Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Menunjukkan Kemampuan Para Gadis.


__ADS_3

  “Siapa kau? Mengapa aku menangis dan mengapa aku tak ingat jika kita saling mengenal? Apa yang kulupakan? Dan mengapa aku peduli?” Tanya Weraa dangan suara senduh menatap Wansa.


  “Weraa!!” Panggil Nisa yang membuat Wansa menghilang dari pandangan Weraa. “Ada apa? Apa kau melihat sesuatu?” Tanya Nisa lagi.


  “Apa pria ini yang membuatmu menangis?” Tanya Windy yang menunjukkan wajah Adri yang babak belur. Weraa kembali masuk dan duduk di kursi penonton dan mengusap air matanya dengan sapu tangan itu. “Apa yang kulupakan?”  Tanya Weraa melihat sapu tangan itu dan memasukkannya ke tas.


  “Final akan dimulai.. tak disangka Betlan School dan Atlan School akan menjadi rival yang abadi.. 2 siswi dan 2 siswa atletik dari 2 sekolah ini akan menentukan siapa sekolah yang dapat membawa medali dan menjadi sekolah no 1 seprovinsi. Langsung saja kita mulai..”


  Namun, ada sesuatu dari arah penonton betlan school yang melemparkan rantai secara memutar dan membuat  Santi terjatuh hingga kakinya terluka dan membuat semua penonton berdiri panik. “Weraa.. Ada yang aneh dengan rantai itu..” Ucap Sarah melihat bayangan hitam disekitar rantai.


  “Aku tau..” Ucap Weraa turun bersama teman-temannya dan melihat rantainya yang ada di dalam air. “Owh.. sayang sekali bagaimana ini bisa terjadi.. Terjadi penyerangan pelanggaran dari Betlan School bagaimana ini??” Tanya pembawa acara.


  “Tidak apa aku bisa!” Ucap Santi mencoba berdiri namun, tak bisa karena terlalu sakit.


  “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Weraa.

__ADS_1


  “Weraa.. ini tidak bagus.. Jika kulihat terjadi keretakan pada tulang kakinya..” Ucap Sheli bisa melihat organ dalam manusia.


  “Rinjani! Dimana bagian perawat? Langsung hubungi rumah sakit terdekat.. Sarah kau bisa temani dia?” Ucap Weraa.


  “Baik!” Ucap Sarah.


  “Bagaimana dengan lombanya?” Tanya Rinjani.


  “Sebelum itu.. aku adalah anggota osis kan? Biarkan aku berjaga di area lomba.. Sheli?” Tanya Weraa.


  “Tunggu! Bagaimana penonton bisa menjadi pengawas lomba? Ini tidak adil!” Ucap salah seorang siswi.


  “Hei! Kami dari betlan school memakai pita merah!”


  “Kau yang disana! Sekarang wajahmu memerah? Kau yang barusan bersuara cepat berdiri!” Ucap Sheli dengan siswi itu berdiri.

__ADS_1


  “Kau mengatakan tidak adil? Aku adalah anggota osis.. Dan aku hanya akan mengambil tugasku! Bertukar apa itu tak adil? Dan lagi lebih tak adil bila betlan school di diskwalifikasi karena murid lainnya melakukan kecurangan..” Ucap Weraa.


  “Bagaimana kau tau itu kami? Tidak ada yang tau siapa yang melemparnya!” Bentak gadis itu.


  “Rinjani? Kau ingat semua detailnya kan?” Tanya Weraa.


  “Bagaimana kami bisa mempercayai itu?” Tanya semua murid.


  “Rinjani?” Ucap Weraa tak peduli.


  “Tepat pada jam 10.15 saat pertandingan dimulai aku melihat beberapa siswa Betlan School membawa rantai dengan gaya berpakaian yang lama.. Mereka bilang itu tren.. Kemudian pengamanan dari osis kami sudah berlangsung dan pada jam 10.45 salah satu dari kalian memainkan rantai itu dengan membelingkannya dengan jari telunjuk. Itu berlangsung selama 5 menit sampai pengaman kami menegur kalian. Di jam 11.30 salah satu dari kalian melempar secara asal rantai itu dan hampir mengenai murid sekolah lain. Lalu 12.00 seseorang melemparnya secara sengaja hingga mengenai teman kami..”


  “Apa kau ingat wajahnya?” Tanya Weraa dengan Rinjani yang menggeleng. “Tapi aku ingat ciri-cirinya”


 

__ADS_1


ME_Mawad


KSW_Part9


__ADS_2