Kehidupan Song Weraa

Kehidupan Song Weraa
Just Don't Leave Me Like Them Please!!...


__ADS_3

*  “Apa maksudmu? Kau bilang kau akan jadi temanku? Mengapa kau juga meninggalkanku? Aku akan sendirian?”*


*  “Semua akan baik-baik saja.. Kau juga akan melupakanku.. aku melihat kilasan masa depan.. Ayo pulang!” Ucap Wadma.*


*  “Tidak! Jika kita pulang kau akan berangkat dan pergi.. dengar kau temanku satu-satunya.. Jangan lakukan ini..”*


*  “Suatu hari nanti kau akan memunggungiku Wansa.. Kau sama seperti keluargamu.. Dan aku tak ingin bernasib sama dengan pekerja rumahmu.. Aku menyemangati dan menemanimu sampai disini!” Ucap Wadma.*


*  “Apa ini?! Jika kau akan melupakannya dan menyakitinya lebih baik tak menganggapnya.. Kau mengatakan itu pada ayahmu waktu aku pertama kerumahmu? Apa kau ingin aku mengatakan perkataan itu padamu?” Kesal Wansa.*


*  “kak Wansa.. Jangan menangis.. dan tersenyumlah.. Ada banyak orang yang menunggumu.. Aku melihat senyum yang lebih bersinar dari pada saat kau bersamaku.. Jika kau tak ingin pulang bersamaku.. aku duluan.. Mobilmu sudah datang.. sopirku akan mengantarmu pulang..” Ucap Wadma pergi duluan.*


*  Mobil otomatis yang berkendara mengikuti perkataan pemiliknya itulah mobil canggih milik keluarganya yang sedang dinaiki Wadma. Ia pergi menuju hotel diusianya karena ayah bundanya sudah tau anaknya itu sangat kuat. Tapi, ayah dan bundanya hanya mengira itu adalah kekuatan bertarung dan bukan kekuatan sihir lainnya.*


*  “Permisi.. adek gk boleh masuk.. Mohon wali nya..” Ucap petugas hotel.*


*  “Ck! This is my card! And I have my vvip Room!! My older brother buy it for mee..” Ucap Wadma.*

__ADS_1


*  “How come?” Ucap petugas hotel terkejut dan Wadma hanya berjalan dan masuk ke lift dengan para hantu yang menakutinya namun, ia malah membuat semua hantu itu duduk diam di ruang tunggu.*


*  Sampai di kamar hotel ia melihat pemandangan kota dan terlihat meteor yang paling terang. Wadma pun menteleportkan kamera terbangnya ke sekitar tempat perkiraan jatuhnya meteor itu. Dan terlihat lubang yang cukup lebar dengan batu meteor di tengahnya yang terlihat cukup besar. “Aku sudah bilang keyakinan saja tanpa fakta itu.. Sia-sia.. Tapi, entahlah jika harapan.. ck! Apa bedanya..”*


*  “Halo nona, Tuan Wansa sudah saya antar pulang.. dia masih dalam keadaan murung..”*


*  “Biarkan saja.. dia yang menginginkannya..”*


*  “Tapi..”*


*  “Paman pulang saja sekarang.. katakan pada ayah dan bunda aku ada dihotel dan akan berangkat dalam waktu dekat…”*


***


*  2 Minggu berlalu Wadma memakai penyamaran dan mengikuti Wansa yang pergi dari rumah setelah pertengkaran hebat orang tuanya yang lelah dengan amnesia semua orang tentang Wansa sedangkan Wadma satu-satunya harapan dari orang tua dan wansa sendiri namun Wadma malah pergi keluar negeri.*


*  “Dia seperti gelandangan yang tak tau arah saja:v” Ucap Wadma.*

__ADS_1


*  Terlihat dari jauh Wansa mengeluarkan sapu tangan tipis dari sakunya. “Kain itu..” Wadma ingat ia yang memberikan sapu tangan tipis itu. Wadma melihat tak jauh dari sana keberadaan Weraa yang sedang dikejar oleh hantu yang meminta bantuan padanya. Wadma menggunakan sihirnya membuat burung itu mengambil kain milik Wansa dan bertabrakan dengan Weraa.*


*  “Tentu saja para hantu menjauh dari Wansa sejauh 10 meter minimalnya..” Ucap Wadma.*


*  “Maaf.. maaf..” Ucap Weraa melihat kebelakang dengan hantu yang tak ada dibelakangnya..*


*  “Ada yang berbeda..” Ucap Wadma melihat Weraa yang seperti hantu mengikuti weraa yang masih hidup. “Yaampun.. Mereka 2 tahun lebih tua dariku.. siapa hantu itu..” Ucap Wadma menatap hantu itu dengan hantu Weraa yang malah kabur melihat Wadma.*


*  “Dia..”*


*  “Hantu tak boleh terlalu takut juga..” Ucap Wadma berniat mengikuti Hantu yang mirip Weraa namun memilih menemui Weraa yang ditinggalkan Wansa.*


*  “Weraa..” Ucap Wadma.*


*  “Eh? Apa kau mengenalku?” Tanya Weraa.*


*  “Ah.. maaf aku salah orang..” Ucap Wadma yang menyadari arwah orang lain mangambil alih tubuh Weraa.*

__ADS_1


#ME_Mawad


#KSW_Part54


__ADS_2