Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Malu tapi Mau, Datar namun berbunga


__ADS_3

“Membeli ponsel baru.. Kalian para hantu juga ingin?” Tanya Weraa.


“Bagaimana caranya?” Tanya Sharika dan Kartika.


“Tinggal beli.. kemudian patahkan..” Ucap Weraa.


“Apa kau memiliki begitu banyak uang kak?” Tanya Dinda.


“Aku? Kau lihat mereka semua! Kami semua dari keluarga kaya.. dan memiliki keistimewaan yang mendarah daging..”


Seketika ponsel Weraa berdering dan menunjukkan no Adri. “lihat dia menelfon lagi.. Rinjani? Kapan kau akan menyatakan perasaanmu?” Tanya Weraa.


“Aku sudah tau aku akan ditolak! Lalu untuk apa aku menyatakannya?” Tanya Rinjani.


“Ririn! Bukankah kau punya banyak buku romance? Berikan pada gadis satu ini..”


“Sekarang?” Tanya Ririn.


“NANTI!!” Ucap 5 temannya yang lain.


“Ayo! Ada merek yang harus kudapatkan!” Ucap Weraa.


“Wansa ikut kan?” Tanya Shanti.


“...” Weraa terdiam dan membalikkan badannya melihat semua temannya seperti memohon agar wansa ikut. “Sejak kapan kalian melakukan agyeo seperti warga korea?” Tanya Weraa datar keluar menutup pintu. “Hei? Apa kau sudah menyatakan perasaanmu?” Tanya Shanti lagi.

__ADS_1


“..Soal itu.. kurasa dia masih kesal padaku..”


Seketika Weraa membuka pintu mengejutkan mereka semua “Cepatlah! Atau kalian akan kubunuh! Dan kau! Ikutlah jika kau mau!” Ucap Weraa dengan semua temannya yang ingin memeluk Wansa namun Wansa berpindah kebelakang Weraa. “Wow.. apa kalian sudah resmi berpacaran?” Ucap Sarah.


“Atau jangan-jangan kalian sudah melakukan adegan terlarang..”


“Jaga pikiranmu sebelum ia mati kubunuh! Aku tak mungkin melakukan hal terlarang seperti itu!” Ucap Weraa berbalik dan pergi lebih dulu dengan Wansa.


“Baiklah ayo!” Ucap semuanya.


***


“Weraa.. Gadis itu yah..” Ucap Saka berjalan sendirian di pinggir jalan. “Cantika.. bukankah dia gadis yang dicintai .. siapa nama pria itu.. mengapa aku tak mengingatnya yah..” Ucap Saka yang melihat Weraa bersama seorang pria masuk ke mall bersama yang lain.


“Weraa?? Sedang apa mereka disini? Ke mall?” Tanya Saka mengikuti Weraa dan yang lainnya.


“Kalian nikmati waktu berdua yah.. bye!!” Ucap Nisa pergi dengan yang lain.


“Sharika ada apa?” Tanya Windy.


“Kalian pergilah.. aku ada urusan..” Ucap Sharika melihat Saka.


“??”


***

__ADS_1


“Coba kita lihat.. Kau suka yang ini?” Tanya Weraa menunjuk tersenyum ceria.


“Bagaimana kau bisa tersenyum?”


“Hah?” Tanya Weraa masih tak sadar.


“Kau lebih sering tersenyum padaku dibanding dengan yang lain.. mengapa?” Tanya Wansa membuat Weraa terdiam dan bertanya “Apa aku barusan tersenyum? Hah.. ini gila maksudku.. aku sudah lama tak tersenyum.. Bagaimana?? Lupakan soal itu! Ayo kita kesana!” Ucap Weraa menggenggam tangan Wansa ke arah lain. Dengan Saka yang masih mengikuti Weraa dan masih diikuti Sharika.


“Kau bilang ada merek yang kau kejar? Apa itu?” Tanya Wansa.


“Ah.. itu.. lupakan saja! Aku hanya tak ingin mengurusi Adri.. Aku tau aku memang tak punya pacar! Tapi dia benar-benar menyebalkan.. mengganggu! Ck! Rasanya aku ingin mencabik-cabiknya!!” Ucap Weraa membuat orang sekitar menjauhinya.


“Adri benar.. dia benar-benar psikopat!” Gumam Saka yang terdengar oleh Wansa. Wansa melihat kearah Saka dan hendak kesana namun Weraa berbicara padanya.


“Hei.. Wansa?  Kau sedang melihat apa?” Tanya Weraa.


“Ah.. tidak..”


“Wansa.. Wan-sa.. Nama yang kulupakan itu.. tak disangka bisa kuingat juga.. Bagaimana kalau kita membuat nama di casing ponsel kita?” Tanya Weraa.


“Kau mau? Kau bahkan tak menjawabku saat aku mengatakan aku mencintaimu..”


“Ah.. itu.. Aku akan urus ponsel kita jika kau setuju.. Jika tidak! Tidak perlu!” Ucap Weraa mengembalikan ponsel couple itu ketempatnya.


ME_Mawad

__ADS_1


KSW_Part23


__ADS_2