
“Pamanku datang dari jauh dengan ketiga anaknya lalu diakhir saat itu Wadma meminta izin agar aku tinggal di rumahnya dan memindahkanku kesekolahnya agar ia memiliki teman disekolahnya.. Saat itu ayah dan ibu berpikir mungkin Wadma adalah orang yang akan mengubah takdirku yang tak bisa disadari keberadaannya.. Namun, walau Wadma mengingatku tak ada dampak apapun.. karena hanya dia yang mengingatku..” Ucap Wansa.
“Aku dulu juga tak mengingat namamu..” Ucap Weraa.
“Tapi kau mengingat kenangan kita.. Mereka tak pernah ingat tentang kenangan ku..”
“Bagaimana dengan Wadma?” Tanya Weraa.
“Hari itu Wadma berkelahi dengan orang tuanya karena orang tuanya tak bisa mengingat tentang keberadaan keponakannya ini.. Jadi aku merasa menjadi beban dan takut merusak kehidupan keluarganya.. Jadi karena itu aku kembali kerumahku.. Namun, Aku tetap menjadi teman disekolah Wadma..”
***
“Lalu hari itu aku dan Wansa datang ke bukit dimana kita bisa melihat seluruh kota..”
“Kau selalu tau bukit yang seperti itu yah?” Ucap Sandi.
“Lumayan..”
“Lalu apa yang kalian lakukan disana?”
__ADS_1
“Aku bertanya padanya apa yang paling ia inginkan? Lalu dia bilang ‘Aku ingin ada orang lain yang bisa mengubah takdirku.. aku ingin diingat semua orang..’ Dengan gampangnya aku menjawab aku mengabulkannya..” Ucap Wadma.
***
“Apa dia seorang peri?” Tanya Weraa.
“Itu yang kutanyakan padanya dulu.. Namun, setelah malam itu Wadma malah dikirim ke luar negeri karena mengatakan sesuatu yang tak pernah ada namun sebenarnya ada.. Lalu dia mulai menjadi artis aku pikir dia juga sudah melupakanku..”
***
“Yah.. kau benar! Mungkin ia pikir aku melupakannya namun, Dia sendiri yang mengatakan ia ingin ada Orang lain.. dia tak mengatakan ingin aku yang mengubah takdirnya.. jadi aku pikir aku tak perlu lagi ada dihidupnya.. karena yang akan membuatnya bahagia adalah gadis itu..”
“Sacara langsung bukan, secara tidak langsung iya.. Aku memberikan kekuatanku pada seorang gadis bernama.. tapi aku lupa nama gadis itu..” Ucap Wadma.
“Apa maksudmu?”
“Aku tidak tau nama gadis itu.. aku hanya melihat kilasan wajahnya saat aku mangatakan aku mengabulkannya.. Siapa gadis itu yah..” Ucap Wadma dengan pesanan americano nya yang tiba.
“Kau masih suka americano?” Tanya Sandi.
__ADS_1
***
Adri ada di ruang boxing dekat aprtemen mereka dengan ditemani Saka. “Mengapa sandi mengikuti Wadma yah? Apa dia menyukai Wadma?” Tanya Saka.
“Tidak tau! Mengapa kau tak menanyakannya langsung?” Tanya Adri.
“Haish kau ini.. Ah.. benar jangan terlalu mencintai orang lain yang mencintai orang lain.. Yaampun kata-kataku mulai memusingkan.. Pokoknya mengapa kau tak melihat ke Rinjani? Dia sudah cukup sering kau sakiti!!” Ucap Saka.
“Rinjani! Rinjani! Rinjani! Mengapa kalian terus mengatakan dia mencintaiku? Aku sudah katakan aku hanya senior di kelas pianonya! Mengapa kalian membawanya menjadi serius? Aku tak mencintainya! Sama sekali tak mencintainya dan Tak akan pernah!” Ucap Adri menghadap ke Saka sedangkan Saka masih terpaku pada ponselnya.
“Benarkah? Kau bahkan tak pernah tau!” Ucap Saka menurunkan ponselnya.
“Aku bilang tidak akan pernah! Lagi pula dia membantuku dekat dengan Weraa.. Apa kau pikir orang yang mencintai akan membantu orang yang dicintainya untuk dekat dengan yang lain?” Tanya Adri.
“YA! Dia melakukannya! Karena itu aku bilang kau selalu menyakitinya.. mengapa? Kau bertemu dengan nya hanya untuk menanyai Weraa dan Weraa apa kau pikir dia tak merasakan sakit?” Tanya Saka berdiri.
ME_Mawad
KSW_Part29
__ADS_1