Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Ep.86


__ADS_3

  “Apa Wadma yakin dia hanya memberikan sihir acak yang seperti itu hanya padaku?? Maksudku dilupakan oleh semua orang? Korbannya tidak ingat mungkin karena mereka saat sekarat tak ingin mengingat hal buruk.. Namun, bagaimana dengan para saksi? Atau mungkin teman-temannya?” Tanya Wansa.


Ep.86


  “Tunggu.. maksudmu kau tau orang yang melakukan pembunuhan berantai itu?” Tanya Hoshi.


  “Aku tidak bisa mengingat wajahnya.. namun, aku jelas melihat saat dia membunuh Sharika korban ke 5 nya..”


  “Menurut Data kepolisian pembunuhan itu baru 3.. Itupun karena Wadma menekankan bahwa Kartika bukan menghilang namun sudah mati.. Lalu korban yang mana lagi maksudmu sampai kau mengatakan sharika adalah korban ke 5?”


“disebut pembunuhan berantai karena dia meninggalkan tanda dengan darah “will Continue” disetiap tempat dia meninggalkan mayat.. aku melihatnya saat dia membuat kalimat itu.. dan kau tau?? Waktu itu jelas-jelas bukan hanya aku yang melihat nya tapi banyak orang.. namun, bagaimana mereka semua tak mengingatnya??” Tanya Wansa.


  “Jadi… Maksudmu orang yang melakukan pembunuhan berantai itu juga sama denganmu? Atau kau ingin bilang bahwa kau adalah pembunuhnya?” Tanya Hoshi.


  “Bukan.. kau datang kesini karena kalau kau mengatakannya pada yang lain mereka akan langsung beranggapan kau lah pembunuhnya.. Kau sudah lama tau siapa pembunuhnya.. lalu pertanyaanku mengapa kau tak menghentikannya?”


  “Dia punya sihir yang kuat.. setara Wadma atau mungkin lebih.. kau tau aku tidak bisa mengalahkannya kak Wanda..”


  “Cih.. Kau bilang kau melihat orang itu menulis kalimat “will continue’ Itu.. Lalu? Mengapa dia membiarkanmu hidup dan tak membunuhmu?” Tanya Wanda.


  “Benar?! Mengapa?”

__ADS_1


  “Itu.. karena.”


***


  Sementara itu Rinjani bersama Shanti, Saka dan Adri. Mereka awalnya bersama namun seekor kupu-kupu yang sangat cantik datang menghampiri Rinjani. Shanti tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu. Namun, tidak dengan Rinjani.


  “Bagus banget kupu-kupunya..” Ucap Rinjani.


  “Eh.. Rin.. mau kemana?” Tanya Shanti yang mengikuti Rinjani yang terhipnotis. Dengan seseorang yang tersenyum di sudut bangunan.


  “Rinjani!!” Shanti berlari dengan kakinya yang terkena sihir dan terasa sakit. “Awh! Aduh! Ini… Kak Saka!!” Triak ke arah Saka dan Adri.


  “Shanti?? Kamu kenapa??” Tanya Saka kebingungan lalu melihat Rinjani.


  “Kejar Rinjani kak!! Seseorang dengan sihir jahat.. kakiku sakit tiba-tiba dan pasti juga sihir..”


  “Dri.. lo jaga shanti.. dan cepetan balik ke kamar.. Gua ngejar Rinjani!!” Ucap Saka pergi meninggalkan bahan obat tradisionalnya.


  “Bukannya lo atlet yah..”


  “Atlet manapun kalaw dah berurusan sama yang namanya sihir juga bisa apa? Eh entar kak Saka kan gk bisa apa-apa..”

__ADS_1


  “Jangan remehkan dia.. Dia itu kerjaannya boxing.. Lo bisa berdiri kagak?”


  “Bisa.. tpi jalan susah..” Ucap Shanti.


  “Jadi, sekarang gimana?”


  “Kak Saka sama Rinjani pasti dalam bahaya.. Kita harus secepetnya balik.. kakak duluan aja gimana? Aku nyusul.. kakak bawak bahan obatnya supaya Sheli bisa nyembuhin jubah hitam.. Mungkin pria jubah itu tau sesuatu..”


  “Cih.. Mau atlet semacho apapun elo.. tetep aja masa gua ninggalin cewek yang lagi sakit.. Udah cepetan gua gendong elo..”


  “Tapi..”


***


  “Aduh.. eh!! Weraa?? Bangun werr.. Sandi?? San?? Yaampun!!! Ini jubah hitam…”


  “EH.. Wadma dah Sadar?” Tanya Sarah melihat aura jubah hitam semakin melemah. Wadma mengehentikan aliran energi yang disalurkannya ke Sandi. “Dia memulihkan kami..” Ucap Wadma.


 “Jadi itu sebabnya kau pulih dengan cepat..” Tanya Sarah


 “Hoaaam!! Sial.. aku masih mengantuk.. Sheli!!”

__ADS_1


__ADS_2