih dulu. Sopir itu mendekat dan memberikan alamat rumahnya pada Wansa. “Mengapa kau memberiku ini?” Tanya Wansa.*

__ADS_1


*  “Sejauh ini hanya kami para penyihir yang profesional saja yang bisa mengingatmu.. Sementara gadis itu..”*


*  “Penyihir? Apa maksudmu? Kalau begitu Wadma juga??”*


*  “Wadma? Kau mengenal anak itu?” Tanya Sopir Weraa itu.*


*  “Dia.. sepupuku dan satu-satunya yang mengingatku..”*


*  “Mengagumkan.. datanglah kerumah itu.. Tinggallah disana agar kau tau kemana harus pulang.. Disana ada penyihir lain yang akan mengajarimu sesuatu yang tak kau tau…”*


*  “...”*


*  “Paman? Mengapa paman disini? Aku mencari paman dari tadi?” Ucap Weraa.*


*  “siapa dia?” Tanya Weraa.*


*  “Ck! Sudah kuduga kau juga sama.. Pergilah.. melihat wajahmu sungguh memuakkan!!”*


*  “Hei! Jaga ucapanmu! Aku ini putri kesayangan keluargaku! WERAA! Jaga cara bicaramu! Aku bisa mengusirmu dari Rumah sakit ini kau tau..”*


*  “Nona.. kau baru saja menyelamatkannya.. jangan seperti psikopat begitu..” Ucap Sopir.*


*  “?? Aku menyelamatkan dia? Kapan?” Tanya Weraa yang tiba-tiba merasakan rasa sakit di kepalanya.*


#ME_Mawad

__ADS_1


#KSW_Part59


__ADS_2