
"Tapi kau mendapat kekuatan sihir yang besar! Mengakulah kau menyukainya!! Kau tau dengan sihir kau bisa melakukan apapun yang kau mau!! Kau bisa menguasai dunia.." Ucapnya penuh amarah.
Ep.99
"Putri bukankah kau bilang kau melakukan semua ini karena ingin melindunginya?" Tanya Mirkah dengan Randi yang juga bingung atas sikap putri Weraa.
"Dia menjanjikan apa pada kalian?" Tanya Wadma memisahkan mereka berdua di kuringan sihir yang berbeda.
"Dia bilang dia tau kalau kau akan berubah menjadi jahat dan membunuh semua manusia dimuka bumi jika mereka tak menaatimu itu juga alasan dia membunuh orang tua kami karena orang tua kami akan mengorbankan kami sebagai tumbal untukmu.." Ucap Mirkah.
"Yaampun, otak kalian sudah di cuci seberapa banyak olehnya?" Ucap Wadma dengan Putri Weraa menggeleng an memohon pada mirkah untuk percaya padanya.
"Tidak mirkah.. aku mendapat petunjuk itu sendiri bahwa dia akan menguasai dunia ini.. itu hanya pancingan agar kita terpecah!!" Ucap Putri Weraa.
"Aku ingin memberitau kalian seminggu lagi adalah gerhana bulan.. aku memberimu kesempatan untuk melihat bagaimana dunia.. sihir yang ada pada kalian akan kuambil aku tak ingin memperpanjang masalah hidupku.. akan lebih baik jika diselesaikan secepatnya.." ucap Wadma menyerap sihir mereka kedalam mutiara putih yang berubah menjadi hitam. "Sihir kalian cukup gelap.. tunggu disini.." Ucap Wadma membuka pintu dan memberikan mutiara hitam itu pada cevin. "Simpan itu.. aku membebaskan mereka.. di penghujung kehidupan mereka.." Ucap Wadma melepaskan kurungan mereka.
__ADS_1
"Kembalikan sihirku!!" ucap putri weraa mengarahkan tangannya ke arah Wadma namun, tak ada yang terjadi. "Ku beritau lagi.. jangan sia-siakan kehidupanmu Putri Weraa.. aku ingin kau sadar arti dari hidup.."
***
"What?" Ucap Ririn terkejut.
"Jadi kau ingin kami membawa mereka berkeliling kota begitu?" Tanya Ririn lagi.
"Apa yang akan kami dapatkan?" Tanya Windy berhadapan dengan Wadma.
"Bisa dibilang kalian dapat mengawasinya.. lagi pula Libur semester sudah masuk kan.. untuk seminggu setelahnya aku akan beri kalian hadiah.." Ucap Wadma.
"Tenang saja kakak ipar.." Ucap Wadma tersenyum sementara Windy langsung diam membeku mengingat wajah kakaknya Wadma yaitu Wanda.
"Tapi mengapa bukan kau saja?" Tanya Nisa.
__ADS_1
"Ada yang mau kuurus.." Ucap Wadma pergi dan berkata "Untuk Mirkah dan Randi ikut aku!" Ucap Wadma dengan Mereka berdua menurut.
"Cih.. jangan kalian pikir aku akan menurut seperti 2 manusia lemah itu yah.." Ucap Putri Weraa dengan Weraa langsung membuatnya melayang terpojok kedinding. "Apa perlu ku jelaskan? Kami tidak sebaik yang kau kira! Kami akan jahat pada orang jahat.. jadi Wadma juga tak bilang kami tak boleh melukaimu.. jangan lupa! Kami masih memiliki magis.." Ucap Weraa.
"Cih.. weraa.. namamu sama denganku.. aku jadi curiga orang dalam legenda yang akan menghancurkan keturunan dari para penyihir adalah kau dan bukan aku..." Ucap Putri Weraa membuat Weraa tertegun dan membantingnya ke lantai.
"Apa maksudmu? Legenda mana lagi?" Ucap Weraa yang mulai goyah dan takut dirinya membahayakan orang lain.
"Wah.. sepertinya Wadma tak memberi taumu yah.." Ucap Putri Weraa.
"Weraa.. jangan dengarkan dia.. kami percaya padamu.." Ucap Nisa.
"Benar! Walaupun aku baru mengenalmu aku yakin kau takkan seperti itu.." Ucap Shanti.
"Teman-teman.. huaaa.. makasih dah percaya sama Weraa.. lihatkan Weraa.. mereka percaya sama kamu!!" Ucap Sheli.
__ADS_1
"Kalian sebegitu percaya dengannya.. sementara dirinya saja tak percaya pada diri sendiri.." Ucap Putri Weraa membuat semua melihatnya. Sementara Sarah langsung membuatnya pinsan dengan catokan medisnya.
"Eh- sarah?- kau.." respon rinjani yang cukup terkejut begitupun semua orang. "Dia terlalu banyak omong negatif.. Wadma sudah memperingatkanku dan Nisa bahwa dia akan mencari cara memecah kepercayaan kita pada Weraa... Tapi, sesuai perkataan ku kemarin.. aku sendiri belum 100% percaya padamu.." Ucap Sarah mengunci pintu apartemen "Dengar Kita mengawasinya dan jangan biarkan dia kabur.. jadi sementara semua didalam saja dulu kalau mau kluar bilang.."