
"Aku tak memintanya.. dia melakukan semua seperti yang ia inginkan tanpa bertanya apa orang yang bersangkutan senang dengan hal itu atau tidak.. termasuk sihir acak ini didorong karena dia ingin aku selalu menjadi temannya yang akan selalu mensosialisasikannya.." Ucap Wansa.
"Kau tau waktu itu dia hanya seorang anak kecil.." ucap Hoshi.
"Tidak ... Mungkin benar dia anak kecil tapi ia lebih dewasa dan sudah menyadari kemampuannya ..."
"Kau ingin bilang bahwa Wadma sengaja?" Tanya Wanda.
Ep.89
"Wanda.. itu tidak terlalu penting.. tapi.. apa kau ingat saat aku hampir mati saat dijalan sepi waktu itu?" Jelas Hoshi
"Wadma tau kejadian itu.. dan dia tau siapa yang menabrakmu padahal dia kabur.." Ucap Wanda melamun.
__ADS_1
"Gimana kalau sebenarnya ia tau siapa pembunuh berantai itu?" Tanya hoshi dengan wansa yang maju dan berkata "Itu yang ingin kutau.."
"Tok tok tok.." Bunyi ketukan pintu dan sekretaris Wanda masuk dengan wajah bingung sekaligus kagum dengan ketampanan Wansa. Berbeda dengan Wanda dan Hoshi yang sudah sering ia lihat. "Maaf mengganggu pak.. baru saja saya mendapat panggilan dari pak Darga bahwasanya bapak tidak mengangkat panggilannya..." Ucapnya.
Wanda mengambil ponselnya dari saku dan melihat banyak panggilan tak terjawab. Darga menelfon lagi dan kali ini baru dijawab. "Halo paman.." Ucap Wanda.
"Dengar sebaiknya segera ikuti lokasi yang sudah paman kirim.. mengerti? Bawa beberapa bodyguard lainnya untuk berjaga-jaga.." Ucap Darga.
***
Ada saat dimana kisah cinta tak seindah yang dibayangkan. Mawar hitam mungkin bisa menjadi pengandaian. Mawar yang menyimpan suatu keindahan karena ia adalah bunga namun, warna hitam itu memiliki rasa kebencian, rasa sakit, dan kesedihan dari suatu kisah indah yang menyakitkan.
"Kak kenapa kita malah balik? Rinjani sama kak Saka gimana?" Ucap Shanti.
__ADS_1
"Kakimu harus disembuhkan dulu.. Sheli.." Ucap Saka masuk melihat Sheli, Sarah dan Nisa yang tertidur. Saka dan Shanti langsung membangunkan mereka dan mereka terlihat kebingungan. "Apa yang terjadi? Dimana Wadma, Jubah hitam dan Weraa?" Tanya Shanti melihat hanya ada Sandi yang masih terbaring.
"Sembuhkan dulu kaki Shanti.." Ucap Adri yang kemudian menepuk-nepuk wajah Sandi. Sheli tak bertanya apa yang terjadi dan langsung menyembuhkan kaki Shanti. Nisa mencoba mengingat apa yang terjadi terakhir kali. "Dia menyuruh kita menelfon Rinjani.." Ucap Nisa melihat ponselnya. "Rinjani dia disihir.. dia bahkan tak mendengarku saat aku memanggilnya kak Adri mengejar nya namun, sepertinya mereka menghilang ditelan udara.." Ucap Shanti.
"Aneh ..." Ucap Sarah.
"Ada apa?" Tanya Nisa dengan Sarah yang terdiam karena bisa melihat kejadian yang dikatakan Shanti dan bisa melihat posisi semua orang baik masa lampau, atau pun sekarang. "Aku bisa melihat kejadian masa lampau dan yang sekarang di tempat berbeda.. aku bisa melihat orang yang membawa kak Adri dan Rinjani.. meski wajahnya tidak jelas dia memakai jubah hitam.."
"Apa dia jubah hitam yang sebenarnya?" Tanya Sheli.
"Pembunuh berantai? Bagaimana dengan jubah hitam yang tadi?" tanya Nisa.
"Dia selama ini hanya berkeliaran berkelana seperti orang biasa.. dia tak pernah melakukan kejahatan kepada orang baik.. dia hanya melakukan pada orang-orang jahat.."
__ADS_1