
“Saat hantu melakukan pembalasan dendam maka hantu akan menjadi abu kan? Dengan kata lain mereka tetap dalam keadaan tidak tenang.. Menurutmu.. apa mereka akan melakukan Hal yang sama?? Menyia-nyiakan waktu hanya untuk membalas dendam..”
“Tinggi juga standarnya si Sandi yah.. Cewek Fantasi ini mah..” Gumam Saka dengan berteriak. “Hei! Sebaiknya kau minta maaf saja! Aku punya firasat tidak bagus bila kau tak minta maaf..”
“Ck! Aku minta maaf?” Tanya Dani berdiri.
“Tidak akan! Kau mengatakan aku penggossip? Aku rasa kau yang lebih penggossip! Ah.. iya benar! Wanita Bar kan suka menggossip..!!!” Triak Dani yang membuat sandi kesal namun Wadma menggenggam Sandi lebih erat yang seketika awan mendung dan membuat mereka semua kebingungan termasuk gedung sekolah siswi yang langitnya juga berubah.
“3,2,1 Hitung mundur ada di kartu itu.. Aku akan memberitaumu dulu selama kita menunggu hukumanmu atau bisa dibilang hukumanmu tengah berlangsung..” Ucap Wadma dengan angin bertiup sementara semua murid berlindung di sekolah namun masih melihat keluar karena melihat Dani yang seperti kebingungan. “Ada apa ini? Mengapa aku tak bisa bergerak?” Tanya Dani mencoba menarik kakinya dibantu 2 anak buahnya.
“Dia tak akan lepas.. jangan mendekatinya bila kalian tak ingin dihukum juga..” Ucap Wadma dengan 2 anak buah itu lari kedalam sekolah. “Dia benar-benar gadis fantasi..” Ucap Saka melihat langit.
“Siapa dia sebenarnya?” Tanya Saka.
“Kau!! apa kau penyihir? Kau yang melakukan ini kan?” Bentaknya.
“Lihat kartumu..” Ucap Wadma dengan kartunya yang melayang dan mulai penuh dengan hitam namun sisi lainnya masih merah.
__ADS_1
“Hari ini kau membuat kesalahan tepat saat moodku sedang tidak bagus..”
“Sejak kapan moodmu bagus..” Batin Sandi.
“Kau datang pada Adri dan mencari sensasi dengan membuatnya panas atas kedatangan Wansa?? Seharusnya kau tidak perlu mengingat namanya!! Lalu, kesalahan kedua kau mengatakan 3 cowok ini pembunuh berantai? Ck! Yang benar saja.. Mereka bahkan tak tahan menonton thriller..”
“Hei.. apa kau perlu menyebutkan itu juga?” Tanya Saka mendekat namun Sandi malah mengingat kenangan bersama Wadma saat diajak menonton di bioskop bersama teman-teman lamanya namun, Sandi berulang kali menutup mata karena jijik melihat layar yang penuh darah.
“Kau benar-benar kenal mereka?”
“Kesalahan ke 3, Kau berani menuduh sahaBATKU?? Memangnya SIAPA KAU Hah?!” Ucap Wadma dengan petir menyambar dihadapan Dani yang terkejut terduduk menutup telinga dan membuka secara perlahan sambil melihat kartu yang…
Dani terdiam melihat Saka yang menggeleng dan dengan mulut yang bisa ditebak mengatakan “Kau Akan Mati!” Ucap Saka dengan silent Voice.
“kuberi waktu 3…”
“..2… Tidak mau??” Tanya Wadma.
__ADS_1
“1.. Baiklah nikmati hadiahku” Ucap Wadma berbalik dan menarik Sandi kekantin dengan diikuti oleh Semua orang yang kebingungan.
“Eh?? Wadma kau mau kemana? Dia akan selamat?” Tanya Saka.
“Kalian sebaiknya ikut.. Tinggalkan dia..” Ucap Wadma dengan Saka dan Adri yang menyusul dan saat sudah 10 meter jauhnya. Petir menyambar Dani yang kemudian of course pinsan.
Seketika langit kembali cerah saat Wadma duduk di kantin dan melihat ada banyak pertanyaan di kepala Saka dan Adri. Sementara Sandi terus memperhatikan Wadma dan berkata “Kau baik-baik saja?” Tanya Sandi dengan Wadma yang tersenyum “Jangan hawatir.. aku masih belum melewati batas penggunaan..
“Bagaimana kabar gadis itu??” Tanya Wadma.
“Gadis mana?” Tanya Saka.
“Gadis yang hamil itu.. Apa dia sudah melahirkan? Orang tuanya sudah ketemu?” Tanya Wadma sementara Sandi langsung memasukkan makanan ke dalam mulut Wadma agar ia duduk diam dan tenang. Saka hanya tersenyum jijik sedangkan Adri mulai bertanya “Gadis mana yang kau maksud?” Tanya Adri.
“Kau tak menceritakan pada temanmu?” Tanya Wadma sambil mengunyah makanannya dan minum.
ME_Mawad
__ADS_1
KSW_Part38