Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Adzab bagi yang posting dan menyebarkan Gossip sesukanya. (Like Indosiar)


__ADS_3

  “Kalau gitu kalian yang bunuh dia!!” Ucap Weraa datar.


  “Jangan dong! Yaudah kita teror aja mereka gimana?” Tanya Ririn.


  “Gimana caranya?” Tanya Sarah.


  “Kalian yang anak indigo tinggal minta bantuan sama arwah di apartemen mereka kan?” Tanya Nisa.


  “Apartemen mereka dimana?” Tanya 3 anak Indigo serentak.


  “Rinjani?” Tanya Weraa dengan Rinjani menunjukkan data siswa di ponselnya dengan 1000 maaf di batinnya.


  “Allright! Cantika! Sarika! Kumpulin kawan kalian dan teror mereka bertiga!” Ucap Weraa.


  “Entar! Mu kok tau mereka bertiga?” Tanya Santi.


  “Kekuatan ku bertambah.. Tapi tenang aku lebih ngendalin kalian..” Ucap Weraa.


  “...”

__ADS_1


  “Keknya malam ini 3 orang tuh gak akan bisa tidur..” Ucap Sheli menggeleng namun menepuk pundak Rinjani. Sementara sarah hanya memperhatikan tingkah Sheli dan Rinjani selama ini yang memiliki suatu kedekatan tersendiri.


***


  Seketika lampu kamar 3 orang itu berkedap-kedip membuat mereka ketakutan. “Saka?” Tanya Ketua osis pria. “Ya?” Tanyanya. “Temenin gua yuk.. takut gua tidur sendiri..” Ucap Dika. Saka pun meninggalkan 2 temannya dan pergi bersama Dika.


  Setelah Dika menutup pintu lampu kamar mereka kembali berkedap-kedip dan mereka terus berteriak semalaman karena hantu-hantu itu.


  “Woe! Ini kenapa?” Tanya Sandi.


  “Keknya kita bakal diteror sama hantu deh..” Ucap Adri.


  “Dri! Gua dah bilang walau lu itu indigo jangan pernah ngomongin hantu didepan gua!”


  “Aaaaaaaaaaaaaaa!!!” Triak mereka berdua.


***


  Sementara Weraa tak peduli dan tidur dengan 7 temannya. Mereka bercerita satu sama lain hingga larut malam. Namun, tanpa sepengetahuan yang lain Weraa keluar dan berjalan di tengah malam di kota yang masih terlihat sedikit ramai.

__ADS_1


  “Hah.. apa aku ke betlan school untuk cari tau yah..” Batin Weraa di hadapan CoffeShop. “coffe shop?” Tanya Weraa memandang dengan saksama coffeshop yang sudah tutup itu. Weraa masuk kesana dan melihat masih ada beberapa pelanggan. Namun, ia melihat sosok gadis SMA yang berdiri di pojok kasir.


  “Siapa dia?” Tanya Weraa dalam hati dengan gadis itu yang terus menunduk. Salah satu pelayan di dekat meja pemesanan tersenyum dan menyambut Weraa “Selamat datang..” Ucap gadis yang memakai baju SMA betlan school juga.


  “Ah.. iya.. aku pesan Ice Americanonya yah..” Ucap Weraa. Duduk di bagian ujung dekat kaca jendela. Dan memeriksa ponselnya yang menunjukkan berita tentang Sarika korban ke 2 setelah pembunuhan Cantika di Betlan School. Weraa memutar video dari Utube.


  “Aku ingin mengatakan ini.. karena aku sudah tak peduli lagi.. Sarika adalah temanku dia menelfonku untuk berjaga-jaga jadi selama kejadian itu aku tak mendengarkan panggilannya jadi hanya merekamnya.. aku juga terkejut saat mendapat berita kematiannya.. Aku menyesal karena aku meninggalkan ponselku saat ia mengandalkanku..”


  “Hei! Bisakah kau pelankan suaranya? Itu membuat kami merinding..” Ucap pelanggan lain..


  “Maaf..  aku akan kecilkan volumenya… okay? maaf” Ucap Weraa dengan tatapan dan masih datar.


  “Dia seharusnya masih hidup bila aku mendengarkan nya.. hiks.. hiks..” Ucap gadis di Utube terisak. “Aku harap rekaman itu bisa menebus kesalahanku..” Ucap nya.


  “Ini dia..  Hot Americanonya..” Ucap gadis SMA yang part time itu.


  “Kenapa Hot americano? Aku memesan Ice Americano!” Ucap Weraa sedikit kesal.


 

__ADS_1


ME_Mawad


KSW_Part13


__ADS_2